JAKARTA, INDONESIAUPDATE.ID – Di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang kian kompleks, isu penguatan sumber daya manusia (SDM), khususnya di sektor pendidikan, kembali menjadi sorotan utama.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini telah bergeser dari perjuangan fisik menuju upaya membangun manusia Indonesia yang unggul, adaptif, dan berkarakter melalui sistem pendidikan yang kuat dan relevan dengan era digital.
Menurut legislator Golkar itu, semangat kebangkitan di era modern perlu dimaknai sebagai dorongan kolektif untuk menghadapi berbagai tantangan lintas sektor, terutama pendidikan, kebudayaan, literasi, riset, dan olahraga.
“Kebangkitan di era modern bukan lagi melawan penjajahan fisik, tetapi bagaimana kita membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta tetap memiliki karakter kebangsaan melalui pendidikan, literasi, inovasi, dan semangat gotong royong,” ujar dia saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).
Dia menekankan bahwa momentum peringatan nasional juga menjadi ruang refleksi bagi lembaga legislatif, khususnya Komisi X DPR RI, untuk terus meningkatkan kualitas kerja dan kedekatan dengan masyarakat.
Evaluasi tersebut, kata Hetifah, dilakukan melalui penguatan fungsi pengawasan serta optimalisasi kebijakan di sektor pendidikan, kebudayaan, olahraga, riset, dan literasi.
Dia juga menegaskan pentingnya memastikan setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami terus mendorong agar kebijakan di bidang pendidikan, kebudayaan, olahraga, riset, dan literasi, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui dialog, penyerapan aspirasi, dan penguatan program yang menjawab kebutuhan nyata rakyat,” ucap Hetifah.
Selain itu, Hetifah turut mendorong generasi muda agar terus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi yang begitu cepat.
Dia berpendapat, anak muda memiliki peran strategis sebagai motor perubahan, namun tetap perlu menjaga nilai, etika, dan karakter kebangsaan.
Hetifah pun berpesan agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menciptakan inovasi dan kontribusi nyata bagi bangsa.
“Saya berpesan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar memaknai ini sebagai motivasi untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi bangsa,” papar dia.
“Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, anak muda harus tetap kritis, kreatif, adaptif, serta menjaga karakter, etika, dan semangat cinta tanah air dengan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif dan inovatif,” tandas Hetifah.











