INDONESIAUPDATE.ID – Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi (TRPE), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), menunjukkan kontribusi nyata melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pompa Hidram dan Hidroponik sebagai Media Pembelajaran di Sekolah Alam Indonesia.”
Kegiatan yang diketuai oleh Pak Rahmat Subarkah selaku dosen pada produk ini dilaksanakan di Sekolah Alam Indonesia, yang berlokasi di dekat Hutan Kota Cipedak. Sekolah ini dikenal dengan konsep pembelajaran yang menyatu dengan alam — ruang kelas dibuat terbuka, dengan lingkungan hijau yang alami serta dilintasi aliran sungai yang potensial untuk dimanfaatkan secara ekologis.
Pompa hidram merupakan teknologi pemindah air yang bekerja tanpa listrik, memanfaatkan fenomena water hammer untuk menaikkan air ke tempat yang lebih tinggi. Dalam proyek ini, pompa tersebut dibangun untuk menyuplai air ke sistem hidroponik yang digunakan sebagai media pembelajaran siswa.
Pembangunan pompa hidram dilakukan dari bulan Mei hingga akhir Juli 2025. Puncaknya, pada 5 Agustus 2025, dilakukan peresmian dan sosialisasi kepada pihak sekolah mengenai prinsip kerja, manfaat, serta cara perawatan alat tersebut.
“Program ini sangat bermanfaat bagi pembelajaran, karena di Sekolah Alam Indonesia kami menganut tujuh prinsip utama, salah satunya adalah sistem pengelolaan air. Pompa hidram ini sejalan dengan nilai-nilai yang kami tanamkan kepada siswa,” ujar Pak Adi, salah satu pengelola sekolah.
Ia juga menyampaikan bahwa teknologi ini akan terus dikembangkan untuk mendukung kegiatan seperti pemeliharaan ikan dan tanaman, agar siswa dapat belajar langsung dari lingkungan sekitar. “Ilmu yang diberikan sangat insightful, dan semoga para siswa dapat menggunakan serta meneliti alat ini secara langsung,” tambahnya.
Selain itu, Ryan Naufal Wijaya, guru di Sekolah Alam Indonesia, mengungkapkan antusiasmenya terhadap sosialisasi ini.“Sangat membantu masyarakat awam yang belum mengetahui apa itu pompa hidram, fungsinya, dan manfaatnya dalam kegiatan sehari-hari. Alhamdulillah, setelah dijelaskan dalam sosialisasi, kami jadi paham bagaimana cara kerja dan pemeliharaannya,” ujarnya. Menurut Ryan, proyek ini sangat relevan dengan kegiatan pembelajaran di sekolah.

“Salah satu program sekolah adalah berkebun, dan kami membutuhkan inovasi baru yang bisa langsung diterapkan dalam proses belajar mengajar. Program ini sangat sejalan dan bermanfaat dalam peningkatan pemahaman siswa.”Ia juga berharap agar pompa hidram dapat terus digunakan ke depan.
“Jika progres dan evaluasinya baik, kami akan mengimplementasikannya kembali dalam bentuk yang lebih sederhana. Kegiatan ini sangat edukatif dan aplikatif, bisa diterapkan dalam berbagai kegiatan sekolah seperti berkebun dan pembelajaran tematik lainnya,” tutupnya.
Program ini dibiayaain sepenuhnya oleh Politeknik Negeri Jakarta dalam skema Pengabdian Kepada Masyarakat Lektor (PkML)-2025 , Harapannya pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya menerapkan ilmu teknik dalam praktik nyata, tetapi juga mendorong kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan masyarakat dalam membangun pendidikan yang berwawasan lingkungan.
Penulis Artikel: Noor Hidayati
Dokumentasi dan Co author : Raja Bintang











