INDONESIAUPDATE.ID – Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan (PPIDK) Amerika-Eropa (Amerop) menggelar acara Simposium Amerika Eropa (SAE) 2025 di Berlin. Tahun ini, Konferensi tahunan tersebut mengusung tema “From Nusantara for the World: Harmony Without Limits”.
Perwakilan PPIDK Amerop Naufal Satria Somantri dalam siaran persnya menjelaskan, tema SAE 2025 terbagi menjadi tiga subtema, yaitu diplomasi kebudayaan, wawasan kebangsaan, dan ekonomi kreatif. Dengan mengusung tema tersebut, SAE 2025 diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai kebijakan publik skala lokal dan regional, termasuk juga di dalamnya adalah membangun identitas bangsa dan rasa nasionalisme bagi para pelajar Indonesia di luar negeri dan menjadi agen budaya yang dapat mempromosikan Indonesia secara luas.
“Acara ini kami selenggarakan bekerja sama dengan PPI Jerman dan PPI Berlin-Brandenburg,” kata Naufal.
Dia melanjutkan, konferensi juga menjadi wadah keinginan pelajar Indonesia di luar negeri untuk bisa berkontribusi pada negara dengan menjadi agen budaya. Hal itu bisa dilakukan melalui berbagai sarana modern yang lebih dikenal dengan ekonomi kreatif, seperti games, animasi, maupun busana dan kerajinan.
Selain itu, konferensi juga membahas mengenai pentingnya menjaga identitas budaya dengan mempromosikan budaya Indonesia yang kaya tanpa melupakan asal-muasalnya di era globalisasi. Terakhir, konferensi turut pula membahas tentang peran aktif dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (The Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) dalam meningkatkan keamanan dan ketangguhannya, baik di tingkat nasional maupun regional.
Menurut Naufal, rangkaian kegiatan SAE 2025 berlangsung selama tiga hari yang dimulai pada Jumat, 29 Agustus 2025. Agenda pertama adalah penyambutan delegasi dari berbagai negara anggota yang datang secara luar jaringan (luring/offline) di Postdamer Platz pada pukul 15.00 waktu setempat.
Para delegasi tersebut berkesempatan untuk berkunjung ke beberapa tempat bersejarah seperti Brandenburg Gate, Memorial to the Murdered Jews of Europe, dan Reichstag Building. Setelah selesai melakukan ekskursi tersebut, para delegasi berbincang santai di Kerb Food Hall dan melanjutkan perjalanan ke Tiergarten. Lalu, para delegasi kembali ke tempat penginapan masing-masing untuk kemudian beristirahat dan bersiap untuk agenda hari Sabtu (30/8).
Kegiatan SAE 2025 pada hari kedua, Sabtu, 30 Agustus 2025, berlokasi di Auditorium Technische Universität Berlin. Agenda dimulai pukul 09:15 waktu setempat dan diselenggarakan secara hybrid (secara fisik di Berlin dan melalui Zoom). Agenda dibuka oleh Gennesaret Tjusila selaku Wakil Panitia Simposium PPIDK Amerika-Eropa 2024/2025. Dalam sambutannya, dia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para tamu undangan yang telah meluangkan banyak usaha untuk datang ke konferensi. “From Nusantara for the World, from Diversity to Unity, from Dialogue to Harmony, May this Symposium be a testament to that,” kata dia.
Sambutan berikutnya disampaikan Muhammad Nur Ar Royyan Mas selaku Ketua PPI Jerman 2024/2025. Senada dengan Gennesaret, ia menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan terhadap semua orang yang telah datang ke acara. “I would like to thank all of you for being here. Thank you for your participation, thank you for all your unwavering support and also the Ministry of Culture of Republic Indonesia for the support for this event,” ujarnya.
Sambutan berikutnya diberikan Denizar Abdurrahman Miraj selaku Perwakilan dari PPIDK Amerika-Eropa 2025. Menurut Denizar, simposium merupakan platform kolaboratif bagi pelajar Indonesia untuk bertukar gagasan dan menciptakan solusi bagi masa depan Indonesia. Karena itu, dia mengajak agar semua orang menjadi rekan pencipta masa depan Indonesia, bukan sekadar peserta. “Once again, Welcome to Berlin. Welcome to Symposium Amerika-Eropa. Let us make this Symposium a Resounding Success.”
