INDONESIAUPDATE.ID – Sebulan setelah dibentuk pada 9 Februari 2026, Tim Maung ASRI mulai memperlihatkan jejak kerjanya di Kota Depok.
Tim patroli yang digagas Wali Kota Depok Supian Suri itu tak hanya berkeliling kota, tetapi juga membuka jalur baru partisipasi warga dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan ketertiban lingkungan.
Dalam waktu 30 hari pertama, kanal aduan warga yang dibuka melalui media sosial @maung.depok menerima 136 laporan. Dari jumlah itu, 66 laporan telah ditangani hingga tuntas, 14 telah ditinjau di lapangan, sementara 56 lainnya masih menunggu proses penanganan.
Tim Maung ASRI dibentuk sebagai ujung tombak pelaksanaan Program ASRI yakni Aman, Sehat, Rapi, dan Indah, yang juga menjadi bagian dari arahan pemerintah pusat untuk memperkuat pengelolaan lingkungan perkotaan.
Berbeda dengan pola birokrasi konvensional, tim ini menggabungkan patroli lapangan dengan respons cepat terhadap laporan warga.
Setiap hari, dua regu patroli diturunkan menyisir wilayah timur dan barat Kota Depok. Mereka menelusuri ruas jalan utama hingga jalan lingkungan, mencari temuan langsung di lapangan sekaligus meninjau laporan yang masuk dari masyarakat.
Pola kerjanya dibuat berlapis. Saat dua regu bertugas di lapangan, anggota yang selesai piket sebelumnya ditempatkan di Command Centre.
Dari ruangan ini, laporan warga direkap, perkembangan penanganan diinformasikan secara terbuka kepada pelapor, serta materi edukasi lingkungan diproduksi melalui video yang diunggah ke media sosial.
Ketua Tim Maung ASRI, Tri Sakti Anggoro, mengatakan antusiasme warga menjadi modal utama timnya. Menurut dia, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kesadaran lingkungan yang mulai tumbuh.
“Kami senang warga antusias melaporkan masalah di lingkungannya, ini bukti bahwa masyarakat kita semakin peduli terhadap kondisi kota,” ucapnya, Rabu (11/3/2026).
Ia menambahkan, setiap laporan yang masuk akan terus diperbarui progres penanganannya kepada pelapor. “Progres laporan selalu kami sampaikan sebagai bentuk profesionalitas dalam menangani aduan warga,” tutur Sakti.
Di ruang digital, gaung tim ini juga terasa. Dalam sebulan, kata Sakti, akun media sosial mereka mencatat lebih dari 350 ribu tayangan dengan ribuan pengikut dari berbagai kelompok usia.
Respons warganet didominasi sentimen positif, terutama terhadap pendekatan transparansi laporan.
Selain patroli dan penanganan aduan, tim juga menggelar empat kegiatan sosialisasi tematik selama sebulan, masing-masing satu kegiatan setiap pekan untuk mengedukasi warga mengenai kebersihan dan ketertiban lingkungan.
Ke depan, Sakti bilang, tim Maung ASRI berencana memperkuat sistem kerja mereka. Salah satunya dengan merilis laporan kinerja bulanan secara terbuka kepada publik.
Tim juga akan menyesuaikan gaya komunikasi dengan usia pelapor agar masyarakat merasa lebih nyaman menyampaikan laporan.
Langkah lain adalah menggandeng media, unsur wilayah, dan dinas terkait agar proses pelaporan hingga penanganan bisa berjalan lebih cepat dan responsif.
“Yang terpenting adalah penguatan sumber daya agar kami bisa semakin sigap menanggapi laporan warga maupun temuan patroli,” papar Sakti.
Namun, bagi sebagian warga Depok, kehadiran “maung” yang berpatroli di jalanan kota itu sudah memberi satu pesan sederhana: menjaga lingkungan kini bukan lagi urusan pemerintah semata, melainkan kerja bersama seluruh warga kota.











