INDONESIAUPDATE.ID – Ribuan warga Turki dan masyarakat internasional, termasuk Indonesia, turun ke jalan dalam aksi Gazze Kararlık Yürüyüşü di Ankara. Aksi solidaritas ini digelar sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina serta penolakan terhadap genosida, blokade, dan pendudukan Israel di Gaza.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ankara Filistin Dayanışma Platformu (ANFIDAF) ini juga diikuti oleh berbagai organisasi dan dernek seperti IHH, Önder, Asma Köprü, serta sejumlah komunitas kampus dan individu dari berbagai latar belakang. Aksi dimulai dari depan Melike Hatun Camii (Ulus) menuju Kızılay Meydanı, dan berlangsung penuh semangat sejak pukul 13.30 waktu setempat.
Salah satu peserta sekaligus petugas solidaritas dalam aksi ini adalah Nadia Alifia Murtafi’ah, mahasiswi Indonesia yang saat ini tengah menempuh studi di Ankara. Ia terlibat langsung sebagai görevli melalui organisasi IHH Ankara.
“Saya ikut menjadi petugas solidaritas karena pawai Palestina ini adalah hal yang baik. Saya bertekad untuk bisa ikut serta mempersiapkan pawai ini,” ungkap Nadia saat diwawancarai.
Menurutnya, koordinasi antara panitia dan peserta aksi berlangsung tertib dan terorganisir. Panitia sudah bersiap sejak pagi hari, dan selepas salat Zuhur berjamaah, pawai pun dimulai dengan penuh semangat.
“Masyarakat sangat antusias menyuarakan kemerdekaan Palestina. Dari anak kecil yang masih di stroller hingga lansia, semua ikut serta dalam pawai ini,” tutur Nadia.
Dalam tugasnya, Nadia bersama tim IHH bertanggung jawab di bagian distribusi balon dan perlengkapan untuk anak-anak. Mereka membagikan balon, origami perahu kertas, permen, coklat, dan pita biru kepada anak-anak di pelataran masjid sebagai simbol harapan dan kebahagiaan.
“Antusiasme dan senyuman anak-anak membuat saya bahagia sekaligus terharu. Orang tua di Turki menanamkan semangat kebaikan sejak dini dengan mengajak anak-anak mereka ikut dalam aksi ini,” tambahnya.
Nadia mengaku sangat terharu melihat solidaritas masyarakat Turki yang begitu kuat terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia menilai, semangat yang bergema di jalan-jalan Ankara hari itu menjadi “ledakan besar” yang membangkitkan kembali empati dan kepedulian banyak pihak.
“Suara kebaikan untuk Palestina seolah tidak berhenti di hari itu. Aksi ini terus bergema dan berlanjut,” ujarnya.
Kepada masyarakat Indonesia, Nadia menyampaikan pesan agar tidak pernah berhenti mendukung kemerdekaan Palestina. Ia menegaskan bahwa dasar konstitusi Indonesia melalui Pembukaan UUD 1945 secara jelas menolak segala bentuk penjajahan.
“Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. Negara kita pernah dijajah, dan sekarang ada bangsa lain yang sedang memperjuangkan kebebasannya. Jangan mudah terkecoh oleh framing media pro-zionis,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran mahasiswa Indonesia di Turki yang aktif dalam berbagai kegiatan solidaritas untuk Palestina, mulai dari kampanye kefiye, forum diskusi, hingga doa bersama.
“Kemerdekaan Palestina adalah tujuan besar. Perjuangan panjang ini dimulai dari mimpi kecil yang disambungkan bersama—dari individu, keluarga, organisasi, hingga antarnegara,” tutup Nadia penuh harap.
Ke depan, berbagai platform dan dernek di Ankara seperti ANFIDAF dan Genç IHH berencana melanjutkan gerakan solidaritas melalui forum diskusi, kampanye kefiye pada 7 Oktober, hingga doa bersama untuk Palestina. Informasi mengenai kegiatan serupa dapat diakses melalui akun Instagram resmi kedua organisasi tersebut.
Penulis : Lolandra











