HEADLINESNASIONAL

Dubes RI untuk Inggris Dukung Mahasiswa Doktoral Indonesia Jadi Agen Diplomasi Pengetahuan dalam Doctrine UK Summit x Cendekia Research Showcase 2026

×

Dubes RI untuk Inggris Dukung Mahasiswa Doktoral Indonesia Jadi Agen Diplomasi Pengetahuan dalam Doctrine UK Summit x Cendekia Research Showcase 2026

Sebarkan artikel ini

INDONESIAUPDATE.ID — Duta Besar Republik Indonesia untuk United Kingdom dan Irlandia, Desra Percaya, M.A., Ph.D., membuka secara resmi Doctrine UK Summit x Cendekia Research Showcase 2026 yang digelar di Engineering Building, Coventry University, Rabu (8/7/2026). Acara yang mengusung tema “Indonesian Scholars as Agents of Knowledge Diplomacy in Indonesia–UK Partnership” ini mempertemukan sekitar 110 peneliti doktoral dan akademisi diaspora Indonesia dari lebih dari 20 universitas di seluruh Inggris.

Dalam sambutannya, Desra Percaya menegaskan bahwa mahasiswa dan akademisi Indonesia di Inggris bukan sekadar penerima beasiswa, melainkan duta pengetahuan, gagasan, dan modal intelektual bangsa. Ia menyampaikan tiga pesan utama bagi para peneliti: kedalaman ilmu (depth), integritas (integrity), dan dampak nyata (impact). “A PhD is not about knowing more things. It is about understanding one important question more deeply than anyone else,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan cendekiawan dengan wawasan mendalam, karakter kuat, dan komitmen nyata untuk memberi dampak — bukan sekadar menambah jumlah gelar doktor.

Perwakilan Coventry University, Prof. Richard Dashwood (Vice-Provost (Research and Enterprise) and Deputy Vice-Chancellor (Research), Coventry University), pun turut menyambut hangat para peserta dalam Indonesian Research Showcase pertama ini. Ia turut menyampaikan sambutan khusus kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk United Kingdom dan Irlandia, Desra Percaya, M.A., Ph.D., serta mengingat kembali kunjungan beliau ke Coventry University pada 2022. Dalam sambutannya, Prof. Richard menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan United Kingdom tumbuh bukan hanya melalui diplomasi dan kebijakan, tetapi juga melalui budaya, persahabatan, dan pengalaman bersama. “You, the Indonesian scholars gathered here today, are ambassadors in your own right,” ungkap Prof. Richard. Ia juga mengapresiasi Doctrine UK dan Prof. Benny Tjahjono atas perannya dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Menurutnya, universitas memiliki peran penting sebagai ruang bertemunya budaya, relasi, gagasan, dan solusi. “This event is also a reminder that research is ultimately about people. Behind every poster, every presentation, and every publication is curiosity. Behind every experiment is determination. Behind every breakthrough is collaboration,” lanjutnya.

Berita Terkait  Berikut Ketentuan bagi Jemaah Haji yang Wafat Dibadalhajikan dan Dapat Asuransi

acara ini pun dibuka oleh Indah Permata Suryani selaku ketua Cendekia Coventry dan Deden Habibi Ali Alfathimy selaku ketua Doctrine UK untuk memperkenalkan kedua komunitas sebagai penyelenggara utama kegiatan kolaboratif ini, lalu turut dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London, perwakilan akademisi Coventry University, perwakilan beberapa komunitas lokal PhD Indonesia seperti Curdis Leeds, PhD Manchester Club dan Sheffield Forum, serta sejumlah tokoh organisasi pelajar dan diaspora Indonesia, termasuk Ketua PPI UK, Ketua Panitia ISIC, dan Ketua MGBI, mencerminkan luasnya jejaring dan dukungan lintas komunitas Indonesia di Inggris terhadap kegiatan ini.

Ketua Panitia Penyelenggara, Tubagus M. Aziz Soelaiman, menjelaskan latar belakang acara ini digelar.
“Acara ini berangkat dari keinginan mahasiswa doktoral Indonesia di UK untuk terhubung dengan sesama akademisi, mendorong pengembangan diri, sekaligus membuka peluang kolaborasi riset dan perluasan jejaring agar dampaknya dapat dirasakan setelah lulus nanti. Ini juga menjadi bukti nyata peluang yang tersedia bagi mahasiswa Indonesia di Inggris, melalui Doctrine UK di tingkat nasional dan Cendekia Coventry di tingkat lokal,” ujarnya.

