INDONESIAUPDATE.ID – Rantai nilai memiliki peran strategis dalam pembangunan pertanian. Pemahaman rantai nilai yang mumpuni bisa meningkatkan hasil panen petani.
Hal inilah yang tengah dimasifkan Kementerian Pertanian melalui program IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program), bagian dari item IPDMIP.
Di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dinas pertanian setempat menggelar fasilitasi rantai nilai melalui kegiatan bertajuk ‘Kegiatan Temu Usaha’.
Acara berlangsung di lima titik kecamatan, yakni Kecamatan Kendal, Kecamatan Widodaren, Kecamatan Mantingan, Kecamatan Kedunggalar dan Kecamatan Ngrambe, sebagai tindaklanjut dari Temu Usaha I yang dilaksanakan di tingkat kabupaten.
Narasumber Pelatihan, Galih Wiranegara mengatakan giat Kegiatan Temu Usaha II bertujuan untuk mempertajam dan lebih mendekatkan pelaku utama dengan pelaku usaha yang sesuai dengan potensi yang ada di setiap titik lokasi kegiatan.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperpendek rantai pemasaran komoditas sehingga margin petani dapat ditingkatkan.
“Kami juga berharap rantai nilai ini mampu merangsang petani untuk memberikan nilai tambah bagi produk yang dihasilkan dengan sentuhan di pasca panen dan pengolahan,” ujar dia melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (20/11).
Galih menjelaskan para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kegiatan on farm sekaligus kegiatan off farm. Tujuannya tak laig agar petani tidak hanya menguasai hulu akan tetapi juga menguasai hilirnya.
“Pesertanya itu dari poktan peserta SL (Sekolah Lapangan) 2021 dari kecamatan Kendal, Kecamatan Gerih dan Kecamatan Geneng dengan jumlah peserta 50 orang,” kata dia.
“Terdiri dari 39 orang peserta laki-laki dan 11 orang peserta perempuan didalamnya juga hadir beberapa petani muda yang nantinya diharapkan akan menjadi petani milineial yang adaptif dan inovatif,” jelasnya.
Hadir juga para pemateri yang berasal dari pelaku olahan (komoditas unggulan lainya selain padi yaitu Ubi kayu) dan pelaku pasca panen serta Ketua Koperasi“ Koperasi Ngawi Tani Mandiri”.
Adapun materi yang disampaikan meliputi :Pengolahan, Packing, Labeling, Branding, Marketing dan juga Korporasi. KegiatanTemu usaha II di Kecamatan Kendal dilaksanakan di rumah Ketua poktan di Desa Majasem Kecamatan Kendal. Pemberian materi dilakukan dengan cara ceramah, praktek dan diskusi.
Peserta diberi motivasi untuk mempanfaatkan teknologi telekomunikasi yang berkembang pesat guna mengenalkan produk dan memperluas pemasaran, bagaimana kelebihan jika bergabung dalam sebuah korporasi, bagaimana cara branding produk dan packaging yang menarik sehingga menarik minat pembeli.
“Kami juga mengaajak peserta khususnya yang masih usia milineial untuk bergabung di Rumah Inspirasi Cah Angon yang merupakan tempat kumpul atau komonitas anak muda. Untuk membahas dan meningkatkan minat anak muda berwirausaha, mencari solusi terhadap berbagai masalah dan untuk menggali potensi pemuda pemuda Ngawi dengan arah industri yg berbasis pertanian (agroindustri),” tutup Galih.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa IPDMIP harus berperan mendorong proses transformasi dari sistem pertanian tradisional menjadi modern. Untuk itu, SDM-nya harus digarap lebih dahulu.
“Mereka adalah petani, penyuluh, petani milenial melalui pelatihan,” kata Dedi.
Sistem pertanian tradisional, katanya, dicirikan oleh produktivitas yang rendah, penggunaan varietas lokal, dikerjakan secara manual atau dengan bantuan tenaga ternak. Sistem pertanian ini belum memanfaatkan mekanisasi pertanian serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
“Pertanian modern dicirikan masifnya varietas berdaya hasil tinggi, menerapkan mekanisasi dan pemanfaatan teknologi era industri 4.0,” pungkas Dedi.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yakin dengan IPDMIP produktivitas pertanian terus meningkat, khususnya di daerah irigasi.
“Pendapatan petani harus terus naik sehingga kesejahteraan petani juga meningkat,” kata Mentan Syahrul. SYL -sapaannya- mengingatkan bahwa sektor pertanian adalah emas 100 karat. Menjanjikan dan tak pernah ingkar janji sehingga sangat prospektif untuk digeluti.
“Terutama para pemuda dan milenial. Kita gerakan pertanian Indonesia, masa depan pertanian kita ada pada mereka,” pungkas SYL. (*)











