INDONESIAUPDATE.ID – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menggelar pertemuan resmi dengan Presiden Asosiasi Bulutangkis Jepang, Mitsuru Murai, di Senayan, Jakarta, pada Selasa (21/1/2026).
Dalam sambutannya, Ketua Umum PBSI, M. Fadil Imran, mengapresiasi setinggi-tingginya kehadiran Presiden Asosiasi Bulutangkis Jepang beserta jajaran.
“Kedua negara memiliki sejarah panjang serta kontribusi besar dalam membentuk wajah bulutangkis Asia dan dunia,” ujar Fadil dalam keterangannya, dikutip dari rilis PBSI, Sabtu (24/1/2026).
Ia menambahkan, bahwa Indonesia memandang Jepang tidak semata sebagai rival di arena pertandingan, melainkan sebagai mitra strategis yang memiliki kesamaan nilai dalam sistem pembinaan dan pengembangan atlet.
Dalam kesempatan tersebut, PBSI menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas Memorandum of Understanding (MoU) yang telah diajukan oleh Asosiasi Bulutangkis Jepang dan secara resmi diterima oleh PBSI pada 1 Desember 2025.
Inisiatif ini disambut secara positif sebagai wujud nyata komitmen kedua asosiasi untuk membangun kerja sama yang lebih mendalam, terstruktur, dan berorientasi jangka panjang.
PBSI melihat potensi kerja sama yang signifikan di berbagai bidang strategis mulai dari pengembangan program pelatihan dan pembinaan atlet bersama, termasuk pertukaran keahlian olahraga serta metodologi kepelatihan.
Selain itu, kerja sama juga diharapkan mencakup pertukaran pengetahuan dalam sistem pembinaan berprestasi tinggi, pengembangan atlet usia muda, serta manajemen kompetisi.
Tak hanya di aspek teknis, PBSI juga membuka peluang kolaborasi di sektor bisnis dan komersial, termasuk penyelenggaraan event bersama, aktivasi sponsor lintas negara, serta pengembangan industri yang berkaitan dengan bulutangkis.
Fadil meyakini, kerjasama ini dapat memberikan manfaat bersama bagi kedua asosiasi sekaligus berkontribusi pada kemajuan bulutangkis di kawasan Asia.
Selain membahas kerja sama bilateral, pertemuan ini juga menyinggung Asian Games 2026 yang akan diselenggarakan di Jepang pada September mendatang.
Bagi Indonesia, Asian Games merupakan ajang multi-cabang olahraga yang sangat penting, di mana bulutangkis memegang peran strategis sebagai salah satu cabang unggulan.
Sehubungan dengan hal tersebut, PBSI menyampaikan harapan akan dukungan dan bantuan dari Asosiasi Bulutangkis Jepang, khususnya dalam memfasilitasi persiapan tim Indonesia.
Dukungan yang dimaksud mencakup koordinasi terkait kamp pelatihan dan program adaptasi, dukungan logistik, kesiapan kompetisi, serta komunikasi yang intensif dan berkelanjutan antara kedua asosiasi selama masa persiapan menuju Asian Games 2026.
Dalam pertemuan tersebut, PBSI juga mengangkat isu fasilitasi visa olahraga bagi atlet Indonesia. Mengingat atlet-atlet Indonesia secara rutin mengikuti turnamen BWF utama di Jepang, seperti Japan Open dan Japan Masters.
Karena itu, PBSI berharap adanya kemudahan dalam proses pengajuan serta percepatan waktu pemrosesan visa olahraga.
Menurut Fadil, hal tersebut sangat penting dalam rangka mendukung perencanaan siklus latihan, pengaturan perjalanan internasional, serta pengelolaan jadwal performa puncak atlet.
Ia menyebut, bahwa isu visa tidak semata bersifat administratif, tetapi bentuk kerja sama praktis yang secara langsung mendukung pencapaian prestasi dan keunggulan atlet.
Mengakhiri sambutannya, Fadil menyatakan komitmen kuat PBSI untuk membangun kemitraan jangka panjang yang strategis dengan Asosiasi Bulutangkis Jepang.
“Marilah kita bekerja sama tidak hanya sebagai kompetitor di lapangan, tetapi sebagai mitra yang bersama-sama berkontribusi terhadap pengembangan bulutangkis global,” pungkasnya.