Selain seremoni pembukaan, kegiatan ini juga menampilkan pameran 53 poster riset dari peneliti doktoral Indonesia yang berasal dari sekitar 12 universitas di Inggris, mencakup empat rumpun keilmuan: humaniora dan seni; kedokteran, kesehatan, dan ilmu hayati; sains, teknik, dan matematika; serta ilmu social, mencerminkan luas dan beragamnya kontribusi riset mahasiswa Indonesia di Inggris.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas penelitian dan kemampuan komunikasi ilmiah, panitia memberikan penghargaan Best Poster, Best Presenter, dan Most Favourite Poster. Penghargaan Best Presenter diraih oleh Rinaldi dari University of Dundee melalui penelitiannya mengenai dampak kenaikan harga bahan bakar terhadap paparan bensin pada rumah tangga di Indonesia. Sementara itu, penghargaan Most Favourite Poster diberikan kepada Nurfitriah dari Coventry University atas penelitiannya mengenai pemanfaatan glosarium berbasis kecerdasan artifisial di sektor pertambangan.

Berita Terkait  Dewan Pers dan Bareskrim Polri Tandatangani PKS

Sesi panel diskusi yang dipandu Rikhaparamita Siregar menghadirkan empat pembicara: Prof. Agus Mochamad Ramdhan, S.T., M.T., Ph.D. (kebijakan beasiswa dan mobilitas akademik), Dr. Sarinova Simanjuntak (kolaborasi riset dan kelembagaan), Dorothy Ferary, B.A., M.Sc., FHEA (perjalanan dari mahasiswa doktoral menjadi pemimpin institusi di Indonesia), dan Prof. Ahmad Daryanto, PhD, SFHEA (kolaborasi lintas negara dari dalam institusi Inggris). Para pembicara sepakat bahwa keberhasilan diplomasi pengetahuan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada relasi antarmanusia yang dibangun dan dijaga secara berkelanjutan.

Tak hanya kegiatan yang bermuatan akademik, acara ini juga turut dimeriahkan dengan penampilan musik saxophone dari Pak Desra Percaya yang menyanyikan lagu Tanah Air, lalu dilanjutkan penampilan kolaborasi Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Prof. Agus M Ramdhan), ketua Cendekia (Indah Permata Suryani), perwakilan Doctrine (Banu Rinaldi) dan mahasiswa Coventry University (Juandito) yang menyanyikan lagu-lagu The Beatles. Rangkaian acara ini ditutup dengan Doctrine UK Assembly, yaitu forum internal khusus anggota Doctrine untuk membahas isu-isu dan keberlanjutan komunitas, yang dipandu oleh ketua Doctrine UK yaitu Deden Habibi Ali Alfathimy.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Doctrine UK dan Cendekia Coventry, didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di London, serta disponsori oleh Coventry University, Bank Indonesia London, Bank Mandiri Europe Limited (BMEL), PT BNI (Persero) Tbk – London Branch, dan Canting Buana Creative.

Sebagai agenda tahunan, Doctrine UK Summit rencananya akan kembali digelar pada 2027 di kota tuan rumah berbeda. Penyelenggara berharap momentum ini dapat memperkuat komunitas doktoral Indonesia di Inggris, memperluas jejaring dengan mitra Inggris, dan menghadirkan dampak yang lebih besar bagi Indonesia.

________________________________________

Tentang Doctrine UK Doctrine UK (“Doctoral Epistemic of Indonesian in the UK”) adalah wadah epistemik doktoral Indonesia yang bersifat ilmiah, kekeluargaan, dan sukarela, menaungi seluruh mahasiswa doktoral Indonesia di Inggris sejak berdiri pada 2022. Doctrine UK Summit merupakan program unggulan tahunan organisasi ini, dan telah diselenggarakan empat kali sejak 2023, di Glasgow, Manchester, Southampton, dan kini Coventry.

Berita Terkait  Solusi PHK Karyawan di Tengah Pandemi, Menteri ATR Sebut IPB Punya Peran Penting

Tentang Cendekia Coventry Cendekia Coventry adalah komunitas peneliti pascasarjana Indonesia di Coventry University yang menjadi forum berbagi akademik dan non-akademik. Cendekia Research Showcase merupakan program unggulan pertama komunitas ini untuk menampilkan riset peneliti doktoral Indonesia di Coventry.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *