INDONESIA UPDATE – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) resmi meluncurkan program menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Tahun ini, BMH mengusung tema besar “Ramadhan Bahagia dengan Berzakat” yang bertujuan menebar kemaslahatan di 36 provinsi di Indonesia hingga mancanegara.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/2/2026), Direktur Utama BMH, Supendi, menjelaskan bahwa zakat memiliki dimensi kebahagiaan ganda. Tidak hanya bagi mustahik (penerima), tetapi juga bagi muzaki (pemberi).
“Secara saintifik, berbagi menstimulus hormon dopamin yang mendatangkan gembira. Jika penduduk Indonesia banyak yang bahagia karena berzakat, maka negara ini akan lebih sejahtera, aman, dan tenang,” ujar Supendi.
Direktur Programdaya BMH, Syamsuddin, menambahkan bahwa program tahun ini dirancang sebagai respons atas kondisi sosial di Tanah Air. Khususnya, pascabencana banjir yang melanda tiga provinsi di Sumatra sejak awal tahun 2026, yang berdampak pada satu juta jiwa.
“Kondisi ini memperparah ketimpangan ekonomi bagi 23 juta warga di bawah garis kemiskinan. Keberkahan Ramadhan kami harapkan dapat hadir menjadi pelipur lara, terutama bagi kaum dhuafa yang kehilangan tempat tinggal,” kata Syamsuddin.
BMH menyiapkan ekosistem dampak yang komprehensif melalui delapan program tematik:
Bahagia Berbagi Buka Puasa dan Sahur: Paket pangan siap saji bagi warga prasejahtera.
Berbagi Senyum (Ibadah dan Dakwah): Penugasan 1.500 dai ke daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) serta renovasi sarana 100 masjid terdampak bencana.
Wakaf Pembangunan: Pembangunan masjid, sekolah, dan asrama pendidikan.
Bahagia Berbagi untuk Palestina: Penyaluran bantuan ke Gaza serta pengungsi di Yordania dan Mesir, termasuk safari dakwah imam Palestina di Indonesia.
Berbagi Kebahagiaan Ramadhan: Bingkisan Lebaran untuk yatim, guru ngaji, dan tenaga honorer.
Dapur Kebahagiaan Ramadhan: Sentra logistik pangan di 36 jaringan pesantren BMH di seluruh Indonesia.
Bekal Akhirat: Fasilitas wakaf produktif berupa tanah, sawah, dan armada motor dakwah.
Penyintas Bencana: Fokus pemulihan korban banjir di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
Komitmen Profesionalisme
Kepercayaan masyarakat terhadap BMH terus meningkat, tercermin dari penghimpunan dana tahun 2025 yang mencapai Rp302 miliar, tumbuh 12,3 persen. Guna menjaga amanah tersebut, BMH berkomitmen pada transparansi pengelolaan.
“Kami menyajikan laporan mingguan dan laporan akhir program dengan SOP yang ketat. Target kami, rasio pendistribusian minimal mencapai 80 persen dari dana terkumpul agar dampak yang dirasakan masyarakat benar-benar maksimal,” pungkas Syamsuddin.
Melalui jaringan luas di 36 provinsi, BMH berikhtiar memastikan Ramadhan 1447 H menjadi momentum kebangkitan ekonomi umat dan solidaritas global bagi saudara muslim di Palestina, Sudan, dan Yaman.(*)











