OPINI

Betulkah Kampus Sibuk dengan Akreditasi?

432
×

Betulkah Kampus Sibuk dengan Akreditasi?

Sebarkan artikel ini

Prof. Misri Gozan, Ketua Komite Eksekutif LAM TEKNIK- PII, 

Guru Besar Universitas Indonesia

INDONESIAUPDATE.ID – Banyak keluhan dilontarkan oleh program studi dan kampus-kampus di tanah air yang merasa bahwa akreditasi hanya menambah beban kerja. Bahkan, ada yang mengeluh bahwa akreditasi membuat dosen tidak sempat menyiapkan perkuliahan, mengembangkan penelitian, atau melaksanakan pengabdian kepada masyarakat karena terlalu sibuk mengurus administrasi akreditasi. Namun, benarkah keluhan ini benar-benar berdasar, atau justru terlalu dibesar-besarkan?

Ada anggapan bahwa era akreditasi tidak menjamin mutu pendidikan. Bahkan, seorang pejabat negara pernah menyatakan bahwa akreditasi tidak berarti menjadi jaminan kualitas. Yang menyedihkan, pernyataan tersebut tidak berdasarkan data atau kajian akademis. Terlebih lagi, akreditasi adalah kewajiban yang diatur dalam UU 12 tahun 2012.

Jika akreditasi dianggap belum sepenuhnya menggambarkan penjaminan mutu, bukankah sudah menjadi tugas pejabat negara tersebut untuk memperbaiki sistem akreditasi, bukan malah mendiskreditkannya? Jika tidak ada akreditasi, bagaimana akuntabilitas publik bahwa pendidikan yang diberikan telah memenuhi standar nasional?

Akreditasi Hanya 5 Tahun Sekali

Pada dasarnya, akreditasi dilakukan hanya lima tahun sekali. Proses ini seharusnya bukan menjadi beban berat, terutama jika program studi atau kampus memiliki sistem informasi yang baik dan berkomitmen mengelola mutu internal pendidikannya. Dengan adanya perkembangan teknologi modern, pengumpulan dan penyajian data kuantitatif dapat diotomatisasi atau disiapkan secara berkala. Jika pengelolaan data dilakukan dengan baik, tenaga kependidikan yang terlatih dapat mengolah dan menyajikan data kuantitatif tersebut, sementara dosen hanya terlibat dalam menganalisis dan menginterpretasikan hasilnya.

Memang benar, data kualitatif juga tetap diperlukan. Setiap kampus pasti memiliki cara yang berbeda dalam mencapai visi, misi, serta capaian pembelajarannya. Hal ini tentu tidak dapat digambarkan sepenuhnya dengan data kuantitatif. Dalam proses akreditasi, dosen tetap dibutuhkan untuk menjelaskan bagaimana strategi pencapaian tujuan tersebut dilakukan dengan berbagai pendekatan dan metode yang khas di setiap institusi.

Berita Terkait  Formulasi Kebijakan Berbasiskan 4th IR Untuk Mengatasi Dampak Covid19

Perlu dipahami juga bahwa proses akreditasi sebenarnya sudah disusun berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN DIKTI). Dengan kata lain, data dan analisis yang dipersiapkan dalam akreditasi dapat digunakan sebagai bahan yang sangat berharga dalam menyusun atau memperbaiki Rencana Strategis (Renstra) suatu Unit Pengelola Program Studi (UPPS) atau bahkan universitas secara keseluruhan.

Mengapa Akreditasi Terasa Sangat Menyibukkan?

Jadi, perbaikan Renstra berdasarkan masukan dari stakeholders dan hasil Akreditasi Eksternal seharusnya bisa menjadi siklus positif yang terus mengembangkan dan meningkatkan mutu suatu prodi atau kampus. Sayangnya, persiapan akreditasi sering dilakukan dadakan menjelang masa akreditasi akan habis. Akreditasi belum menjadi bagian dari budaya mutu. Bahkan ada prodi yang terlewat mempersiapkan akreditasi sehingga terancam dibatalkan izin operasinya.

