INDONESIAUPDATE.ID – Berdasarkan Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD) kota Depok, salah satu isu prioritas yang dihadapi kota Depok adalah persampahan.
Pertumbuhan penduduk di kota Depok dengan diiringi dengan pertumbuhan ekonomi mengakibatkan peningkatan timbulan sampah.
Sementara kondisi TPA Cipayung sudah overload sehingga diperlukan upaya untuk pemilahan, pengelolaan sampah mulai dari sumbernya. Salah satu sumbernya tentunya adalah wilayah perkampungan, termasuk kampung Lio.
Kampung Lio merupakan salah satu wilayah perkampungan penduduk yang berada di Kota Depok, lebih spesifiknya berada di Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.
Tata letak kampung ini cukup strategis, karena berdekatan dengan beberapa fasilitas umum seperti Stasiun Depok Baru dan Terminal Depok.
Kestrategisan tersebut membuat Kampung Lio menjadi tempat hunian banyak orang yang datang dari berbagai macam latar belakang suku maupun profesi yang berbeda.
Kepadatan penduduk membuat pemukiman yang hanya berjarak 1-meter antara rumah satu dengan rumah lainnya tentu saja berpengaruh terhadap jumlah sampah yang dihasilkan oleh setiap rumahnya relatif tinggi.
Menurut data dari Ketua RW 19 Kampung Lio Depok, limbah sampah yang dikelola oleh masyarakat di kampung Lio hanya sekitar 3-5%, sisanya sampah-sampah tersebut dibuang langsung ke sungai, ke jalan atau dibakar di tempat terbuka.
Hal ini berimplikasi pada timbulnya masalah kebersihan dan kesehatan masyarakat di wilayah kampung Lio. Melihat pentingnya permasalahan sampah ini, kota Depok sendiri memiliki beberapa program untuk pengelolaan sampah diantaranya adalah edukasi dan kemitraan dengan masyarakat dan sektor bisnis.
Salah satu pihak yang menangkap keperluan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat adalah dosen-dosen di Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta. Salah satu upaya untuk ikut serta berkontribusi pada proses pengurangan dan pengelolaan sampah, dosen-dosen Jurusan Teknik Mesin Politeknik Jakarta melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pengembangan dan Penerapan Eco Enzyme dari Limbah Organik sebagai Energi Terbarukan di Kawasan Kampung Lio, Depok”. Kegiatan PKM ini diketuai oleh Dr. Tatun Hayatun Nufus dan dilaksanakan pada hari Rabu, 31 Juli 2024.

Kegiatan PKM dilaksanakan pada Masjid Jami Baiturahman, Kampung Lio dan dibuka oleh ketua Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta, Dr. Eng. Muslimin dan ketua PKM Dr. Tatun Hayatun Nufus. Peserta kegiatan PKM terdiri dari beberapa kelompok ibu-ibu PKK RW 19.
Kegiatan PKM terdiri dari pembekalan, penyerahan alat, dan praktek pembuatan eco enzyme. Kegiatan pembekalan terkait cara memilih dan memilah bahan baku yang berkualitas serta teknik pembuatan briket dengan eco enzyme yang benar diberikan oleh Dr. Vika Rizkia.
Setelah kegiatan pembekalan, masyarakat Kampung Lio Depok diberikan kesempatan mempraktikkan pembuatan eco enzyme dari sampah buah-buahan yang didampingi oleh dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik mesin Politeknik Negeri Jakarta. Para ibu-ibu secara berkelompok mempraktikkan pembuatan eco enzyme secara langsung.
Pengolahan limbah organik menjadi eco enzyme tentunya memiliki banyak manfaat. Eco enzyme digunakan sebagai pengganti bahan pembersih kimia dan pupuk organik untuk memperbaiki kualitas tanah.
Setelah kegiatan PKM ini diharapkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kampung Lio, Kota Depok tentang pengelolaan limbah organik serta mampu memproduksi eco enzyme secara mandiri dan menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari.
Harapan kedepannya tentunya masyarakat Kampung Lio, Kota Depok dapat memanfaatkan produksi eco enzyme ini sebagai usaha desa untuk peningkatan pengelolaan sampah, memberikan dampak pada perekonomian masyarakat dan kebermanfaatan yang berkelanjutan.











