INDONESIAUPDATE.ID – Tim dosen Farmasi dan Kedokteran Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jakarta melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi kesehatan dan pemanfaatan bahan alam kepada kelompok remaja Masjid Rawakopi, Depok. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan generasi muda mengenai khasiat bahan alam Indonesia serta peluang pengembangan minuman herbal sebagai produk kesehatan sekaligus wirausaha.
Acara berlangsung pada Sabtu, 16 Agustus 2025, dengan antusiasme tinggi dari para remaja masjid. Edukasi disampaikan oleh para pakar dari bidang farmasi dan kedokteran, mencakup berbagai aspek mulai dari manfaat, kualitas bahan baku, proses pembuatan, hingga strategi pemasaran minuman herbal tradisional Indonesia.
Materi pertama disampaikan oleh apt. Annisa Farida Muti, M.Sc, yang mengupas tentang “Minuman Herbal Indonesia dan Khasiatnya”, menekankan kekayaan biodiversitas Indonesia sebagai sumber obat alami yang berkhasiat dalam menjaga kesehatan. Dilanjutkan oleh apt. Via Rifkia, M.Si dengan topik “Kualitas Bahan Baku Minuman Herbal Indonesia”, yang menjelaskan pentingnya pemilihan bahan alami berkualitas untuk menghasilkan produk yang aman dan berkhasiat.
Selanjutnya, apt. Dhigna Luthfiyani, M.Sc membawakan materi “Cara Pembuatan Minuman Herbal Wedang Pletok”, yang kemudian diteruskan dengan sesi demo langsung oleh Rika Revina, M.Farm, memperlihatkan proses peracikan wedang pletok yang praktis, higienis, dan bernilai jual.
Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk membekali peserta dari sisi kewirausahaan, apt. Aprilla Ayu, M.Sc membahas “Strategi Pemasaran Minuman Herbal Wedang Pletok”. Sesi ini memberikan wawasan tentang peluang usaha berbasis kearifan lokal yang memiliki prospek menjanjikan di pasar modern. Tak kalah penting, apt. Eldiza Puji Rahmi, M.Sc menjelaskan “Sertifikasi Halal dan PIRT”, menegaskan pentingnya legalitas produk untuk menjamin keamanan, kepercayaan konsumen, serta peluang ekspansi usaha.
Kegiatan yang dipandu oleh dr. Ima Maria, M.Kes selaku MC sekaligus moderator ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Para remaja terlihat antusias bertanya seputar cara menjaga kualitas minuman herbal, peluang bisnis, hingga langkah-langkah mendapatkan izin edar.











