INDONESIAUPDATE.ID — Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU menegaskan bahwa perguruan tinggi memegang peran sentral dalam menentukan arah masa depan Indonesia. Menurutnya, agenda besar “Indonesia Naik Kelas” hanya dapat terwujud apabila kampus mampu berfungsi sebagai pusat lahirnya pemikiran strategis, inovasi, dan kepemimpinan nasional yang berdampak nyata.
Penegasan tersebut disampaikan Heri Hermansyah dalam kegiatan bedah buku Indonesia Naik Kelas karya Dr. Dany Amrul Ichdan, S.E., M.Sc. yang diselenggarakan Universitas Indonesia. Buku ini disunting oleh Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M. dan mengangkat gagasan besar tentang sinergi hilirisasi sumber daya alam (SDA) dan penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi Indonesia menuju kekuatan global.
“UI melihat buku ini bukan sekadar wacana, tetapi sebagai panggilan strategis bagi dunia akademik. Kampus harus menjadi rumah lahirnya inovator, pemimpin, dan pemikir yang mampu membawa Indonesia naik kelas dan semakin diperhitungkan di kancah global,” ujar Heri.
Kampus, Hilirisasi, dan Tanggung Jawab Sejarah
Heri menekankan bahwa agenda hilirisasi nasional tidak boleh berhenti pada aspek ekonomi dan industri semata. Tanpa SDM unggul yang dibentuk melalui pendidikan tinggi dan riset berkualitas, hilirisasi justru berisiko kehilangan arah jangka panjang.
Menurutnya, UI memiliki tanggung jawab historis untuk memastikan bahwa transformasi ekonomi Indonesia berjalan beriringan dengan transformasi intelektual dan sosial.
“Universitas harus hadir sebagai penjaga arah. Hilirisasi SDA harus ditopang riset, inovasi, dan penguatan karakter manusia Indonesia. Inilah peran strategis kampus dalam sejarah bangsa,” kata Heri.
SDM Unggul sebagai Kunci Kekuatan Global
Pandangan tersebut sejalan dengan pemaparan Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, yang menilai bahwa kekayaan alam saja tidak cukup untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.
“Kuncinya adalah manusia. Kita harus mengambil momentum sekarang, sambil mengelola sumber daya alam, kita juga harus meningkatkan mutu rakyat dan bangsa kita,” ujar Hashim.
Ia optimistis, dengan pengelolaan SDA yang berpadu dengan kualitas manusia yang unggul, Indonesia berpeluang besar tampil sebagai kekuatan global.
Gerakan Moral dan Inklusivitas Pembangunan
Penulis buku Indonesia Naik Kelas, Dr. Dany Amrul Ichdan, menyebut bahwa gagasan dalam buku ini merupakan gerakan moral yang melampaui kepentingan politik jangka pendek. Menurutnya, transformasi bangsa memerlukan orkestrasi kerja bersama lintas sektor yang dilandasi ketulusan.
“Naik kelas bukan sekadar narasi, tetapi komitmen kolektif untuk terus memperbaiki kualitas diri dan bangsa. Kampus harus menjadi pionir dan saksi sejarah perjalanan itu,” ujar Dany.
Kolaborasi Lintas Sektor
Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Koperasi Dr. Ferry Joko Juliantono serta diikuti secara daring oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani.
Diskusi kemudian dilanjutkan melalui sesi talkshow yang dipandu Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi UI, Chairul Hudaya, Ph.D., dengan menghadirkan Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si., serta kreator konten keislaman Husein Ja’far Al-Hadar.
Para narasumber sepakat bahwa agenda Indonesia naik kelas harus bersifat inklusif, menyentuh masyarakat akar rumput, serta memastikan kesejahteraan warga desa agar transformasi nasional benar-benar dirasakan secara merata. (*)
Rektor Heri Hermansyah Serukan Kampus sebagai Pusat Transformasi Bangsa











