INDONESIAUPDATE.ID — Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki menggelar kegiatan Resepsi Diplomatik yang mempertemukan perwakilan mahasiswa asing dari berbagai negara dengan sejumlah tokoh dan organisasi masyarakat di Istanbul pada tanggal 27 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, dialog, serta penjajakan kolaborasi lintas negara yang diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi mahasiswa asing di Turki.
Salah satu tamu undangan, *Yusuf Mugola* dari perwakilan *Union of NGOs of the Islamic World (UDEF)*, menyampaikan apresiasi dan antusiasmenya terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai resepsi diplomatik tersebut sebagai langkah awal yang positif dan strategis. Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi *pintu pembuka* bagi kolaborasi-kolaborasi lain yang lebih besar di masa depan.
“Perkumpulan mahasiswa asing di Turki memiliki potensi yang sangat besar. Jika dapat bersatu dan bergerak bersama, saya percaya mereka mampu menciptakan hal-hal yang spektakuler dan berdampak luas, khususnya bagi mahasiswa itu sendiri,” ujar Yusuf Mugola Hoca.
Hal senada disampaikan oleh *Hüsnü Muslu* dari *Fatih Mezunlar Derneği*. Ia mengaku senang dapat berkumpul dan berdiskusi langsung dengan para perwakilan mahasiswa asing di Turki. Hüsnü Muslu menekankan pentingnya kebersamaan dan gerakan kolektif untuk menciptakan manfaat yang lebih besar.
“Kita bisa melakukan hal yang jauh lebih besar jika bergerak bersama. Tidak hanya dalam kegiatan sosial, tetapi juga dalam bidang ekonomi, seperti berbisnis bersama untuk kemaslahatan bersama. Selain itu, penting juga untuk memikirkan bagaimana lulusan mahasiswa asing di Turki dapat memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan jurusan pendidikannya,” tuturnya.
Sementara itu, *Wakil Ketua PPI Turki, Agiel Syafiie*, menyampaikan bahwa pertemuan ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa asing di Turki. Ia menekankan bahwa jejaring lintas negara akan menjadi aset yang sangat berharga di masa depan.
“Ke depan, memiliki saudara dan jejaring dari berbagai negara akan sangat bernilai. Kita akan lebih kuat dan senang jika dapat bekerja sama dengan saudara-saudara kita dari berbagai bangsa, baik dalam bidang profesional, ekonomi, sosial-budaya bahkan hingga ranah politik. Kolaborasi seperti ini tentu sangat baik untuk kemaslahatan bersama dalam kancah global, demi membangun peradaban yang lebih baik,” ungkap Agiel.
Sebagai bagian dari kegiatan, PPI Turki juga menyajikan *makan siang bersama dengan hidangan khas Indonesia*. Momentum ini menjadi sarana interaksi yang hangat dan inklusif, mempertemukan berbagai latar belakang budaya dalam suasana kekeluargaan. Para perwakilan mahasiswa asing dari berbagai negara berkesempatan mencicipi cita rasa Nusantara. Inisiatif ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga bagian dari upaya **diplomasi budaya dan diplomasi rasa** Indonesia di kancah internasional. Melalui pendekatan kuliner, PPI Turki berupaya memperkenalkan nilai-nilai keramahan, keberagaman, dan kekayaan budaya Nusantara kepada komunitas internasional di Turki.
Kegiatan resepsi diplomatik ini dilaksanakan di *Restoran Indonesia Imkonezya*, Istanbul, yang sekaligus menjadi simbol kehadiran Indonesia di ruang diplomasi non-formal melalui pendekatan budaya dan kuliner. Melalui kegiatan ini, PPI Turki berharap dapat terus menjadi penghubung kolaborasi antar mahasiswa asing, organisasi masyarakat, dan berbagai pihak terkait, guna menciptakan sinergi positif yang berkelanjutan di Turki dan tingkat global.
Lebih jauh, resepsi diplomatik ini dipandang sebagai bagian dari praktik *diplomasi internasional berbasis masyarakat (people-to-people diplomacy)*, di mana mahasiswa asing berperan sebagai aktor penting dalam membangun jejaring global. Pertemuan lintas negara ini diharapkan mampu melahirkan kerja sama konkret di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga kontribusi pemikiran strategis bagi isu-isu global.
PPI Turki menilai bahwa penguatan solidaritas antar mahasiswa asing, yang dipadukan dengan pendekatan budaya dan dialog terbuka, merupakan fondasi penting dalam membangun hubungan internasional yang berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi dan persaudaraan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju peran mahasiswa asing yang lebih aktif dalam membentuk masa depan global yang inklusif dan berkeadaban.











