Oleh: Dewi Susiloningtyas
INDONESIAUPDATE.ID – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat transmigrasi terhadap teknologi remote sensing untuk mendukung produktivitas kebun sawit, Tim 4 Output 2 Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama para petani sawit, tengkulak, dan kepala dusun di kawasan transmigrasi Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.
Kegiatan yang digelar di Aula Cempaka Kuning, Kantor Bappeda Kabupaten Bungo, ini menjadi wadah diskusi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong inovasi pengelolaan kebun sawit berbasis spasial.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Ekspedisi Patriot, Prof. Dr. Dewi Susiloningtyas, S.Si., M.Si, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi antara ilmu pengetahuan dan praktik lapangan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kendala dan harapan mereka secara langsung. Teknologi hanya akan bermakna jika mampu menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Prof. Dewi.
Selanjutnya, sambutan juga disampaikan oleh Camat Bathin III Ulu, Bapak Sapuan, S.Sos, yang menyambut baik kolaborasi ini. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim dari Universitas Indonesia. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kami agar mampu memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam meningkatkan hasil kebun sawit yang menjadi tulang punggung ekonomi wilayah ini,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kementerian Transmigrasi Kabupaten Bungo, Bapak Zamroni, S.Ag, menekankan pentingnya kesinambungan program pengabdian masyarakat agar hasilnya dapat diimplementasikan jangka panjang. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini saja, tetapi bisa menjadi awal dari pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat transmigrasi,” ujarnya.
Dari pihak pemerintah daerah, PJ Sekda Kabupaten Bungo, Dr. Donny Iskandar, S.Sos., M.T., membuka kegiatan ini dan juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat seperti ini sangat penting untuk memastikan pembangunan di kawasan transmigrasi berjalan secara berkelanjutan. Selain itu, hasil FGD ini dapat memperjelas arah penelitian dan menjadi bahan promosi Kabupaten Bungo di tingkat pusat,” ungkapnya.
Kegiatan ini menghadirkan tiga alumni FMIPA UI yang kini berkecimpung dalam bidang perkebunan kelapa sawit, yakni Muhammad Reihan Adilla, Salsabila Freya, dan Tiara Ade Lina.
• Dalam sesi pemaparan, Muhammad Reihan Adilla, S.Si membawakan materi tentang Optimalisasi Produktivitas Kebun melalui Manajemen Nutrisi, Perawatan Kebun Berbasis Peta, dan Hilirisasi Sawit.
• Sementara itu, Salsabilla Freya, S.Si dan Tiara Ade Lina berfokus pada topik Inovasi Pemanfaatan Limbah Cangkang Sawit, sebagai salah satu langkah konkret menuju pengelolaan sawit berkelanjutan.
Tim Ekspedisi Patriot UI yang beranggotakan Zakia Khairunnisa, S.Si., Sintia Cahya Rahayu, Nurzakiah Aulia Burhanuddin, dan Mutmainnah, S.Hum., turut memfasilitasi jalannya kegiatan diskusi kelompok.
Setelah sesi pemaparan narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dibagi menjadi dua kelompok besar. Setiap kelompok terdiri atas perwakilan petani, kepala dusun, dan tokoh masyarakat yang diminta mengidentifikasi kendala, solusi, dan harapan terkait pengelolaan kebun sawit di wilayah mereka.
Dari hasil diskusi, beberapa perwakilan kelompok menyampaikan pandangan mereka.
Salah satu peserta menyampaikan, “Kami berharap agar pendampingan bagi petani sawit terus dilakukan dan akses terhadap sarana produksi dapat lebih mudah.,” ujar salah satu perwakilan kelompok pertama. Harapan mereka dituangkan dalam tulisan besar bertuliskan “Semoga Terwujud.”. Perwakilan kelompok kedua menambahkan, “Kendala terbesar kami adalah akses pupuk dan perawatan yang tidak merata. Kami ingin ada pendampingan rutin dari pihak kampus dan pemerintah agar bisa menjaga produktivitas secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Hasil diskusi dari kedua kelompok ini akan dikompilasi dan disampaikan oleh Tim Ekspedisi Patriot UI kepada Kementerian Transmigrasi sebagai bentuk masukan langsung dari masyarakat.
Kegiatan ditutup oleh Ketua Tim Ekspedisi Patriot UI, yang menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini.
“Kami membawa semangat kolaborasi dari kampus untuk masyarakat. Harapan kami, hasil FGD ini dapat menjadi rekomendasi nyata bagi perbaikan pengelolaan kebun sawit di kawasan transmigrasi Bathin III Ulu,” pungkasnya.











