HEADLINESNASIONAL

Deretan Fakta Vaksin versus Varian Covid-19 Baru

617
×

Deretan Fakta Vaksin versus Varian Covid-19 Baru

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi/Pixabay

INDONESIAUPDATE.ID – Penyebaran Covid-19 masih sulit dikendalikan. Secara global, arus pandemi yang kembali menguat sejak akhir Juni lalu, menjadi serangan gelombang ketiga.

Hanya saja, pada dua pekan terakhir terhitung dari 17 Agustus 2021, angka kasusnya mulai melandai, dengan penambahan empat dan dua persen saja. Ironisnya, gelombang baru itu muncul di tengah vaksinasi yang semakin masif.

Per 16 Agustus 2021, tercatat 2,46 miliar (31,6 persen) penduduk planet bumi ini sudah menerima suntikan vaksindosis pertamanya. Yang telah menerima dua dosis suntikan lengkap ada 23,7 persen. Namun, masifnya vaksinasi itu seperti tak bisa menghalangi Covid-19, dengan segala varian barunya, untuk terus menyebar.

Gelombang ketiga serangan Covid-19 global saat ini mengakibatkan ada 4,2 juta kasus positif dalam sepekan, yang berarti rata-rata  600 ribu kasus baru per hari. Masih jauh di bawah puncak pandemi (gelombang dua) pertengahan April 2021 yang rata-rata menjangkiti lebih dari 800 ribu orang sehari.

Dipastikan, pada gelombang ketiga ini, empat varian baru yang paling dominan, yakni varian Alpha B-117 asal Inggris, varian Beta B-1351 asal Afrika Selatan (Afsel), varian Gamma P-1 Brazil, dan varian Delta B-1617 asal India. Varian Alfa sudah menjangkiti 183 negara, Beta hadir di 136 negara, Gamma ada di 142 negara, dan Delta muncul di 142 negara.

Di Indonesia tercatat tiga varian sudah masuk, yakni Alpha, Beta, dan Delta. Varian Delta yang paling dominan di lapangan. Kondisi Malaysia, yang cukup parah terserang pandemi itu, serupa Indonesia.  Namun, di negeri tetangga yang lain Filipina dan Thlailang sudah mencatat lengkap kehadiran empat varian baru yang berbahaya itu. Empat varian itu dikenal sebagai variants of concern (VoC).

Perbandingan Antarvarian

Dalam ulasan mingguan yang dirilis 10 Agustus 2021, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuat  gambaran tentang kiprah varian baru itu. Dalam ulasannya, para ahli WHO memakai bahan kajian dari lembaga-lembaga penelitian yang kredibel di banyak negara, yang masuk jejaring institusinya.

Berita Terkait  PSBB Jawa-Bali, BPOM RI Setujui Vaksin Sinovac

Sebuah studi kasus di Qatar, menurut laporan WHO, membandingkan  serangan varian Alpha dan Beta. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang terserang varian Beta punya kemungkinan 1,24 kali lebih  besar untuk mengalami gejala cukup berat dan harus dirawat di rumah sakit, dibanding kelompok yang terserang varian Alpha B-117 asal Inggris.

Kelompok pasien yang terserang Varian B-1351 Beta itu juga punya risiko 1,49 kali masuk ke ruang ICU. Lebih lanjut, secara rata-rata risiko kematian varian Beta ini 1,57 kali lipat dibanding kelompok Alpha. Temuan di Qatar ini jelas menunjukkan varian Beta lebih ganas dari Alpha.

