INDONESIAUPDATE.ID – Aliran sungai di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, wisata alam keren tepatnya adalah Sungai Maron yang mengalir di kawasan Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku.
Sungai Maron lokasinya sekitar 40 km arah barat pusat kota Pacitan atau sekitar 1 jam 10 menit berkendara menyusuri Tumpak Rinjing hingga Dadapan Watukurung yang berkontur menanjak dan menurun dengan sejumlah kelokan tajam.
Salah satu produk andalan dari aliran sejauh 4,5 km ini adalah wisata susur sungai dan begitu diminati oleh pengunjung dan beroperasi sejak pukul 7.00 hingga 17.00 WIB. Bukan tanpa alasan apabila kegiatan itu menjadi favorit pengunjung lantaran vegetasi alam di sekitar Sungai Maron masih terjaga.
Masih banyak pepohonan lebat dan tebing-tebing batu karst dan batu kapur menjulang angkuh seperti berbaris menyambut wisatawan selama melakukan perjalanan susur sungai. Sepintas, pemandangan ini mirip dengan perjalanan susur sungai di pedalaman Kalimantan misalnya Sungai Sekonyer di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Tak sedikit pula yang menyamakan keindahan alam dan ketenangan aliran Sungai Maron seolah sedang berada di Amazon, sungai terpanjang di dunia yang melintasi Brasil, Kolombia, dan Peru di Amerika Selatan. Menariknya, aliran air Sungai Maron di musim kemarau akan berwarna hijau sedikit kebiruan dan debitnya tidak terlalu tinggi. Semua akan berubah total menjadi cokelat keruh saat musim hujan.
Menurut buku Sarana Air Bersih Maron, air hijau kebiruan Sungai Maron berasal dari mata air yang muncul dari celah bukit dan mengalir membentuk sungai kecil. Oh iya, sebelum mengikuti rangkaian kegiatan susur sungai, pastikan pakaian yang dikenakan mudah menyerap keringat, gunakan kacamata hitam dan penutup kepala untuk menghindari teriknya panas. Disarankan pula agar membawa tabir surya serta membawa pakaian ganti jika tertarik berenang di kejernihan air Sungai Maron.
Setiap pengunjung wajib membayar tiket masuk sebesar Rp5.000. Agar bisa menikmati keindahan pemandangan di sepanjang perjalanan dengan wisata susur sungai, setiap pengunjung dapat menyewa perahu khusus warna biru yang telah disiapkan pengelola yaitu anak-anak muda Karang Taruna Desa Dersono yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sungai Maron.
Harga sewanya sebesar Rp100.000. Satu perahu berkapasitas 4 orang tidak termasuk juru mudi dan setiap orang wajib mengenakan rompi keselamatan (lifevest) warna oranye atau biru. Setiap pengunjung harus mengantri untuk menaiki perahu yang disandarkan pada sebuah dermaga kecil berkanopi yang dilengkapi belasan anak tangga. Perahu yang dilengkapi mesin ini biasa dipakai nelayan untuk mencari ikan.
Namun, khusus untuk kebutuhan susur sungai, cadik atau kayu penyeimbang yang ada di sisi kiri dan kanan perahu sudah tidak dipakai lagi. Waktu terbaik untuk mengikuti wisata susur sungai adalah di pagi hari ketika matahari belum terik benar. Lamanya kegiatan susur sungai sekitar 45 menit untuk menaklukkan jarak 4,5 km tadi. Perjalanan pergi dan pulang berakhir pada titik yang sama, yaitu Desa Dersono
Sepanjang perjalanan susur sungai yang memiliki kedalaman rata-rata 20 meter itu, ada aneka pepohonan termasuk mangrove yang dapat disaksikan dengan batang serta daun menjulur bebas ke tepian sungai. Semakin ke hilir yaitu Pantai Ngiriboyo yang menghadap Samudra Hindia, kita akan lebih mudah menjumpai ribuan pohon kelapa dengan daun-daun panjang yang melambai tertiup angin seolah menyambut kedatangan peserta susur sungai.











