INDONESIAUPDATE.ID — Indonesian Politic and Economic Center (INPEC) memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara talkshow dan peluncuran buku karya Dr. Anggawira yang digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta. Forum ini dinilai menjadi ruang strategis untuk memperkaya diskursus kebijakan ekonomi, persaingan usaha, serta relasi antara negara dan pasar di tengah dinamika krisis global.
Founder INPEC, Aprikie Putra Wijaya, menilai kehadiran dua buku karya Anggawira—Di Balik Layar Persaingan Usaha: Praktik dan Penegakan di Indonesia serta Negara, Pasar, dan Keberanian Memilih: Esai-Esai Kebijakan dari Tengah Pusaran Krisis Global—memberikan kontribusi penting bagi penguatan literasi kebijakan publik dan ekonomi politik Indonesia.
“INPEC mengapresiasi langkah Dr. Anggawira yang konsisten menghadirkan gagasan berbasis pengalaman, riset, dan refleksi kebijakan. Buku-buku ini tidak hanya relevan bagi pembuat kebijakan, tetapi juga bagi pelaku usaha, akademisi, dan generasi muda yang ingin memahami arah pembangunan ekonomi nasional secara lebih jernih,” ujar Aprikie.
Menurut Aprikie, diskusi yang menghadirkan tokoh-tokoh lintas sektor—mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga parlemen—menunjukkan pentingnya kolaborasi gagasan dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang adil, kompetitif, dan berkelanjutan. Ia menilai forum semacam ini menjadi contoh baik bagaimana buku dapat menjadi medium dialog publik, bukan sekadar produk intelektual individual.
Aprikie juga menekankan bahwa tema besar yang diangkat Anggawira mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi Indonesia saat ini, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan negara, mekanisme pasar, dan perlindungan terhadap persaingan usaha yang sehat.
“Di tengah tekanan global dan perubahan geopolitik ekonomi, keberanian untuk berpikir jernih dan memilih kebijakan yang tepat menjadi sangat krusial. Gagasan-gagasan dalam buku Dr. Anggawira memberi perspektif penting tentang bagaimana Indonesia dapat menavigasi tantangan tersebut tanpa kehilangan arah konstitusionalnya,” kata Aprikie.
INPEC berharap acara serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pemikiran kritis dan konstruktif di bidang politik dan ekonomi. Aprikie menegaskan, lembaga think tank seperti INPEC memandang dialog berbasis pengetahuan sebagai fondasi penting bagi kualitas demokrasi dan kebijakan publik di Indonesia.
“Peluncuran buku ini menunjukkan bahwa pemikiran serius masih memiliki tempat penting dalam ruang publik kita. INPAC mendukung penuh inisiatif-inisiatif intelektual yang mendorong kebijakan berbasis data, etika, dan kepentingan jangka panjang bangsa,” pungkasnya. (*)