Bagian lain laporan WHO itu menunjuk pada hasil monitoring di Inggris, 12–27 Juni 2021 atas 980 pasien usia di atas 15 tahun yang terkonfirmasi positif Covid-19 melalui PCR positif Covid-19, ternyata ada 82 orang yang mengalami infeksi ulang (reinfeksi). Statistik itu juga menunjukkan, risiko infeksi oleh varian Delta itu 1,46 lebih besar ketimbang reinfeksi varian Alpha. Mengutip laporan 167 kasus transmisi lokal pertama atas varian Delta di Tiongkok, ulasan WHO pun menyebutkan bahwa viral load pada pasien itu besarnya 1.000 kali dibanding pasien Covid-19 di awal pandemi di Wuhan. Viral load itu ditunjukkan oleh hasil pengukuran PCR pada CT value yang sama. Ke-167 orang itu diperiksa ketika menjalani karantina.

Secara umum, baik varian Alpha, Beta, Gamma, maupun Delta, semuanya disebut punya daya tular (transmisibilitas) yang lebih kuat dibanding varian sebelumnya. Keempat VoC ini juga terbukti bisa meningkatkan risiko keparahan yang lebih tinggi, yang membuat lebih banyak korbannya digotong ke rumah sakit untuk menjalani perawatan, dan meningkatkan risiko kematian.

Dalam hal risiko reinfeksi, yang kuat ialah varian Delta dan Beta. Keduanya bisa menerjang sistem antibodi yang terbentuk dari infeksi pertama. Varian Gamma dan Alpha ada di level bawahnya. Toh, ada sisi berita baiknya bahwa tak ada laporan yang menyatakan keempat varian ini bisa lepas dari diagnosis PCR. Setidaknya, belum ada laporan kredibel yang menyebutkan empat varian penting itu secara definitif  bisa lepas dari pantauan mesin RT-PCR.

Berita Terkait  Ini Kata MUI Soal Pelaksanaan Vaksin Covid-19 Sinovac

Vaksin versus VoC

Secara ringkas, proteksi vaksin terhadap ke-4 VoC itu, dengan segala keterbatasan data pengujian,  bisa diuraikan varian adalah sebagai berikut. Kinerja vaksin ini mengacu pada hasil vaksinasi pascasuntikan kedua (dosis lengkap) dan dilakukan di lapangan, bukan hasil uji klinis tahap 3 yang sudah banyak dipublikasikan.

  1. Varian Alpha B-117

Secara umum semua vaksin dilaporkan mengalami efek penurunan daya netralisasinya (meredam) aksi virus di dalam tubuh. Penurunannya antara 10–20 persen. Namun, pengaruhnya atas efikasi tak ada laporan yang menyeluruh. Laporan hanya ada pada beberapa merk. AstraZeneca, misalnya, melaporkan bahwa efikasi terhadap penularan turun 10 persen dan efikasi pada keparahan susut antara 10–20 persen. Tak ada laporan terkait efikasi pada fatalitas (kematian). Moderna dan Pfizer-Biontech juga melaporkan penurunan efikasi pada keparahan (severity) 10 persen.

  1. Varian Beta B-1351

Terhadap serangan Varian Beta daya tangkal vaksin itu menurun lebih jauh. Vaksin Anhui, Beijing-CNBG dan Bharat (India) melaporkan penurunan netralisasi 10–20 persen. AstraZeneca dan Sputnik  V mengalami penurunan 20–30 persen. Bahkan, Moderna, Pfizer-Biontech dan Covavax melaporkan daya tangkal antibodi penggunanya turun lebih dari 30 persen.

Namun, laporan efikasi penularan dan tingkat keparahan tidak banyak tersedia. Pfizer melaporkan efikasinya kepada penularan turun 10–20 persen, dan efikasi keparahan susut 10 persen. Pada saat yang sama, AstraZeneca dan Novavax mencatat efikasinya terhadap keparahan anjlok lebih dari 30 persen. Tak tersedia laporan tentang mortalitas.

  1. Varian Gamma

Secara umum tak banyak kajian yang spesifik tentang daya tangkal vaksin terhadap varian Gamma ini. Gambaran yang ada adalah penurunan daya penetralisasi dari mereka yang divaksin genap dua dosis kepada Varian P-1 asal Brazil itu susut antara 10–20 persen. Sinovac (Tiongkok) melaporkan bahwa efikasi untuk penularan pada varian Gamma ini turun 10–20 persen.

