INDONESIAUPDATE.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung penuh program strategis nasional. Di antaranya penguatan kapasitas SDM Pertanian melalui sektor pendidikan.
Melalui Pusat Pendidikan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementan berkomitmen mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional, berdaya saing, dan memiliki jiwa wirausaha, guna mendukung swasembada pangan serta meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia.
Demikian disampaikan Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti, saat memberikan arahan di kegiatan pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) tahun akademik 2025/2026, Senin (17/2).
“Regenerasi petani nasional merupakan prioritas utama dalam mewujudkan pertanian yang maju dan mandiri,” jelas dia saat memberikan arahan.
Menurut Idha, upaya peningkatan kompetensi ASN pada rumpun jabatan fungsional pertanian melalui peningkatan jenjang pendidikan tugas belajar serta regenerasi petani nasional, menjadi langkah penting dalam menyiapkan SDM pertanian Indonesia yang profesional dan berdaya saing.
Dipaparkannya, pendidikan vokasi menjadi strategi utama dalam mencetak tenaga pertanian yang siap menghadapi tantangan global.
“Kami ingin menjaring mahasiswa baru yang benar-benar memiliki minat di bidang pertanian. Mereka akan mendapatkan pendidikan berkualitas yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga praktik dan inovasi di sektor pertanian,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi PMB 2025 diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan pada 17 Februari 2025 di Ruang AOR Badan PPSDMP (Gedung D Lantai 6), Jl. Harsono RM No 3, Ragunan, Pasar Minggu.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, diantaranya kepala dinas pertanian, kepala sekolah SMKPP Negeri, direktur Polbangtan dan PEPI, serta media massa.
Program ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, yang menegaskan pentingnya regenerasi petani dan modernisasi sektor pertanian.
“Untuk mencapai swasembada pangan dan meningkatkan daya saing produk pertanian, kita harus menyiapkan generasi muda yang kompeten di bidang ini. Polbangtan dan PEPI hadir sebagai solusi bagi anak-anak muda yang ingin berkontribusi dalam pertanian modern,” ujar Mentan Amran.
Adapun Pendaftaran PMB 2025 dibuka untuk berbagai jalur. Yakni jalur undangan SMKPP dan mitra, anak petani, serta penyuluh.
Khusus bagi anak petani dan penyuluh, adalah mereka yang terdaftar di Sistem Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) serta anak petani prasejahtera dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Jalur selanjutnya adalah Jalur Kerja Sama dan Tugas Belajar, yang diperuntukkan bagi ASN pertanian pusat maupun daerah serta lulusan SMA/SMK yang memiliki dukungan dari pemerintah daerah, dunia usaha, atau industri.
Sementara dua jalur lainnya adalah jalur umum dan prestasi. Diperuntukkan bagi
bagi lulusan SMA/SMK yang memenuhi syarat akademik serta kepemimpinan, olahraga, seni, maupun keagamaan.(*)
Tahapan seleksi PMB Polbangtan dan PEPI mencakup:
1. Penilaian Administrasi Akademik
Dilakukan di masing-masing Polbangtan/PEPI dengan kendali panitia PMB nasional.
2. Tes Kompetensi Dasar dengan CAT
Meliputi Matematika, Bahasa Inggris, dan Teknis Pertanian sesuai peminatan.
3. Wawancara
Untuk menggali potensi, minat, dan bakat calon mahasiswa.
4. Tes Kesehatan
Dilakukan di rumah sakit pemerintah yang ditunjuk.
5. Penetapan Mahasiswa Baru melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Badan PPSDMP.
Jadwal Pendaftaran:
Jalur Undangan SMK Binaan dan Anak Petani & Penyuluh: 17 Februari – 21 Maret 2025
Jalur Kerja Sama & Tugas Belajar: 17 Februari – 13 Juli 2025
Jalur Umum: 21 April – 25 Mei 2025
Jalur Prestasi: 1 – 13 Juli 2025
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi PMB Kementan di https://pmb.pusdiktan.id.