Kesibukan yang seolah akreditasi datang setiap saat bisa jadi dirasakan karena suatu UPPS memiliki banyak program studi. Misalnya, UPPS memiliki prodi berbagai jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor atau bahkan beberapa prodi dalam jenjang sarjana. Akibatnya, kegiatan akreditasi yang berbeda-beda harus dilakukan dalam jangka waktu lima tahun tersebut, meskipun masing-masing proses akreditasi sebenarnya memiliki jadwalnya tersendiri. Masalah ini akan terasa semakin berat jika jumlah dosen terbatas sehingga proses akreditasi harus dikerjakan oleh orang-orang yang sama berulang kali.

Di sisi lain, ada juga kampus-kampus yang mengejar akreditasi internasional sebagai komitmen mutu maupun untuk kemudahan mobilitas global lulusannya. Kegiatan akreditasi internasional yang umumnya bukan kewajiban ini penuh tantangan. Tenaga lebih besar diperlakukan karena kriteria akreditasinya seringkali agak berbeda dengan kriteria atau standar akreditasi nasional yang masih tetap harus dijalankan.

Perpanjangan Masa Akreditasi dengan Pemantauan

Ada beberapa solusi yang bisa dipertimbangkan. Pertama, akreditasi tidak harus dilakukan setiap lima tahun. Beberapa negara sudah mengadopsi pola yang lebih panjang, seperti enam, tujuh, atau bahkan sepuluh tahun sebagaimana dalam tabel.

Berita Terkait  Perspektif Masyarakat Terhadap Sistem Pelayanan Kesehatan di Era JKN

Tabel Perbandingan Masa Berlaku Akreditasi di beberapa negara

Tentu saja, jika intervalnya lebih panjang, perlu ada pemantauan di tengah periode tersebut. Pemantauan ini dapat dilakukan tanpa perlu mengevaluasi seluruh butir akreditasi secara penuh, melainkan hanya melaporkan kemajuan tertentu. Dalam sistem akreditasi negara lain, pemantauan ini dikenal dengan istilah “akreditasi interim” yang mengharuskan program studi mengirimkan laporan tahunan (annual report) satu atau dua kali dalam periode akreditasi.

Model ini memungkinkan program studi untuk tetap menjaga mutu dan menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan. Meskipun demikian, pemantauan ini berbeda dengan sistem automasi penuh karena masih melibatkan evaluasi data kualitatif yang tidak dapat diselesaikan sepenuhnya oleh teknologi. Kunjungan lapangan mungkin harus tetap dilakukan, mengingat perbedaan kondisi suatu prodi dengan prodi lainnya.

Yang perlu diperhatikan adalah proses akreditasi interim atau pemantauan ini harus tetap menjamin terpenuhinya SN DIKTI. Di sisi lain, perlu dipertimbangkan akan adanya kemungkinan biaya akreditasi bertambah, mengingat adanya tambahan proses akreditasi interim atau pemantauan di dalam suatu masa akreditasi penuh yang panjang.

Integrasi Akreditasi Nasional dan Internasional

Bagi prodi yang sudah maju, maka idealnya, akreditasi internasional dapat menggantikan akreditasi nasional, namun tentu dengan catatan bahwa lembaga akreditasi internasional tersebut memenuhi standar yang diakui di Indonesia, yaitu SNDIKTI. Oleh karena itu, pemerintah perlu sangat selektif dalam mengakui Lembaga akreditasi internasional.

Akan lebih baik jika Indonesia mendorong terbentuknya lembaga akreditasi dalam negeri yang terafiliasi dengan kesepakatan internasional di bidang studinya. Dengan begitu, pemerintah akan dapat menjamin terpenuhinya SN DIKTI sekaligus membangun kemandirian bangsa dalam menjaga mutu pendidikan tinggi.

Kapasitas SDM yang dimiliki Lembaga-lembaga akreditasi mandiri di tanah air sejatinya sudah sangat memadai untuk melakukan hal ini. Saat ini sudah ada beberapa Lembaga akreditasi milik nasional yang sudah mendapatkan kesetaraan oleh Lembaga internasional. Di bidang Pendidikan tinggi keteknikan dan informatika kita sudah memiliki IABEE yang telah mendapatkan pengakuan Washington Accord, dan Seoul Accord. Kini IABEE sedang menggapai pengakuan dari Sydney Accord untuk Pendidikan vokasi.

Berita Terkait  PPNS Dituntut Tertib Administrasi dalam Melakukan Penyidikan

Di bidang Kesehatan LAM PT KES yang diakui World Federation for Medical Education (WFME) dan Asia Pacific Quality Network (APQN). Beberapa LAM lainnya kini sedang berusaha mendapatkan pengakuan INQAAHE (International Network for Quality Assurance Agencies in Higher Education). Selain mendorong kemandirian bangsa, pengakuan ini akan membantu lulusan kampus negeri ini sebagai bagian dari pengakuan dalam mobilitas global.

Budaya Mutu Perlu digalakkan

Satu hal yang perlu disadari adalah bahwa akreditasi sering terasa melelahkan karena prosesnya tidak menyatu dengan upaya peningkatan mutu yang seharusnya menjadi budaya dalam suatu program studi atau kampus. Jika proses peningkatan mutu menjadi bagian dari rutinitas yang mengakar, maka akreditasi tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan justru sebagai kebutuhan sekaligus kesempatan untuk memperbaiki dan menyempurnakan diri.

Singkatnya, akreditasi bukanlah masalah besar yang perlu ditakuti atau dibenci. Dengan manajemen yang baik, justru akreditasi dapat menjadi alat yang sangat berharga dalam memastikan pendidikan yang diberikan berkualitas dan sesuai dengan standar yang diharapkan. Kini saatnya kampus-kampus memperbaiki manajemennya agar proses akreditasi bukan hanya menjadi beban administratif, tetapi juga bagian dari proses peningkatan mutu yang nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news
JOINPLAY303
sukses303
sboku99
JOINPLAY303
PG Soft Bertema Chinese New Year 2026 Sentuhan Budaya dalam Teknologi Modern
Scatter Mahjong Spesial Puasa Ramadhan 2026 Hiburan Positif Mengisi Waktu
RTP Live PG Soft Terpercaya Jelang Tarawih 2026 Transparansi yang Dibutuhkan
Game Online Rekomendasi Imlek 2026 Pilihan Terbaik untuk Perayaan Digital
Mahjong Ways 2 dan Filosofi Chinese New Year 2026 Lebih dari Sekadar Hiburan
Scatter Emas Edisi Lebaran 2026 Simbol Keberuntungan di Era Digital
RTP PG Soft Akurat Ramadhan 2026 Panduan untuk Pengalaman Optimal
Pragmatic Play Menyambut Puasa Ramadhan 2026 Konten Berkualitas untuk Relaksasi
Scatter Starlight dan Kemeriahan Imlek 2026 Visualisasi Terbaik Tahun Ini
Mahjong Wins 3 Spesial Tarawih 2026 Hiburan Cerdas di Malam Istimewa
Estetika Visual PG Soft yang Menginspirasi Lekukan Bodi Honda Vario 2026
Sistem RNG PG Soft vs ECU Honda CBR150R 2026 Adu Kecerdasan Algoritma
Membedah Konsep RTP PG Soft pada Efisiensi Bahan Bakar Honda Beat 2026
Integrasi RTP Live PG Soft pada Panel Instrumen Digital Honda PCX 2026
Pragmatic Play Design Sentuhan Futuristik pada Honda Stylo 2026
Dinamika RTP Pragmatic Play dalam Akselerasi Honda CB150R 2026
Kilatan Cahaya Scatter Zeus pada Desain Headlamp Honda ADV 2026
Nuansa Scatter Starlight Varian Warna Langka Honda Scoopy 2026
Kemewahan Scatter Emas pada Detail Velg Honda Supra X 125 2026
Pola Unik Scatter Mahjong pada Striping Honda Revo Fit 2026
Taktik Ritme Spin Adaptif pada Mahjong Ways untuk Optimasi Peluang Harian
Formula Konsistensi dan Kontrol Emosi dalam Menaklukkan Pola Bonus Sugar Rush
Strategi Akumulasi Bertahap dengan Pendekatan Data RTP dan Momentum Permainan
Eksplorasi Pola Scatter Dinamis untuk Stabilitas Profit Jangka Panjang
Teknik Rotasi Modal Cerdas untuk Menjaga Tren Kemenangan Tetap Positif
Pendekatan Analitis Membaca Volatilitas Spin demi Hasil Lebih Presisi
Sinkronisasi Irama Permainan dan Manajemen Risiko pada Sugar Rush
Strategi Slow Play dan Timing Spin untuk Memaksimalkan Peluang Rebound
Pola Adaptif dan Kontrol Rebate dalam Sesi Bermain Mahjong Ways Modern
Blueprint Disiplin Modal dan Evaluasi Tren untuk Performa Stabil Sepanjang Sesi
Mahjong Ways 2 Style Modifikasi Jok Yamaha NMAX 2026 yang Viral
Teknologi Mahjong Wins 3 dan Suspensi Yamaha Aerox 2026 Kenyamanan Tingkat Lanjut
Mahjong Wins 2 Edition Tampilan Sporty Yamaha Lexi 2026
Sensasi Game Online dalam Genggaman Stang Yamaha XMAX 2026
Era Baru Game Konektivitas Layar Yamaha TMAX 2026 dengan Smartphone
Logika Scatter Zeus dalam Aerodinamika Yamaha Grand Filano Hybrid 2026
Komparasi Visual Grafis Pragmatic Play dan Decal Yamaha Fazzio Hybrid 2026
Filosofi RTP Live PG Soft untuk Perawatan Mesin Yamaha Gear 125 2026
Adaptasi Mahjong Ways 2 pada Sistem Pengereman Yamaha FreeGo 2026
Mekanisme RNG PG Soft Rahasia Kestabilan Roda Yamaha Fino 2026
Menganalisis Momentum Mekanik dalam Alur Animasi Ikonik Mahjong Ways 2
Mengungkap Rahasia Struktur RNG Bagaimana Algoritma PG SOFT Tentukan Kemenangan di Detik Terakhir?
Deteksi Lonjakan Tiba-Tiba pada RTP LIVE Analisis Data Kritis PG SOFT
Metode Imersif Bagaimana Game Online Mempengaruhi Fokus Kognitif Pengguna?
Mengapa Strategi Mengikuti RTP LIVE Hijau Sering Meleset? Ini Penjelasannya!
Audit Visual Memahami Perbedaan Kualitas Render Scatter Emas Resolusi Tinggi
Menjadi Ahli Pola Navigasi Strategi Fitur Unggulan pada Mahjong Wins 3
Evolusi Simbol Scatter Mahjong Perjalanan Desain dari Masa ke Masa
Mengintip Kompleksitas Algoritma GG Soft Dedikasi Para Arsitek Kode
Estetika Digital yang Terabaikan Perjalanan Grafis PG Soft yang Tak Terungkap
Momentum Harian Mahjong Ways: Waktu Terbaik untuk Hasil Maksimal Strategi Bertemu Keberuntungan: Dinamika Baru Permainan Mahjong Saat Ritme Permainan Berubah: Faktor Dinamis dalam Mahjong Spin Lebih Cepat, Adrenalin Lebih Panas! Rahasia PG Soft Tingkatkan Intensitas Frekuensi Spin PG Soft Naik Level: Intens Bermain Meledak, Sesi Lebih Lama Fenomena PG Soft 2026: Spin Padat Bikin Ketagihan Main Intens & Lama PG Soft Speed Boost: Spin Ganas, Intensitas Naik, Durasi Bermain Panjang Main Lebih Lama & Seru? Peningkatan Spin Rate PG Soft Ubah Permainanmu Efek Dahsyat Spin Sering di PG Soft: Intensitas Meledak & Jam Bermain Bertambah apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik Membandingkan Blackjack dengan Permainan Kartu Di Asia dalam Perspektif Strategi Cuan Mahjong Wins 2 Untuk Beli Emas Asli dengan Pendekatan Adaptif Mengubah Hasil Pola Mahjong Ways 2 Menjadi Aset Ternak Walet Produktif Dinamika Perjalanan Pemain Mahjong Ways Hingga Miliki Kebun Sawit Luas Spin Keberuntungan Mahjong Wins Jadi Pondasi Bisnis Franchise Minuman Kekinian Mengupas Perbandingan Blackjack dengan Permainan Kartu Di Asia Berbasis Statistik Keuntungan Mahjong Wins 2 Diubah Jadi Emas Melalui Proses Analisis Mendalam Mengoptimalkan RNG Mahjong Ways 2 demi Modal Usaha Sarang Walet Berkelanjutan Mahjong Ways Jadi Modal Awal Usaha kebun Sawit Berkat Perencanaan Strategi Sistem Permainan Mahjong Wins Berbuah Modal untuk Bisnis Tanaman Hias dan Variasi Produk Analisis