  1. Varian Delta
Berita Terkait  Terjadi Perubahan Iklim dan Krisis Pangan Dunia, Badan Pangan Nasional/NFA Pastikan Stok Pangan Nasional Aman

Hampir semua jebol efikasinya oleh varian Delta. Vaksin Sinovac (banyak digunakan di Indonesia) melaporkan penurunan daya netralisasinya sampai di atas 30 persen, sementara Anhui turun 10–20 persen, dan AstraZeneca anjlok di atas 30 persen. Moderna dan Janssen-Ad26 merosot 10 persen dan Pfizer susut 10–20 persen. Laporan yang lebih spesifik pun belum tersedia.

Lagi-lagi AstraZeneca dan Pfizer-Biontech menunjukkan kepeloporan dalam keterbukaan kinerjanya, dan menyebutkan adanya penurunan efikasi penularan dan keparahan. Dalam hal efikasi penularan, keduanya mengalami penurunan 10 persen. Namun, dalam hal efikasi keparahan, AstraZeneca susut 20 hingga 30 persen, sedangkan efikasi Pfizer merosot 10–20 persen. Tak ada laporan tentang angka kematian (fatalitas).

Situasi Indonesia

Sejauh ini belum ada evaluasi efikasi vaksin, berbasis merk, yang sudah digunakan di Indonesia. Tapi secara umum,Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa sekitar 90–94 persen dari kelompok orang yang meninggal karena serangan Covid-19 berstatus belum divaksin. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, dalam video yang beredar di  akhir Juli 2021 menunjukkan bahwa mereka yang sudah menjalani vaksinasi umumnya mengalami gejala yang lebih ringan.

Penjelasan Gubernur Bali I Wayan Koster, akhir Juli lalu, mendukung keterangan Dr Dante Saksono. Di Bali, selama gelombang kedua pandemi Juli 2021, dari seluruh kasus aktif Covid-19 itu, 40 persen sudah divaksin (sebagian besar sekali dosis suntikan), dan 60 persen lainnya belum divaksin sama sekali. Dari kasus positif itu, mereka yang sudah tervaksin umumnya  mengalami gejala lebih ringan.

