NASIONALHEADLINES

DPR Soroti Melonjaknya Tagihan Listrik yang Dikeluhkan Masyarakat

622
×

DPR Soroti Melonjaknya Tagihan Listrik yang Dikeluhkan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

INDONESIAUPDATE.ID – Banyak masyarakat protes dan mengeluhkan lonjakan tagihan tarif listrik pada bulan Mei. Hal itu mejadi sorotan anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade

Andre meminta agar Perusahaan Listrik Negara (PLN) membuat skema cicilan hingga 6 bulan.

“Saya sudah sampaikan langsung ke PLN Pak Menteri, untuk dibikin cicilannya 6 bulan,” kata Andre dalam rapat kerja dengan Menteri BUMN di DPR yang ditayangkan secara daring, Selasa (9/6).

Karena menurutnya, hampir seluruh masyarakat terdampak Covid-19. Oleh karena itu ia menyarankan agar pembayaran tagihan listrik cicilan yang tadinya bisa dicicil 3 bulan digeser menjadi 6 bulan.

“Cicilan itu kalau bisa dibikin menjadi 6 bulan untuk meringankan beban masyarakat,” ujar politikus Partai Gerindra tersebut.

Sementara itu Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP Deddy Sitorus meminta PLN menjelaskan secara gamblang ke masyarakat terkait kenaikan tarif listrik tersebut.

Menurutnya komunikasi perlu dilakukan hingga ke petugas PLN yang paling bawah untuk disampaikan ke pelanggan langsung penyebab melonjaknya tagihan listrik tersebut.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi VI DPR Fraksi Partai Golkar, Mukhtarudin. Mukhtarudin meminta agar PLN transparansi dalam pencatatan tagihan.

“Jadi bagaimana akuntabilitasnya, ketepatan dan keakurasian penghitungan tarif di PLN ini agar menjadi perhatian pak menteri dan sekaligus memberi catatan ke PLN,” ungkapnya.

Sebelumnya PT PLN (Persero) dikabarkan telah mengeluarkan skema terkait penghitungan tagihan listrik di bulan Juni. Masyarakat diperbolehkan mencicil pembayaran tagihan listrik hingga tiga bulan apabila mengalami lonjakan tagihan sebesar lebih dari 20 persen. (ya/WMG)

Berita Terkait  PLN Gelar Apel Akbar G20 di Bali, Dirut Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *