INDONESIAUPDATE. ID — Balik kampung bukan sekadar nostalgia bagi Doni Sahat Tua Manalu. Ia datang dengan inovasi, menyatukan pertanian dan pariwisata untuk masa depan Toba yang lebih berdaya dan berkelanjutan.
Dalam program tahunan Dosen Pulang Kampung, Doni membawa inovasi Integrated Farming System dan digitalisasi wisata ke Taman Gurgur Nature, Tampahan, Balige, guna mendorong ekonomi sirkular berbasis potensi lokal.
Bekerja sama dengan Yayasan Gracia Toba Raya, kegiatan ini bertujuan menggabungkan pertanian dan pariwisata dalam satu sistem berkelanjutan. Salah satu inovasinya adalah pelatihan Budidamber (budidaya ikan dalam ember), yang memadukan ikan lele dan sayuran seperti pakcoy dalam wadah daur ulang—menerapkan prinsip reduce, reuse, recycle.
“Taman Gurgur dan masyarakat sekitarnya punya potensi besar. Program ini mendorong ketahanan pangan dari rumah tangga hingga desa,” ujar Dr. Doni. “Circular economy bukan hanya daur ulang, tapi menyeimbangkan kepentingan manusia, alam, dan ekonomi.”
Program ini disambut hangat oleh Plt Kadis Pertanian Toba, Lena Pardede, SP., M.Si, yang berharap kerja sama ini terus berlanjut demi mendukung visi Toba Mantap 2029.
Selain Dr. Doni, tim IPB terdiri dari Dr. Melewanto Patabang, Agief Julio Pratama, dan Widya Hasian Situmeang. Pelatihan diikuti oleh perwakilan desa, petani, mahasiswa, hingga pengelola Gurgur Nature.
“Materi disampaikan sederhana dan aplikatif. Semoga bisa langsung diterapkan masyarakat,” ujar Grace Dolok Saribu saat penutupan.
Program ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membangun desa secara inklusif, berdaya, dan lestari melalui kolaborasi inovatif. (*)











