INDONESIAUPDATE.ID – Sriwijaya Capital, perusahaan ekuitas swasta yang berfokus di Asia Tenggara yang didirikan oleh pemimpin bisnis terkemuka Indonesia, Arsjad Rasjid, telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan BlueFive Capital yang berbasis di Abu Dhabi untuk membentuk aliansi strategis yang bertujuan memperkuat arus modal antara negara dikawasan Teluk dan Asia Tenggara.
Kemitraan ini akan berfokus pada pembangunan koridor investasi Selatan ke Selatan yang menghubungkan dana kekayaan negara di wilayah Teluk, investor institusional dan kantor bersama dengan peluang pertumbuhan di ASEAN.
Menurut Arsjad, Sriwijaya Capital akan memanfaatkan jaringan perusahaan, bisnis keluarga, bank swasta dan mitra terbatasnya diseluruh kawasan. Sementara BlueFive akan memanfaatkan jaringan globalnya namun tidak terbatas pada aksesnya ke modal jangka panjang dari kawasan Teluk dan perusahaan serta lembaga milik negara Tiongkok.
“Aliansi ini awalnya akan menargetkan Asia Tenggara dan Timur Tengah dengan opsi untuk berekspansi ke Asia Selatan dan pasar negara berkembang lainnya. Kedua firma juga menjajaki inisiatif kolaboratif dalam energi terbarukan dan infrastruktur, ekonomi digital dan fintech serta perawatan kesehatan dan ilmu hayati dimana Indonesia berperan sebagai pasar jangkar dan batu loncatan untuk ekspansi regional,” ungkap Arsjad pada Kamis (2/10).
Sementara itu MoU ini jelas Hazem Ben-Gacem selaku pendiri dan CEO BlueFive Capital mencerminkan komitmen bersama kedua perusahaan untuk membangun hubungan investasi lintas batas yang lebih kuat.
“BlueFive dan Sriwijaya akan menghubungkan modal dan peluang antara kawasan Teluk dan Asia Tenggara, dengan fokus pada sektor-sektor dengan pertumbuhan tinggi yang penting bagi masa depan,” ujar Hazem Ben-Gacem.
Sementara itu Hartanto Tjitra, CEO Sriwijaya Capital menuturkan bahwa kemitraan ini menghubungkan kawasan Teluk dengan peluang ASEAN, memungkinkan para pihak untuk bekerja sama dengan investor, meningkatkan skala perusahaan dan mendorong pertumbuhan di kedua kawasan.
“Hal ini juga menggarisbawahi komitmen Sriwijaya terhadap Indonesia dan inisiatif ‘Indonesia Incorporated’, di mana sektor swasta dan pemerintah bekerja sama sebagai mesin ganda untuk pertumbuhan,” papar Hartanto.
Seperti diketahui sebelumnya Sriwijaya Capital baru-baru ini mengumumkan penutupan pertama dana perdananya yang menargetkan perusahaan-perusahaan yang sedang dalam tahap pertumbuhan di seluruh Asia Tenggara di sektor-sektor seperti layanan kesehatan, transisi energi, barang dan jasa konsumen, serta layanan bisnis dan industri.
Data tambahan jika dibutuhkan :
BlueFive Capital adalah platform investasi global yang saat ini memiliki AUM sebesar $6 miliar dan menargetkan peluang di negara-negara dengan pertumbuhan tinggi dengan tujuan mentransformasi model keuangan tradisional dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Berkantor pusat di Abu Dhabi Global Market dan berkantor di London, Manama, Abu Dhabi, Dubai dan Beijing, perusahaan ini memberikan eksposur strategis ke sektor-sektor yang akan menentukan kemakmuran ekonomi generasi mendatang melalui konsolidasi sektor-sektor industri jasa keuangan di seluruh asuransi, kekayaan swasta dan pasar publik.
BlueFive Capital didirikan pada akhir tahun 2024 dan dipimpin oleh Hazem Ben-Gacem, salah satu profesional dengan masa kerja terlama di lanskap ekuitas swasta global.
Sriwijaya Capital adalah perusahaan ekuitas swasta yang berfokus di Asia Tenggara dan berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan di seluruh Indonesia dan kawasan ASEAN yang lebih luas. Berkantor pusat di pasar lokal dan terhubung dengan jaringan global, perusahaan ini bermitra dengan investor institusi, wirausahawan, bisnis keluarga dan perusahaan untuk mengembangkan perusahaan transformatif.
Dipandu oleh pendekatan 3C yaitu Modal (Capital), Kolaborasi (Collaboration) dan Kapabilitas (Capacity), Sriwijaya Capital dibangun diatas fondasi investasi yang disiplin, keunggulan operasional, dan kemitraan jangka panjang untuk memberikan nilai bagi investor, bisnis dan masyarakat.











