INDONESIA UPDATE – Program stabilisasi pangan yang dijalankan pemerintah menjelang Ramadan 1447 Hijriah menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Ketua Umum Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA), Don Muzakir, menilai langkah cepat dan terukur pemerintah dalam menjaga pasokan serta harga pangan menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi kebutuhan dasar masyarakat.
Berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) per Kamis (12/2), harga sejumlah komoditas utama seperti beras, daging sapi, ayam ras, cabai, dan bawang merah relatif stabil. Kondisi ini berbeda dengan pola tahunan sebelumnya, di mana harga pangan biasanya mulai merangkak naik menjelang Ramadan.
“Stabilitas ini bukan kebetulan. Ini hasil kerja nyata pemerintah yang serius memastikan rakyat bisa menjalani Ramadan tanpa tekanan lonjakan harga. Negara hadir, dan itu dirasakan langsung oleh pedagang maupun masyarakat,” ujar Don Muzakir, Kamis (12/2).
Ia menyoroti berbagai program strategis yang dinilai berhasil menahan gejolak harga, mulai dari penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), operasi pasar pangan murah, hingga penguatan distribusi logistik pangan nasional. Menurutnya, kesiapan pemerintah tahun ini terlihat lebih matang karena intervensi dilakukan sebelum permintaan masyarakat mencapai puncaknya.
“Penyaluran cadangan beras pemerintah melalui SPHP sangat efektif menjaga keseimbangan pasar. Operasi pasar murah juga membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ini menunjukkan perencanaan pemerintah semakin presisi dan berbasis data,” jelasnya.
Don juga mengapresiasi koordinasi lintas sektor yang semakin solid, mulai dari kementerian teknis, Bulog, pemerintah daerah, hingga aparat pengawas pangan. Ia menyebut penguatan sistem distribusi dan pengawasan membuat potensi spekulasi harga dapat ditekan secara signifikan.
“Distribusi lebih tertata, stok terjaga, dan pengawasan diperketat. Ketika semua elemen bergerak bersama, stabilitas pasar tercapai. Ini contoh nyata kebijakan pangan yang bekerja untuk rakyat,” katanya.
Menurut Don, keberhasilan menjaga stabilitas pangan menjelang Ramadan bukan hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga pada ketenangan sosial masyarakat. Ia menilai keterjangkauan harga kebutuhan pokok menjadi faktor penting agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang.
PAPERA pun mendorong agar program stabilisasi pangan terus diperkuat hingga puncak Ramadan dan Idulfitri, termasuk dengan memperluas operasi pasar, menjaga cadangan pangan strategis, serta memastikan distribusi berjalan lancar di seluruh wilayah.
“Jika konsistensi ini dijaga, maka gejolak harga bisa dicegah. Program pangan yang kuat bukan hanya menjaga inflasi, tapi juga menjaga kesejahteraan rakyat,” tutup Don.
Data PIHPS menunjukkan harga beras medium secara nasional masih dalam tren stabil, sementara komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang mengalami fluktuasi ringan namun tetap terkendali. Pemerintah disebut akan terus memonitor pergerakan harga harian guna memastikan stabilitas pangan tetap terjaga hingga periode Lebaran. (*)