Terakhir, sambutan diberikan Marhadi selaku Koordinator PPI Dunia. Marhadi menekankan, SAE 2025 bukanlah sekadar ajang berkumpul, tetapi juga menjadi wadah untuk menyatukan ide dan menjawab tantangan global dengan solusi yang relevan bagi Indonesia. “This event is not merely a gathering of Indonesian students and young intellectuals, but also a platform to unify ideas and concerns that contribute to the progress of our nation,” kata Marhadi.
Dalam acara tersebut, Chargé d’affaires Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin, Jerman, Fajar Wirajan Harijo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Simposium Pelajar dan Diaspora Indonesia Kawasan Amerika–Eropa 2025 dan menekankan pentingnya peran mahasiswa Indonesia di luar negeri sebagai duta bangsa yang memperkuat identitas nasional, membangun jejaring global, serta berkontribusi dalam diplomasi budaya.
“Mahasiswa Indonesia di luar negeri. They are also acting as ambassadors to develop a positive image of Indonesia to the whole world. We encourage Indonesian students overseas to propose ideas and also strategic initiatives to support our national development,” kata Wirajan.
Sama halnya denganWirajanm keynote speaker SAE 2025 Mardisontori selaku Direktur Kerja Sama Kebudayaan pada Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya simposium. Dia pun menekankan pentingnya peran generasi muda dan diaspora dalam memperkuat identitas nasional melalui budaya dan ekonomi kreatif.
“The journey towards Golden Indonesia 2045 requires a generation that is not only intelligent but also deeply rooted in its cultural identity. Culture is not an ornament. It is the moral foundation that gives direction, meaning, and dignity to the nation,” kata Mardisontori.
Call for Papers
PPIDK Amerop menerangkan, SAE 2025 juga menjadi media bagi pelajar Indonesia untuk menuangkan ide mereka melalui lomba Call for Papers. Lomba Call for Papers Amerika Eropa 2025 merupakan ajang penulisan ilmiah dan esai bagi mahasiswa Indonesia di seluruh dunia dengan tema besar “Budaya, Wawasan Kebangsaan, dan Ekonomi Kreatif”.
Kegiatan dirancang sebagai wadah gagasan inovatif dan kontribusi pemikiran generasi muda untuk membangun bangsa melalui budaya, kebangsaan, dan ekonomi kreatif.
Kegiatan yang terbuka bagi mahasiswa Indonesia di seluruh dunia tersebut menargetkan sekitar 100 peserta dari 12 negara. “Seluruh peserta mengirimkan abstrak terlebih dahulu yang kemudian diseleksi untuk masuk tahap penulisan full paper atau esai.”
Adapun full paper dan esai yang lolos akan ditinjau tanpa identitas (blind review) oleh tim akademik, kemudian karya terbaik dipresentasikan dalam SAE 2025 di Berlin, Jerman. Seluruh naskah yang masuk akan dipresentasikan dan rencananya diterbitkan dalam jurnal nasional maupun internasional terindeks, sementara kumpulan abstrak dan esai akan diterbitkan dalam bentuk buku kolaborasi.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan peluncuran Call for Papers pada 1 April 2025, diikuti dengan pengumpulan abstrak per tanggal 15 Mei 2025, dan pengumuman seleksi abstrak pada 30 Mei 2025. Peserta yang lolos diminta untuk mengirimkan naskah lengkap sebelum 15 Juni 2025. Adapun proses penjurian (dengan bentuk blind review) berlangsung pada 15–30 Juni 2025, dengan pengumuman paper terpilih pada 15 Juli 2025.
Presentasi dan diskusi karya dilakukan pada Agustus 2025 di Berlin bersamaan dengan SAE 2025 secara hybrid, dan paper terpilih akan diterbitkan dalam jurnal nasional atau internasional setelah melalui seleksi dari reviewer yang akan dilaksanakan pada September-Desember 2025.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas nasional dan wawasan kebangsaan di era globalisasi, menjadikan budaya dan ekonomi kreatif sebagai penggerak bangsa, serta meningkatkan kontribusi diaspora Indonesia melalui inovasi akademis dan karya ilmiah.











