INDONESIA UPDATE. ID— Langkah Universitas Pattimura (Unpatti) membentuk tim ahli untuk mengawal proyek strategis nasional Blok Masela menuai sorotan dari kalangan masyarakat Tanimbar.
Adolf Bastian Masawunu, wKetua Bidang Humas HIMAPEL-KKT Ambon, menilai keputusan tersebut belum mencerminkan keberpihakan nyata terhadap daerah terdampak.
“Sebagai anak asli Tanimbar, saya mengingatkan bahwa jika Unpatti ingin mengawal kepentingan Maluku, indikator paling awal yang harus tampak adalah pemberdayaan putra-putri Tanimbar sebagai SDM inti,” ujar Adolf.
Ia menilai pendekatan Unpatti masih terjebak dalam pola lama, di mana ruang strategis tetap didominasi akademisi di pusat provinsi. Sementara itu, masyarakat Tanimbar, yang berada di garis terdepan dampak Blok Masela, kembali hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan.
“Puluhan tahun Blok Masela diperbincangkan, tetapi alokasi kesempatan bagi putra-putri daerah kami tetap minim. Ini ironi yang berulang,” kata Adolf.
Kritik serupa ia tujukan pada komposisi tim ahli yang diumumkan Unpatti. Menurutnya, tim tersebut belum merepresentasikan realitas sosial, budaya, dan ekologis Kepulauan Tanimbar—padahal masyarakat setempat telah berulang kali menyampaikan bahwa pembangunan Masela harus membuka ruang setara dalam riset, kajian lingkungan, peluang kerja, hingga pendidikan vokasi energi.
“Universitas seharusnya menjadi agen perubahan. Jangan sampai justru memperlebar ketimpangan. Masela bukan sekadar proyek energi, tetapi menyangkut masa depan orang Tanimbar,” ujar Adolf.
Ia menambahkan, apabila Unpatti benar ingin berperan sebagai pemikir strategis, langkah pertama yang mesti dibenahi adalah model partisipasi. Kampus, kata dia, seharusnya menjadi jembatan yang memastikan masyarakat Tanimbar tidak tertinggal dalam arus industrialisasi gas yang berlangsung jangka panjang.
Adolf berharap pembentukan tim ahli tidak berhenti sebagai formalitas, melainkan menjadi langkah konkret untuk menempatkan SDM asli Tanimbar sebagai prioritas utama—baik dalam pengembangan kapasitas maupun pelibatan ilmiah di proyek Blok Masela.
“Jika Masela adalah rumah besar masa depan, maka Tanimbar harus menjadi tuan rumah yang menentukan arah pembangunannya,” pungkas Adolf. (*)











