INDONESIAUPDATE.ID – Ketersediaan beras di Pasar Tradisional Anyar, Kota Bogor, dipastikan dalam kondisi aman dan stabil pasca mencuatnya kasus beras premium dan medium yang dioplos. Kondisi ini mencerminkan bahwa kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah, khususnya dalam penegakan kualitas dan keamanan pangan, tetap tinggi.
Langkah tegas Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP dalam membongkar praktik curang pengoplosan beras mendapat apresiasi luas dari berbagai lapisan masyarakat. Hal ini dirasakan langsung oleh para pedagang dan konsumen di Pasar Anyar yang mengalami peningkatan kepercayaan dan transaksi jual beli pasca kasus tersebut terungkap.
Sentosa, salah satu pedagang beras di Pasar Anyar, mengungkapkan bahwa pasokan beras tetap lancar dan bahkan permintaan cenderung meningkat. “Untuk di Pasar Anyar ini, stok beras sangat aman. Pak Menteri luar biasa, beliau berani membongkar maraknya beras oplosan. Ini sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan beras yang berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Musdalifah, salah satu konsumen, menyampaikan bahwa dirinya kini lebih memilih berbelanja beras di pasar tradisional karena dapat langsung melihat, memilih, dan merasakan kualitas beras yang dibeli. “Setelah mendengar berita itu, sekarang saya lebih senang dan mulai beralih membeli beras di pasar tradisional. Di sini saya bisa melihat langsung berbagai jenis dan kualitas berasnya,” tutur Musdalifah.
Sebagai bagian dari upaya pengawasan dan diseminasi informasi, Tim Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Rempah, Obat dan Aromatik (BRMP TROA) melakukan pengecekan langsung ke Pasar Anyar. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa mayoritas pedagang menjual beras berkualitas dengan stok yang stabil, dan terdapat peningkatan daya beli masyarakat pasca terungkapnya kasus beras oplosan.
Kepala BRMP TROA, Prima Luna, menyatakan komitmen seluruh UPT Kementerian Pertanian untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam mengawal distribusi pangan agar tercapainya ketahanan dan swasembada pangan. “Kami akan terus turun langsung ke pasar-pasar tradisional untuk memastikan keamanan stok, kualitas, keamanan beras yang dikonsumsi masyarakat. Pengawasan ini penting untuk menjamin rasa aman bagi konsumen serta kepastian bagi pedagang dalam menjalankan usahanya,” jelasnya.
Suasana di Pasar Anyar pun kini kembali kondusif. Aktivitas jual beli berlangsung stabil, mencerminkan pulihnya kepercayaan publik terhadap pasar tradisional. Pemerintah berharap, pengawasan yang berkelanjutan terhadap distribusi dan kualitas beras dapat menjaga stabilitas pasar sekaligus memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan yang layak konsumsi, aman, dan sesuai standar.
Langkah cepat dan tegas Menteri Pertanian dalam mengungkap praktik curang di sektor pangan tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga membangun kembali kepercayaan publik terhadap pasar tradisional sebagai tulang punggung distribusi pangan nasional. Pemerintah terus berkomitmen untuk melakukan pengawalan terhadap ketersediaan dan stabilitas harga beras, guna menjaga ketahanan pangan serta mendukung kelangsungan ekonomi masyarakat.











