JAKARTA – Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan melakukan koordinasi intensif dengan jajaran kepolisian daerah, menyusul musibah kecelakaan pesawat milik Pelita Air yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kalimantan Utara pada Kamis (19/2/2026). Koordinasi dilakukan untuk memastikan proses evakuasi korban berjalan cepat, aman, dan sesuai prosedur.
Dalam koordinasi Komut Pertamina terhadap langkah penanganan di lapangan melibatkan Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. serta Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas S.I.K yang sejak awal membantu proses pengamanan lokasi, evakuasi, hingga pengaturan jalur distribusi logistik dan tim medis.
Menurut Mochamad Iriawan, jenazah korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan diberangkatkan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan awal.
“Setelah itu, jenazah ditempatkan di kamar jenazah atau lemari pendingin di Tarakan guna menjaga kondisi sebelum proses pemulangan,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengarahkan aparat setempat untuk tidak memberangkatkan jenazah ke Jakarta pada hari yang sama. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca yang kurang mendukung keselamatan penerbangan.
“Keselamatan seluruh proses menjadi prioritas utama, sehingga setiap tahapan dilakukan dengan perhitungan matang melalui koordinasi lintas instansi. Penundaan dilakukan agar proses transportasi udara dapat berjalan lebih aman dan lancar,” tuturnya.
Sebagai langkah lanjutan, ia menyebut helikopter dari Balikpapan dijadwalkan berangkat menuju Tarakan untuk menjemput jenazah pada hari berikutnya. Setelah proses tersebut selesai, jenazah akan diterbangkan menggunakan armada Pelita Air menuju Jakarta.
“Pihak PT Pertamina (Persero) memastikan seluruh rangkaian evakuasi dan pemulangan korban dilaksanakan secara terkoordinasi dengan aparat keamanan dan otoritas setempat, sekaligus mengedepankan aspek keselamatan, penghormatan kepada korban, serta dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ucapnya.
“Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan di lapangan hingga seluruh proses penanganan pascakecelakaan dinyatakan selesai, bahkan musibah ini tentunya menjadi alarm dan perlu dievaluasi secara menyeluruh,” pungkasnya. (*)











