INDONESIAUPDATE.ID – Reklamasi pantai Ancol yang sedang dikerjakan Pemprov DKI Jakarta dinilai banyak manfaatnya karena untuk kepentingan masyarakat. Peruntukan reklamasi nantinya dapat dirasakan oleh warga Jakarta.
Ketua Relawan Jari ABW Abdul Salim SH mengatakan, manfaat reklamasi Ancol bakal dirasakan oleh warga Jakarta. Bahkan, kata dia, masyarakat Indonesia secara umum akan bangga dengan peruntukan reklamasi Ancol.
“Reklamasi pantai Ancol ini untuk kepentingan masyarakat,” kata Abdul Salim kepada INDONESIAUPDATE.ID, Senin (13/2020).
Menurut dia, reklamasi pantai Ancol akan dijadikan destinasi wisata kebanggaan Indonesia. Di sana akan ada masjid terapung Ancol di atas laut. Tidak hanya itu, terdapat juga pembangunan museum Sejarah Nabi Besar Muhammad SAW.
“Hal ini akan menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Jadi reklamasi yang ini tidak untuk kepentingan segelintir orang,” tegasnya.
Dia menambahkan, di atas reklamasi Ancol nantinya juga dibanguan taman bermain dan edukasi anak. Pantainya juga akan menjadi lokasi rekreasi masyarakat.
“Ancol akan menjadi ikon pariwisata dunia,” tukasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, reklamasi saat ini jauh berbeda dengan masa sebelumnya. Anies mengklaim, reklamasi yang akan dilakukan saat ini adalah bagian dari usaha menyelamatkan warga Jakarta dari bencana banjir. J
adi masalahnya bukan sekedar soal reklamasi atau tidak reklamasi, masalahnya adalah untuk kepentingan umumnya. Di mana rasa keadilan sosialnya di mana ketentuan hukumnya bagaimana.
“Nah, yang 17 (pulau reklamasi) itu tidak sejalan dengan kepentingan umum, ada mengganggu rasa keadilan. Sementara di Ancol ini adalah proyek pemerintah untuk melindungi warga Jakarta dari banjir, lalu dilakukan pengerukan sungai waduk yang kemudian menghasilkan lumpur. Di situ muncul-muncul yang biasa disebut tanah timbul, karena penimbunan lumpur di sana,” tambahnya.
“Jadi pengerukannya oleh pemerintah pengelolaan lahan nya oleh pemerintah dan pemanfaatanya untuk seluruh rakyat, apalagi program ini tidak mengganggu kegiatan nelayan, tidak menghalangi aliran sungai mana pun menuju laut. Dan itu sudah berlangsung selama 11 tahun,” tegasnya. (hdk/WMG)