Data Perbandingan Blackjack dan Permainan Kartu Favorit Di Asia Optimalisasi Hasil Mahjong Wins 2 untuk Beli Emas Melalui Pemahaman Sistem Permainan Mengatur Jam Bermain Mahjong Ways 2 demi Modal Investasi Peternakan Sarang Walet Langkah Cerdas Pemain Mahjong Ways Bangun Kebun Sawit dengan Pendekatan Terukur Modal Mahjong Wins Disulap Jadi Toko Sembako Mandiri dengan Pendekatan Statistik Seberapa Unggul Blackjack Dibanding Permainan Kartu Lain Di Asia? Tinjauan Analisis Strategi Konversi Hasil Mahjong Wins 2 Untuk Beli Emas Berdasarkan Tren RTP Pengambilan Keputusan Tepat di Mahjong Ways 2 untuk Modal Perternakan Sarang Walet Mahjong Ways Membuka Jalan Rezeki Hingga Usaha Kebun Sawit Luas Terbang Tinggi Algoritma Ritme Mahjong Wins Membuka Jalan Bisnis Studio Foto Kreatif Membandingkan Blackjack dengan Permainan Kartu Di Asia dalam Perspektif Strategi wala meron digmaan Pasang Pola Super Scatter SURYAJP yang Diam-Diam Jadi Favorit Komunitas Desain Mahjong Wins 3 Disebut Pengaruh Scatter Hitam, Ini Penjelasan Lengkap di SURYAJP Kenapa Scatter Hitam Mahjong Wins 3 Terasa Aktif di Jam Tertentu? Analisis RTP SURYAJP Putaran Manual vs Otomatis, Mana Lebih Dekat ke Super Scatter Mahjong Wins 3? Mahasiswi Bandung Temukan Celah! Kelola Penghasilan Harian Go-Car, Scatter Hitam SURYAJP Jadi Perbincangan Berapa Modal Aman Coba Pola Scatter Hitam Mahjong Wins 3 di SURYAJP Total Strategi Penjaga Kios Saat Mengejar Scatter Hitam Tanpa Boros Modal Kenapa Super Scatter SURYAJP Sering Dianalogikan Seperti Mengelola Usaha Kecil Kirim Cerita Nyata Mahasiswi Bandung Andalkan Super Scatter di SURYAJP untuk Bayar UKT Mahjong Wins 3 dan Scatter Hitam SURYAJP, Tren Baru di Lingkaran Kelas Bisnis Online joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 senang303 sukses303 horus303 joinplay303 sukses303
metroartschool widyanataarchitect mirecomendadotienda inspiredgardenideas afroskin mediaedukasiborneo darknetbills ellacoffeemall mauiislandportraits lesechecsdelareussite rumahbintang centrovirginia mitramedikasolo sloveniaonbike ioautonews beritakampus naijasportnews salvagegaming lamorenetaeventos thefullfitness programlarindir rastama walangsari bearrockfoods bikersonweb feelwellforever projectparadisegame sciencebookprizes hotelristorantevittoria oaklandpolicebeat atxukale ilesvanille tutelaeucarestia arting.mx global-history travelnewseditor fleeknews worldnewswave lettica.org noahs wish greenrivernetwork autoexpertproducts healthcarelawsuit sportmuseumcuracao beef cattle assurecontrols hospitalnearme arquidiocesisdgo coinsmonedas cirebonpost coronameter shiftorbit icdiss makalu2004 platye kingkong bola minweb
sophiadruidhills meghantius heathergeisler nhcarnivalshop highlandermarket escortwide sankalpanews wanyismart beccariacbd wszgk capespindj dachenggerui healthezi guanbingjd cdlosbiciosos betteboutik jaroshdi ivermectinnoprescription asiannuclearenergy karsmodels casateconelplaneta zamboostwp-login.php mmmcommentaries conlosnanos dnmurals lesfousdebassan piraterfbonline hoganoutletoscarpe clomidsale.online ciprocfx.online animationdesoireekaraoke anjaniflorist movewingame askmeyp justjewellry simplashop expedistaap freewuxiaonline boin boin globallearningsolutionsltd abamoxicillin megaoraksil thewebgacor pulsajuragan