HEADLINESNASIONAL

Petani Sidrap Panen Dua Kali Lipat

576
×

Petani Sidrap Panen Dua Kali Lipat

Sebarkan artikel ini

INDONESIAUPDATE.ID – Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah prioritas program Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program (IPDMIP). Hal tersebut tak lepas dari potensi sektor pertaniannya yang amat besar untuk sejumlah komoditas.

Sejak pertama kali digulirkan hingga sekarang1, program IPDMIP berhasil meningkatan kualitas SDM para petani Sulses. Seperti halnya terlihat di Desa Tellang Kulo Maddenra, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan Kabupaten Sidrap Ibrahim mengatakan sejumlah program turunan IPDMIP seperti Sekolah Lapang (SL) Daerah Irigasi dan PLEK (Program Literasi Keuangan), mampu mendongkrak hasil panen para petani.

“Tanggal 30 September kemarin kami melaksanakan panen raya, luar biasa hasilnya,” ujar Ibrahim melaui keterangan tertulisnya, Sabtu (8/10)

Ibrahim menjelaskan, panen yang dilakukan di lokasi SL DI persisnya daerah Tellang Kulo, meningkat drastis dari sebelumnya yang hanya 3,3 ton per hektar. “Hasil ubinannya 5,4 killogram atau setara 8,6 ton per hekatre. Kenaikannya tinggi,” beber dia.

Ibrahim bersyukur bahwa Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Syahrul Yasin Limpo, terus berkomtimen meningkatkan kualitas dan kesejahteraan para petani.
“Kami yakin jika SDM dan kompetensi petani meningkat, ini akan berdampak terhadap penghasilan mereka. Semoga apa yang dicita-citakan Pak Menteri (pertanian) terealisasi, petani kita lebih sejahtera,” tutup Ibrahim.

Sementara, Menteri Pertanian SYL optimis kegiatan IPDMIP berjalan maksimal, dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat perdesaan, khususnya bagi petani dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan.

“Dengan IPDMIP, kita akan menggenjot produktivitas pertanian, khususnya di daerah irigasi. Diharapkan pendapatan petani naik sehingga kesejahteraan petani juga meningkat,” kata Mentan Syahrul.

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi. Menurutnya, IPDMIP harus berperan mendorong proses transformasi dari sistem pertanian tradisional menjadi modern. Untuk itu, SDM-nya harus digarap lebih dahulu.

Berita Terkait  Kementerian PUPR Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020 dan Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Penanganan COVID-19

“Mereka adalah petani, penyuluh, petani milenial melalui pelatihan,” kata Dedi.

Sistem pertanian tradisional, katanya, dicirikan oleh produktivitas yang rendah, penggunaan varietas lokal, dikerjakan secara manual atau dengan bantuan tenaga ternak. Sistem pertanian ini belum memanfaatkan mekanisasi pertanian serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Pertanian modern dicirikan masifnya varietas berdaya hasil tinggi, menerapkan mekanisasi dan pemanfaatan teknologi era industri 4.0,” pungkas Dedi.

Sebagai informasi program IPDMIP dilaksanakan di 74 Kabupaten, 16 Provinsi (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT)). Program ini bekerjasama lintas sektor dengan Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan dan masyarakat petani serta semua pihak yang terkait baik di dalam dan sekitar daerah Irigasi.(ez)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *