TIONGKOK – Upaya memperluas jejaring pendidikan tinggi global dan mempererat hubungan bilateral terus digencarkan perguruan tinggi di Indonesia. Kali ini, Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., memimpin Indonesian Top Scholars Delegation menjajaki penguatan kerja sama akademik dan riset ke Provinsi Yunnan dan Guangxi, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada 9–13 Oktober 2026.
Delegasi Indonesia tersebut melibatkan sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan akademisi terkemuka, di antaranya Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI Prof. Dra. Evi Fitriani, M.A., M.I.A., Ph.D.; Rektor Universitas Pattimura Prof. Fredy Leiwakabessy; Rektor Universitas Bangka Belitung Prof. Ibrahim; Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr. Ilfi Nur Diana; Dekan FISIP Universitas Gadjah Mada Prof. Gabriel Lele; serta akademisi hubungan internasional sekaligus Sekretaris Komisi Fatwa MUI Banten Sukron Makmun. Rangkaian kunjungan ini turut didukung oleh Kedutaan Besar RRT di Jakarta guna mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people contacts).
Dalam agenda utamanya di Yunnan University (YNU), Kota Kunming—perguruan tinggi prestisius anggota “Project 211″—kedua institusi sepakat meningkatkan kerja sama yang telah terjalin sejak 2019.
Kesepakatan tersebut mencakup peningkatan mobilitas mahasiswa, kunjungan staf akademik, penjajakan program double degree, serta peluang studi lanjut bagi dosen UI pada bidang unggulan seperti etnologi, ekologi, dan pembangunan ekonomi regional.
Rombongan selanjutnya menyambangi Guangxi Minzu University (GXMZU) di Nanning. Kampus yang menaungi sekitar 2.700 mahasiswa internasional ini memiliki keunikan karena menjadikan Bahasa Indonesia sebagai salah satu dari tujuh bahasa Asia yang diajarkan.
Kedua pihak berkomitmen memperkuat pertukaran mahasiswa serta menjajaki program pendidikan bersama pada jenjang sarjana dan pascasarjana.
Selain perguruan tinggi, delegasi juga berdiskusi dengan Guangxi Academy of Social Sciences guna memperluas peluang kolaborasi riset serta pertukaran pengetahuan di bidang ilmu sosial, kebijakan publik, dan pembangunan kawasan.
Prof. Heri menegaskan bahwa penguatan kemitraan akademik global merupakan strategi penting dalam mengakselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kapasitas riset nasional.
“UI memandang kerja sama akademik global sebagai investasi jangka panjang dalam pengembangan talenta akademik. Kolaborasi yang semakin erat dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset di RRT akan memperluas akses mahasiswa dan dosen terhadap pengalaman internasional, memperkuat kapasitas riset dan inovasi, serta mempercepat lahirnya talenta unggul yang mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat global,” ujar Prof. Heri. (*)











