INDONESIAUPDATE.ID – Pada 13 Januari 2022, The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII) mengadakan sebuah diskusi dari via Instagram Live Series “Policy Talks”, dengan tema “Siapkah Pemilu 2024”. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Ahmad Hidayah, Peneliti Bidang Politik TII dan turut mengundang Viryan Aziz, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2017 – 2022.
Di awal diskusi, Ahmad bertanya terkait waktu mempersiapkan pemilu, apakah anggota KPU yang terpilih di tahun 2022 mendatang memiliki cukup waktu, yaitu dua tahun untuk mempersiapkan pemilu.
“Pengalaman saya di tahun 2017, ketika terpilih kami langsung kerja. Kami memang sudah terbiasa bekerja. Apalagi, kami saat itu dihadapkan pada Pilkada tahun 2018,” jawab Viryan. Jawaban ini mengindikasikan bahwa adanya sisa waktu saat ini hingga tahun 2024 tidak menjadi halangan dalam mempersiapkan pemilu. Lebih lanjut, Viryan juga mengatakan bahwa terdapat hal-hal yang sedang dipersiapkan menuju Pemilu 2024, misalnya seperti _website open data_ KPU.
“KPU telah mempersiapkan _website open data_ KPU sehingga publik mudah untuk mengakses data kepemiluan. Dan tentu saja, telah sesuai dengan prinsip-prinsip _open data_” jelas Viryan.
Dalam diskusi tersebut, Ahmad juga bertanya terkait keamanan data kepemiluan yang dimiliki oleh KPU, karena belakangan ini banyak sekali kebocoran data yang terjadi.
“KPU memiliki mekanisme tersendiri terkait penanganan kebocoran data. Selain itu, KPU bersama dengan partai politik telah membentuk gugus tugas untuk mengatasi permasalahan tersebut,” kata Viryan menerangkan tantangan terkait digitalisasi pemilu.
Di akhir diskusi, Viryan Aziz menjelaskan terdapat tiga tantangan yang berpotensi terjadi di Pemilu 2024 dan bagaimana cara mengantisipasinya.
“Ada tiga tantangan untuk Pemilu 2024, yaitu kompleksitas pemilih, literasi demokrasi, dan literasi pemilu. Untuk kompleksitas pemilih, Viryan memberi solusi untuk mengukur potensi permasalahan. Ketika sudah terukur, maka dapat diurutkan dan mendapat solusi dari kompleksitas tersebut. Untuk literasi demokrasi dan pemilu, Viryan mengatakan bahwa perlu untuk ditingkatkan, sehingga pemilih tidak mudah terpapar isu hoaks,” papar Viryan.
Lebih jauh, Viryan juga menjelaskan bahwa KPU masih mengupayakan untuk memperhatikan dan menerapkan prinsip inklusi dalam penyelenggaraan pemilu, termasuk untuk penyandang disabilitas. Dirinya juga mengatakan bahwa KPU juga berkomitmen untuk berkolaborasi dengan beragam pihak mengingat pemilu sendiri merupakan proyek kolosal.
The Indonesian Insitute bersama dengan Viryan Aziz optimis bahwa Pemilu 2024 mendatang akan berjalan dengan baik dan lancar. Untuk itu, perlu dukungan dan partisipasi dari semua pihak guna mensukseskan Pemilu 2024.











