INDONESIAUPDATE.ID – Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pendampingan pasien secara berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan “Gathering Kemitraan” yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di Auditorium RSUI, Depok, Rabu (8/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan pemerintah, kepolisian, lembaga sosial dan filantropi, institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, komunitas, serta organisasi masyarakat. Pertemuan ini dirancang sebagai ruang bersama untuk mengenali kebutuhan pasien, memetakan bentuk dukungan yang diperlukan, serta membuka peluang jejaring kolaborasi yang konkret.
Direktur Utama RSUI dr. Kusuma Januarto, Sp.OG Subsp.Obginsos, menegaskan bahwa rumah sakit tidak dapat berjalan sendiri dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.
Menurutnya, penanganan pasien kerap memerlukan dukungan lintas sektor, mulai dari bantuan finansial, dukungan suportif, hingga penyuluhan dan edukasi kesehatan untuk mendorong kualitas hidup yang lebih baik.
“RSUI menyadari bahwa kami tidak bisa berjalan sendiri dalam memberikan pelayanan. Tentunya ada berbagai kebutuhan pasien yang memerlukan kolaborasi dari seluruh pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, maupun mitra lainnya,” ujar Kusuma.
Ia menambahkan, bentuk kolaborasi yang terjalin tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan ruang membangun kerja sama nyata yang mencakup dukungan pengobatan, penyediaan alat kesehatan, perawatan lanjutan di rumah, dukungan psikososial, hingga akses terhadap layanan sosial dan edukasi kesehatan.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, RSUI juga menghadirkan sesi diskusi talkshow dan roundtable yang menyoroti penanganan pasien dari perspektif medis dan sosial. Sesi pertama mengangkat tema “Sinergi Lintas Sektor dalam Penanganan Pasien dengan Permasalahan Medis dan Sosial” yang dipaparkan oleh dr. Natasya Claresta Viano, MARS.
Adapun sesi kedua mengupas “Layanan Holistik bagi Kelompok Rentan: dari Perawatan hingga Perlindungan” yang disampaikan oleh dr. Made Ayu Mira Wiryaningsih, Sp.F.M. Kedua materi tersebut kemudian dibedah secara mendalam melalui diskusi kelompok yang dimoderatori oleh dr. Assifa Swasti Anindita, MARS, guna berbagi pengalaman, perspektif, serta solusi atas tantangan penanganan pasien secara terpadu.
Melalui forum ini, RSUI berharap komunikasi yang telah terjalin dapat berkembang menjadi kolaborasi strategis yang berkelanjutan. Langkah awal ini diharapkan mampu memperkuat jejaring dukungan sosial, pendampingan pasien beserta keluarga, serta memperluas akses sumber daya yang dibutuhkan pasien baik selama masa perawatan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.(*)











