INDONESIA UPDATE – Teras masjid dipenuhi deretan tukang ojek yang tengah rehat. Ada yang tertidur dengan helm di sampingnya, ada yang serius menatap layar ponsel, menunggu notifikasi orderan masuk.
Tak jauh dari mereka, terlihat beberapa pedagang yang melepaskan lelah usai seharian berjualan keliling.
Pemandangan ini seakan menjadi pemandangan sehari-hari yang tak terpisahkan dari Masjid Al Bayyinah di Jalan Al Bayyinah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
Terletak tak jauh dari hiruk pikuk Pasar Jombang dan Stasiun Sudimara, masjid ini tak hanya berfungsi sebagai tempat salat.
Masjid dua lantai ini telah menjelma menjadi rumah singgah bagi para musafir dan pencari nafkah.
Menurut pengurus masjid, banyak di antara mereka yang singgah untuk sekadar beristirahat, mengisi ulang tenaga, atau bahkan menunggu waktu salat di sela kesibukan.
Bangunan masjid ini memiliki keunikan tersendiri. Bagian utama masjid dan ruang pengajiannya dihubungkan oleh sebuah lorong jalan yang sisinya berfungsi sebagai teras.
Sisi di lorong inilah yang sering dimanfaatkan para jemaah sebagai tempat beristirahat.
Kehadiran masjid ini seolah mengulang kembali fungsi masjid pada zaman Nabi Muhammad SAW yang tak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan masyarakat, termasuk perekonomian.
Masjid Al Bayyinah membuktikan bahwa masjid dapat menjadi simpul yang menyatukan beragam lapisan masyarakat.
Di sini, para pengurusnya menyambut baik setiap orang yang singgah, menciptakan rasa aman dan nyaman bagi siapa pun yang membutuhkan tempat berteduh.
Masjid ini menjadi bukti nyata bahwa di balik keramaian kota, ada tempat yang selalu terbuka dan ramah bagi siapa saja yang ingin mencari kedamaian, bahkan hanya sejenak. (*)
Disclaimer: Tulisan ini upaya menyiarkan peran masjid di tengah masyarakat. Jika Anda memiliki informasi tentang kegiatan masjid yang inspiratif, silahkan hubungi info.indonesiaupdate.id









