INDONESIAUPDATE.ID – Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Manufaktur, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Pembuatan Kandang Maggot Berbasis Green Farm sebagai Pengolahan Sampah Organik di RW 02, Kelurahan Beji Timur, Kota Depok.” Kegiatan ini berlangsung di Posyandu Subur RW 02 Beji Timur dan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di area TPU Bambon, Beji Timur.
Acara dibuka dengan sambutan dari sejumlah tokoh, yakni Dr.Eng., Ir. Muslimin, S.T., M.T., IWE, selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin PNJ, Bapak Fajar Mulyana, S.T., M.T. sebagai Ketua Pengusul Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kategori PKM-Lektor, Lurah Beji Timur Bapak Sobarudin, S.H., M.H., Sekretaris Kelurahan Ibu Rini Kariani Solihati, SE., serta Ketua RW 02, Bapak H. Nasrudin. Turut hadir pula perwakilan kelompok masyarakat Maggot Karya Pemuda Abadi yang berperan aktif dalam inisiatif lingkungan berbasis pengolahan sampah organik ini.
Dalam sambutannya, Bapak Muslimin menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan implementasi nyata dari tridarma perguruan tinggi. Program kandang maggot ini, menurutnya, adalah solusi inovatif berbasis green farm yang mampu mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi, seperti pakan alami untuk ternak dan ikan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat melihat bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara mandiri dengan teknologi sederhana dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Bapak Fajar Mulyana menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara tim dosen Prodi D4 Teknologi Rekayasa Manufaktur dengan warga Beji Timur. “Program ini bukan hanya tentang membangun kandang maggot, tetapi juga membangun kesadaran bahwa sampah organik bisa menjadi sumber daya yang bermanfaat,” tegasnya.
Lurah Beji Timur, Bapak Sobarudin, mengungkapkan bahwa wilayahnya selama ini menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Timbulan sampah organik harian di RW 02 cukup tinggi dan kerap menumpuk di TPS TPU Bambon. Ia menyambut baik adanya inovasi ini yang dapat membantu mengurangi beban TPS serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah.
Sekretaris Kelurahan, Ibu Rini Kariani, turut mengapresiasi langkah PNJ yang melibatkan masyarakat sejak tahap awal. Menurutnya, proyek ini tidak hanya membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga memberikan peluang bagi pemuda setempat untuk mengembangkan keterampilan baru dalam bidang budidaya maggot.
Kandang maggot yang dibangun dikelola secara gotong-royong oleh warga RW 02 bersama kelompok pemuda.
Dalam waktu singkat, kandang tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Sampah organik yang sebelumnya dibuang ke TPS kini diolah menjadi pakan alami untuk ayam, bebek, itik, dan ikan air tawar milik warga sekitar.
Dampaknya terlihat pada kondisi lingkungan yang lebih bersih dan adanya tambahan nilai ekonomi bagi masyarakat yang memanfaatkan hasil maggot.
Ketua RW 02, H. Nasrudin, menyampaikan bahwa warga kini lebih peduli dalam memilah dan mengumpulkan sampah organik. Ia melihat perubahan positif dalam kesadaran lingkungan masyarakat, terutama setelah merasakan manfaat nyata dari pemanfaatan maggot.
Perwakilan Maggot Karya Pemuda Abadi menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka peluang baru bagi mereka dalam mengelola limbah sekaligus merintis usaha kecil berbasis pakan ternak alami. Mereka juga berencana mengembangkan pemanfaatan turunan maggot seperti pupuk organik untuk pertanian warga.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat mampu menciptakan inovasi lingkungan yang berkelanjutan dan memberikan dampak langsung bagi kehidupan sehari-hari warga Beji Timur.











