INDONESIAUPDATE.ID – Indonesian Audit Watch (IAW) mengkritisi pernyataan Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Reza. IAW menilai apa yang disamapaikan Faisol soal pembelaan terhadap perjalanan dinas sembilan anak buah ke Turki, justru menguatkan adanya kekeliruan dalam tubuh Kemenperin.
Sekretaris Jenderal IAW, Iskandar Sitorus mengatakan bahwa narasi yang disampaikan Faisol ihwal keberangkatan anak buahnya dengan dalih ‘Investasi Jangka Panjang’, patut dipertanyakan.
“Emang tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Sekjen menjaring investor? kan tidak. Itu ranah BKPM (Badan Koordinasi dan Penanaman Modal). Kemudian (Wamenperin) bicara industri halal, sekarang kan sudah ada (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal),” beber Iskandar melalui keterangan tertulisnya, Senin (16/12).
Iskandar menegaskan bahwa keberangkatan sembilan pejabat Kemenperin ke Turki bulan lalu, sudah jelas berlawanan dengan Instruksi Presiden Prabowo Subianto.
“Terlepas agenda itu sudah direncanakan sebelumnya. Tapi ingat, Presiden menggunakan diksi ‘tolong’, itu artinya ini sindiran halus buat seluruh anak buahnya,” lanjut mantan aktivis tersebut.
“Jadi Pak Wamen semestinya bertindak tegas. Karena ini bentuk pelanggaran disiplin. Ada mekanisme yang salah di Kemenperin, yang belum disadari Menteri dan Wamen,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Iskandar juga turut mengomentari munculnya ‘Petisi 9 Pejabat Kemenperin’ yang belakangan ramai di situs change.org. Dia menilai hal tersebut merupakan bagian dari kritik publik.
“Petisi ini bukti support moril dari publik kepada Pak Prabowo. Sekaligus representasi aspirasi publik bahwa apa yang dilakukan sembilan pejabat Kemenperin tidak sesuai instruksi presiden,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya Faisol merespons kritik yang disampaikan oleh Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Sosial (Puskas) terkait kunjungan delegasi Indonesia ke Turki.
Kritik tersebut mengacu pada arahan Presiden untuk membatasi perjalanan ke luar negeri bagi pejabat pemerintah.
Faisol Riza menjelaskan, kalau kunjungan tersebut memiliki tujuan strategis, yaitu mempromosikan produk halal unggulan Indonesia di ajang Halal Expo Turki 2024.(*)











