HEADLINESNASIONAL

Waduh, Ada Cleaning Service Tajir di Kasus Kebakaran Kejagung

523
×

Waduh, Ada Cleaning Service Tajir di Kasus Kebakaran Kejagung

Sebarkan artikel ini

INDONESIAUPDATE.ID – Isu adanya saksi cleaning service tajir di kasus kebakaran gedung Kejagung sedikit terungkap. Kejagung tidak membantah kalau ada cleaning service tajir yang diperiksa tim penyidik gabungan Bareskrim.

Cleaning service tersebut diketahui memiliki rekening yang berisi lebih dari Rp 100 juta dalam isi tabungannya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik Bareskrim untuk mengusut tuntas dan memeriksa cleaning service yang tugasnya di lantai dasar.

Tetapi dia mempunyai akses masuk ke lantai 6 yang menjadi sumber titik api pertama kali sebelum gedung utama terbakar dan hangus dilalap api.

“Sedang proses penyidikan Bareskrim Polri, kita tunggu saja hasilnya,” kata Hari kepada AKURAT.CO saat dihubungi, Jumat (25/9/2020).

Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui siapa identitas cleaning service tajir yang diperiksa tim penyidik gabungan Bareskrim yang diduga kepalanya sudah botak. Dan pada saat akan diperiksa, selalu dikawal anak buahnya. Hari mempersilahkan untuk menanyakan langsung kepada pihak yang menginformasikan.

“Kami belum tahu, silahkan ditanyakan kepada yang menginformasikan tentang hal tersebut,” ujar Hari.

Sementara soal cleaning service tajir yang mempunyai rekening tabungan di atas Rp 100 juta, ia mengatakan bahwa jumlah uang tersebut merupakan rahasia Bank, yang tidak bisa diketahui oleh orang lain tanpa adanya ijin dari pemilik rekening, termasuk dirinya sebagai Juru Bicara (Jubir) Kejagung.

“Mengenai jumlah tabungan jika itu disimpan di bank. Maka itu termasuk rahasia bank yang tidak boleh disebarluaskan tanpa seizin pemiliknya,” tuturnya.

Hari pun enggan memberikan jawaban yang berspekulasi atau menerka-nerka soal dugaan seorang Cleaning Service yang mempunyai akses ke lantai 6, padahal tugasnya di lantai dasar.

Berita Terkait  POLYTRON Tampilkan Motor Listrik Fox Electric di GIIAS 2024 dengan Fokus Pengurangan Karbon Dioksida

Ia lagi-lagi menunggu hasil penyidikan Bareskrim terkait kebakaran gedung utama Kejagung yang sudah masuk kategori tindak pidana umum. “Kita tunggu hasil penyidikannya saja ya biar nggak menerka-nerka,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Politikus PDIP Arteria Dahlan mempertanyakan kebenaran isu saksi dari cleaning service di kasus kebakaran gedung Kejagung yang memiliki rekening lebih dari Rp 100 juta. Kejagung akan turun tangan mengusut isu cleaning service ‘tajir’ tersebut.

Isu cleaning service ‘tajir’ itu berhembus saat rapat Komisi III DPR bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kamis (24/9/2020). Arteria yang merupakan anggota Komisi III DPR RI itu, awalnya meminta Burhanuddin berhati-hati dalam penanganan kasus kebakaran tersebut.

Arteria kemudian mempertanyakan soal informasi petugas cleaning service yang punya rekening ratusan juta rupiah ke Burhanuddin. Ia juga mempertanyakan kenapa petugas cleaning service ini bisa memiliki akses ke lantai 6 yang menjadi titik awal api kebakaran.

Pada Kamis 24 September kemarin, tim penyidik gabungan Bareskrim Polri memeriksa 7 orang saksi yang terdiri dari pihak swasta, pekerja, cleaning service, ASN (Aparatur Sipil Negara) dan Jaksa di Kejaksaan Agung. Pemeriksan tersebut dilaksanakan pada pukul 13:00 WIB.

Kemudian ada 6 ahli yang diperiksa untuk menjelaskan konstruksi hukum dan menelaah penyebab kebakaran gedung utama Kejagung itu apakah disengaja atau adanya kelalaian.

“Tim penyidik gabungan Polri dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung memeriksa 6 orang ahli yang terdiri dari Ahli Puslabfor, Ahli Kebakaran dari IPB dan UI, Ahli Hukum Pidana dari UI, Usakti dan UMJ,” kata Dirtipidum Bareskrim Brigjen Pol Ferdy Sambo dalam keterangannya, Kamis (24/9/2020). (akurat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *