INDONESIAUPDATE.ID – Pasangan peneliti muda asalIndonesia, Alfina Rahmatia dan Arief Dwi Saputra, berhasil mencuri perhatian dalam ajang bergengsi Gulf Research Meeting (GRM) 2025 yang digelar di Universitas Cambridge, Inggris. Keduanya mempresentasikan makalahberjudul “Quadruple Helix and Digital Literacy to Enhance Financial Inclusion Through Financial Literacy (Evidence from International Students in the Gulf States)”.
Saat ini, Alfina dan Arief tengah menempuh studi doktoral di Turki melalui beasiswa YTB. Dalam kesempatan tersebut, mereka tak hanya memaparkan hasil riset, tetapi juga berbagiinspirasi dan tips bagi mahasiswa Indonesia yang inginmenapaki jejak serupa di kancah akademik internasional.
Menurut keduanya, keberhasilan akademik tidak hanyaditentukan oleh gelar atau prestasi, tetapi juga karakter dan adab yang menyertainya. “Ilmu itu penting, tapi adab yang membuatnya berarti,” ujar Arief.
Alfina menambahkan, perjalanan akademik adalah prosesseumur hidup. “Belajar tuh gak berhenti di satu titik aja, tapiproses seumur hidup. Dalam setiap prosesnya kasih api yang hangat buat kasih percikan semangat — jangan terlalu panasnanti membakar diri sendiri, jangan juga terlalu redup nanticepat padam,” ungkapnya.
Pasangan peneliti ini memiliki visi untuk terus berkecimpungdi dunia akademik, baik sebagai peneliti maupun pengajar, dengan harapan dapat memberikan kontribusi nyata bagiIndonesia dan dunia. Mereka juga mendorong mahasiswa Indonesia untuk berani mengambil langkah kecil sejak dini, seperti berlatih menulis, mengatur waktu, mencari mentor, serta tidak takut gagal.
Bagi Alfina dan Arief, berpikir kritis (critical thinking)adalah kunci dalam dunia akademik. Bertanya dan melihatmasalah dari perspektif yang berbeda menjadi bekal utamauntuk bersaing di level global.
“Alhamdulillah lebih banyak sukanya karena penuh syukurdikasih Allah kesempatan belajar dan eksplorasi di dunia riset sampai ke Cambridge,” pungkas Alfina dan Arief.
Penulis : Arini Maghfiroh











