Oleh : Intan Arimiawati*
Mendengar kata Pendidikan, mungkin sudah tak asing lagi bagi kita. Pendidikan merupakan media dalam mengembangkan potensi individu untuk berpikir secara kritis agar siap menghadapi kehidupan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Untuk menunjang adanya Pendidikan yang berkualitas tentunya harus mengusung kurikulum yang setara dengan tujuan Pendidikan.
Saat ini di Indonesia sedang menggunakan kurikulum merdeka, dimana kurikulum tersebut dapat memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Banyak sekali fitur dari kurikulum merdeka salah satunya ialah “platform merdeka mengajar”. Platform ini dipergunakan untuk memberi kemudahan bagi tenaga kependidikan dalam melakukan proses pembelajaran. Didalam platform tersebut terdapat berbagai materi, topik, maupun sub topik yang dapat di akses dengan mudah dan cepat hanya menggunakan internet.
Kurikulum merdeka belajar kampus merdeka tidak hanya bermanfaat bagi pendidik, tetapi juga bermanfaat bagi mahasiswa, dikarenakan banyak program yang disediakan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa, salah satunya ialah program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM).
Dengan adanya Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan wawasan kebangsaan, meningkatkan pemahaman mahasiswa pada keberagaman suku, ras, agama, dan budaya serta semangat persatuan. Dalam kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), mahasiswa antara satu dengan yang lain dapat saling berdialog serta memahami keberagaman sikap dan sifat serta saling menghormati agar tercipta penguatan persatuan.
Pada kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka yang memiliki slogan “Bertukar sementara bermakna selamanya” ini memiliki 8 Kebinekaan yang diajarkan melalui Modul Nusantara yang berisi berbagai kegiatan kunjungan ataupun pelatihan yang dapat menambah kreativitas mahasiswa dalam melakukan kegiatan refleksi.
Hal tersebut jika ditekuni tidak hanya akan menambah wawasan bagi mahasiswa satu dengan yang lain, namun akan muncul terjadinya kolaborasi dari kebudayaan berbagai daerah yang dapat ditampilkan dan dapat menjadi motivasi untuk seluruh khalayak dari penjuru dunia. Pada kegiatan Kebinekaan yang terdapat pada Modul Nusantara ini juga mampu menciptakan pemikiran kritis mahasiswa mengenai kebudayaan yang melekat pada dirinya dan menumbuhkan rasa ingin tahu serta ingin mempelajari keunikan yang ditampilkan dari budaya yang lainnya.
Dalam kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), selain membawa dampak positif bagi mahasiswa juga membawa dampak positif bagi daerah yang ditinggali. Mengapa demikian? dikarenakan hal tersebut merupakan salah satu kesempatan bagi daerah yang ditinggali untuk dapat menunjukkan ragam kebudayaan yang dimilikinya serta berbagai sejarah mengenai tempat tinggal tersebut, dengan demikian tempat yang ditinggali dapat menjadi lebih dikenal oleh khalayak terutama mahasiswa. Dikarenakan peran mahasiswa sangat besar dalam segi promotor bagi suatu daerah, terutama jika mahasiswa tersebut dapat menerapkan hal-hal yang diajarkan dan diketahui mengenai daerah tersebut dengan melalui fitur kolaborasi yang dimiliki pada refleksi kebinekaan Modul Nusantara.
Pada tahun 2024 ini, kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) sudah mulai dilaksanakan di berbagai kampus di Indonesia. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu semester yaitu 6 bulan. Jadi selama 6 bulan, mahasiswa dari PT pengirim akan berkuliah di tempat PT penerima dengan mengambil program studi yang sesuai dengan asal kampus masing-masing.
Pada hari-hari biasa mahasiswa PMM tetap melaksanakan perkuliahan sesuai dengan program studi yang di pilih dengan mata kuliah yang dipilih juga. Namun pada hari sabtu dan minggu mahasiswa PMM akan melakukan kegiatan Modul Nusantara yang outputnya ialah dapat diisikan pada logbook masing-masing mahasiswa. Jadi dalam satu meninggu mahasiswa PMM akan mendapatkan satu kali kegiatan kebhinekaan dan refleksi yang dilaksanakan kurang lebih selama tujuh jam.
Harapannya kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) ini terus dilaksanakan dan tetap di fasilitasi. Dikarenakan kegiatan melalui modul nusantara dapat menciptakan kreativitas bagi mahasiswa yang berbeda daerah, serta mampu melakukan kolaborasi kebudayaan.
Dengan adanya Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) diharapkan juga dapat menimbulkan rasa syukur atas kebudayaan, adat, suku, bahasa yang telah dimiliki oleh masing-masing mahasiswa. Dari hal tersebut, akan muncul perasaan bangga karena memiliki keunikan dari daerah masing-masing namun tidak menjadi masalah dikarenakan dapat menerima keunikan dan perbedaan satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya.(*)
*Penulis adalah Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University