Dari  sisi fatality rate, kematian terjadi lebih banyak dari kalangan yang belum tervaksin. ‘’Sekitar 91 persen kematian terjadi pada pasien yang belum divaksinasi. Ada tujuh persen yang sudah divaksin, dan  2 persen tidak diketahui status vaksinasinya,’’ ujar I Wayan Koster. Dari 7 persen, yang meninggal itu, sebagian juga baru menerima satu dosis suntikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news
JOINPLAY303
sukses303
sboku99
JOINPLAY303
Optimalisasi Analisis Sinkronisasi Spin di Lingkungan Online yang Responsif
Menyusun Pendekatan Bermain yang Seimbang untuk Hasil Lebih Konsisten
Pendekatan Modern Membaca Pola Bermain Secara Bertahap untuk Analisis Strategi yang Lebih Akurat
Memahami Dinamika RTP untuk Menjaga Konsistensi dan Kontrol Risiko
Strategi Modern Mengamati RTP untuk Jaga Ritme Permainan dan Tingkatkan Peluang Menang
Memahami RTP dalam Permainan Harian dengan Pendekatan Terarah yang Lebih Rasional
Kunci Awal Yang Sering Terlewat: Memahami Pola Terkini Secara Tepat
Pendekatan Menyeluruh Manajemen Risiko Berbasis Data Statistik Real-Time
Manajemen Modal Adaptif Berdasarkan Observasi Pola RTP Berkembang
Eksplorasi Empiris Hubungan RTP Dengan Prospek Keuntungan Bertahap
Pendekatan Terarah Dalam Memahami Pola Data Untuk Rotasi Efisien
Studi Terpadu RTP: Kombinasi Analisis Kuantitatif dan Evaluasi Berkala
Cara Praktis Mengelola Pergerakan RTP Melalui Analisis Data Dan Disiplin Finansial
Pendekatan Terpadu: Model Analitik RTP Untuk Perencanaan Sesi Yang Akurat
Mengubah Ketidakpastian Jadi Keuntungan: Pendekatan Probabilitas untuk Puzzle Kombinasi Digital
Mengapa Pola Dingin Bisa Berubah Jadi Panas: Rahasia Statistik di Balik Permainan Simbol Asia
Membaca Probabilitas Tersembunyi: Strategi Cerdas untuk Game Tradisional yang Dimodernisasi
Psikologi Adaptasi: Latih Otak Agar Tak Terjebak Emosi Saat Peluang Berfluktuasi
Evolusi dari Meja Mahjong ke Algoritma: Menuju Pengalaman Bermain yang Lebih Transparan & Adil
Hitung Ekspektasi Jangka Panjang: Cara Bertahan dan Menang di Sesi Permainan yang Panjang
Mengelola Volatilitas Mental: Teknik Psikologis Saat Hasil Acak Menguji Kesabaran
Big Data Mengungkap Rahasia: Apa yang Bisa Dipelajari dari Ribuan Kombinasi Simbol
Strategi Real-Time 2026: Menyesuaikan Keputusan Berdasarkan Perubahan Probabilitas Langsung
Fairness di Era Digital: Mengapa Pemahaman Probabilitas Menjadi Standar Baru Hiburan Online
Momentum Harian Mahjong Ways: Waktu Terbaik untuk Hasil Maksimal Strategi Bertemu Keberuntungan: Dinamika Baru Permainan Mahjong Saat Ritme Permainan Berubah: Faktor Dinamis dalam Mahjong Spin Lebih Cepat, Adrenalin Lebih Panas! Rahasia PG Soft Tingkatkan Intensitas Frekuensi Spin PG Soft Naik Level: Intens Bermain Meledak, Sesi Lebih Lama Fenomena PG Soft 2026: Spin Padat Bikin Ketagihan Main Intens & Lama PG Soft Speed Boost: Spin Ganas, Intensitas Naik, Durasi Bermain Panjang Main Lebih Lama & Seru? Peningkatan Spin Rate PG Soft Ubah Permainanmu Efek Dahsyat Spin Sering di PG Soft: Intensitas Meledak & Jam Bermain Bertambah apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik Membandingkan Blackjack dengan Permainan Kartu Di Asia dalam Perspektif Strategi Cuan Mahjong Wins 2 Untuk Beli Emas Asli dengan Pendekatan Adaptif Mengubah Hasil Pola Mahjong Ways 2 Menjadi Aset Ternak Walet Produktif Dinamika Perjalanan Pemain Mahjong Ways Hingga Miliki Kebun Sawit Luas Spin Keberuntungan Mahjong Wins Jadi Pondasi Bisnis Franchise Minuman Kekinian Mengupas Perbandingan Blackjack dengan Permainan Kartu Di Asia Berbasis Statistik Keuntungan Mahjong Wins 2 Diubah Jadi Emas Melalui Proses Analisis Mendalam Mengoptimalkan RNG Mahjong Ways 2 demi Modal Usaha Sarang Walet Berkelanjutan Mahjong Ways Jadi Modal Awal Usaha kebun Sawit Berkat Perencanaan Strategi Sistem Permainan Mahjong Wins Berbuah Modal untuk Bisnis Tanaman Hias dan Variasi Produk Analisis Data Perbandingan Blackjack dan Permainan Kartu Favorit Di Asia Optimalisasi Hasil Mahjong Wins 2 untuk Beli Emas Melalui Pemahaman Sistem Permainan Mengatur Jam Bermain Mahjong Ways 2 demi Modal Investasi Peternakan Sarang Walet Langkah Cerdas Pemain Mahjong Ways Bangun Kebun Sawit dengan Pendekatan Terukur Modal Mahjong Wins Disulap Jadi Toko Sembako Mandiri dengan Pendekatan Statistik Seberapa Unggul Blackjack Dibanding Permainan Kartu Lain Di Asia? Tinjauan Analisis Strategi Konversi Hasil Mahjong Wins 2 Untuk Beli Emas Berdasarkan Tren RTP Pengambilan Keputusan Tepat di Mahjong Ways 2 untuk Modal Perternakan Sarang Walet Mahjong Ways Membuka Jalan Rezeki Hingga Usaha Kebun Sawit Luas Terbang Tinggi Algoritma Ritme Mahjong Wins Membuka Jalan Bisnis Studio Foto Kreatif Membandingkan Blackjack dengan Permainan Kartu Di Asia dalam Perspektif Strategi wala meron digmaan Pasang Pola Super Scatter SURYAJP yang Diam-Diam Jadi Favorit Komunitas Desain Mahjong Wins 3 Disebut Pengaruh Scatter Hitam, Ini Penjelasan Lengkap di SURYAJP Kenapa Scatter Hitam Mahjong Wins 3 Terasa Aktif di Jam Tertentu? Analisis RTP SURYAJP Putaran Manual vs Otomatis, Mana Lebih Dekat ke Super Scatter Mahjong Wins 3? Mahasiswi Bandung Temukan Celah! Kelola Penghasilan Harian Go-Car, Scatter Hitam SURYAJP Jadi Perbincangan Berapa Modal Aman Coba Pola Scatter Hitam Mahjong Wins 3 di SURYAJP Total Strategi Penjaga Kios Saat Mengejar Scatter Hitam Tanpa Boros Modal Kenapa Super Scatter SURYAJP Sering Dianalogikan Seperti Mengelola Usaha Kecil Kirim Cerita Nyata Mahasiswi Bandung Andalkan Super Scatter di SURYAJP untuk Bayar UKT Mahjong Wins 3 dan Scatter Hitam SURYAJP, Tren Baru di Lingkaran Kelas Bisnis Online joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 senang303 sukses303 horus303 joinplay303 sukses303 amarta99 monggojp
metroartschool widyanataarchitect mirecomendadotienda inspiredgardenideas afroskin mediaedukasiborneo darknetbills ellacoffeemall mauiislandportraits lesechecsdelareussite rumahbintang centrovirginia mitramedikasolo sloveniaonbike ioautonews beritakampus naijasportnews salvagegaming lamorenetaeventos thefullfitness programlarindir rastama walangsari bearrockfoods bikersonweb feelwellforever projectparadisegame sciencebookprizes hotelristorantevittoria oaklandpolicebeat atxukale ilesvanille tutelaeucarestia arting.mx global-history travelnewseditor fleeknews worldnewswave lettica.org noahs wish greenrivernetwork autoexpertproducts healthcarelawsuit sportmuseumcuracao beef cattle assurecontrols hospitalnearme arquidiocesisdgo coinsmonedas cirebonpost coronameter shiftorbit icdiss makalu2004 platye kingkong bola minweb
sophiadruidhills meghantius heathergeisler nhcarnivalshop highlandermarket escortwide sankalpanews wanyismart beccariacbd wszgk capespindj dachenggerui healthezi guanbingjd cdlosbiciosos betteboutik jaroshdi ivermectinnoprescription asiannuclearenergy karsmodels casateconelplaneta zamboostwp-login.php mmmcommentaries conlosnanos dnmurals lesfousdebassan piraterfbonline hoganoutletoscarpe clomidsale.online ciprocfx.online animationdesoireekaraoke anjaniflorist movewingame askmeyp justjewellry simplashop expedistaap freewuxiaonline boin boin globallearningsolutionsltd abamoxicillin megaoraksil thewebgacor pulsajuragan