OPINI

Siapa Masih Peduli Mutu Kampus?

255
×

Siapa Masih Peduli Mutu Kampus?

Sebarkan artikel ini

Prof. Misri Gozan, Ketua Komite Eksekutif LAM TEKNIK- PII,

Guru Besar Universitas Indonesia

INDONESIAUPDATE.ID – Lahirnya Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi menimbulkan berbagai diskusi hangat di kalangan pengelola pendidikan tinggi. Aturan ini berlaku efektif 18 Agustus 2025 nanti, namun perdebatan mengenai kelebihan dan kekurangannya masih panas, terbukti menteri terdahulu Prof. Satryo maupun Prof. Brian kini masih menunda keberlakuan Permen ini.

Salah satu topik yang paling banyak dibicarakan adalah terkait status akreditasi yang kini hanya terdiri dari tiga kategori: terakreditasi, terakreditasi unggul, dan tidak terakreditasi. Status akreditasi ini tidak hanya mempengaruhi upaya peningkatan mutu kampus yang merupakan tujuan diadakannya akreditasi oleh pihak eksternal, tetapi juga akan berimplikasi semakin membebani biaya akreditasi. Ada banyak hal lainnya yang menyebabkan kebijakan ini menjadi sangat kontra produktif dan patut disayangkan. Tulisan ini sekaligus memberikan solusinya.

Mengapa Sistem Akreditasi Diubah?

Banyak pihak menduga bahwa perubahan ini dilatarbelakangi oleh keluhan dari sejumlah perguruan tinggi yang merasa bahwa biaya akreditasi yang dikenakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) terlalu mahal. Dulu, akreditasi dilakukan oleh BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) dan sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah. Perguruan tinggi jelas sangat tidak terbebani secara langsung. Namun, lahirnya LAM-LAM baru yang mulai bermunculan sejak tahun 2021 sebagai amanah dari UU No. 12 Tahun 2012 mengubah pola ini.

Karena LAM dibentuk sebagai lembaga independensi, sumber pendapatan utamanya berasal dari biaya akreditasi yang dibayarkan oleh perguruan tinggi. Beberapa kampus kemudian mengeluhkan bahwa biaya ini terlalu mahal dan meminta pemerintah untuk kembali memberikan subsidi. Pada kenyataannya, pemerintah juga tidak mungkin mengabulkan tuntutan membiayai seluruh proses akreditasi, karena akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Berita Terkait  Landasan Hukum Penggunaan APD Kepada Nakes Dalam Penanganan Virus Covid-19

Benarkah Biaya Akreditasi Terlalu Mahal?

Benarkah biaya akreditasi yang dikenakan oleh LAM terlalu mahal? Relatif jawabannya. Jika dihitung secara sederhana, untuk sebuah program studi dengan jumlah mahasiswa sekitar 20 orang per angkatan, biaya akreditasi sekitar Rp 50-58 juta yang berlaku untuk 5 tahun. Dengan demikian, biaya per mahasiswa per semester hanya sekitar Rp 84 ribu — jumlah yang lebih rendah daripada biaya pulsa mereka setiap bulannya. Padahal, biaya ini diperuntukkan bagi penjaminan mutu pendidikan secara eksternal yang seharusnya menjadi prioritas penting bagi setiap perguruan tinggi.

Bagi kampus, negeri maupun swasta, yang memiliki jumlah mahasiswa baru lebih dari 20 per Angkatan, tentu biaya akreditasi terasa sangat ringan. Di sisi lain, jumlah mahasiswa kurang dari 20 per Angkatan juga berimplikasi sulitnya mengelola prodi tersebut, misalnya dalam penyediaan fasilitas perkuliahan, lanboratorium, dan renumerasi yang layak bagi para dosen dan tenaga pendidikan.

Di sisi lain, pembentukan LAM oleh pemerintah juga menghadapi tantangan administratif yang rumit. Terutama terkait mekanisme pendanaan dari pemerintah ke lembaga swasta, apabila LAM pemerintah yang operasionalnya sebagian dibiayai oleh negara harus melakukan akreditasi terhadap perguruan tinggi swasta.

Penjaminan Mutu Tidak Bisa Dilakukan Secara Internal Saja

Perlu dipahami bahwa penjaminan mutu pendidikan tinggi tidak bisa diserahkan secara internal saja. Harus ada pihak eksternal yang terjaga independensinya untuk menilai mutu pendidikan dengan obyektif. LAM (Lembaga Akreditasi Mandiri) yang mengelola akreditasi eksternal ini diawasi oleh berbagai pihak, yaitu BAN PT, DIKTI, serta para pemrakarsa seperti asosiasi program studi dan atau profesi.

Beberapa LAM bahkan memiliki afiliasi dengan lembaga akreditasi internasional yang sangat ketat pengawasannya, karena menyangkut pengakuan internasional terhadap lulusan yang terkait dengan mobilitas global. Hal ini menandakan bahwa peran LAM sebenarnya sangat strategis dalam menjaga standar pendidikan agar tetap relevan dan diakui secara global.

Berita Terkait  UI Perkokoh Aliansi Elite Global: Rektor Heri Tandatangani MoU Strategis dengan Tsinghua University

Dampak dari Penghapusan Peringkat Akreditasi

Namun, yang menjadi masalah utama dalam Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 bukan hanya soal biaya, melainkan juga penghapusan peringkat akreditasi. Kini, status akreditasi hanya terdiri dari “terakreditasi”, “terakreditasi unggul”, dan “tidak terakreditasi”. Dengan kebijakan ini, berbagai kerugian dapat terjadi.

Misalnya para Pengguna Lulusan akan kehilangan referensi penting. Peringkat akreditasi yang lebih rinci seperti Baik, Baik Sekali, dan Unggul sebenarnya membantu lembaga pemberi beasiswa, perusahaan, atau instansi pemerintah dalam melakukan seleksi awal calon mahasiswa atau pegawai. Jika status “Baik Sekali” dihapus dan hanya menyisakan “Terakreditasi”, maka banyak program studi yang tadinya berada di tingkat “Baik Sekali” akan terlempar ke status “Terakreditasi” saja. Artinya, peluang bagi mereka untuk mendapat pengakuan lebih tinggi akan menurun drastis.

Dengan dihapusnya peringkat, semangat perguruan tinggi dalam melakukan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) maupun Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) juga akan terpengaruh. Proses peningkatan mutu yang seharusnya terus dikembangkan dapat terhambat karena standar penilaian yang terkesan disamaratakan.

Parahnya lagi, pengurangan kategori peringkat juga akan berdampak pada biaya akreditasi. Ini disebabkan karena pemerintah hanya akan mensubsidi proses akreditasi minimal dan memberlakukan automasi. Skema biaya akreditasi untuk peringkat “Unggul” sepenuhnya diserahkan kepada LAM. Dengan hilangnya status “Baik Sekali”, hanya program studi yang memiliki kapasitas luar biasa yang mampu mencapai “Unggul”. Sementara itu, biaya operasional LAM tidak berkurang, sehingga kemungkinan besar biaya akreditasi “Unggul” akan meningkat untuk menutupi kekurangan dari prodi yang hanya “Terakreditasi”.

Jika sebagian besar program studi memilih untuk “pasrah” dengan status “Terakreditasi” yang diberikan secara otomatis melalui sistem, dan tidak berusaha mengejar status “Unggul”, biaya akreditasi “Unggul” bisa meningkat hingga 100 bahkan 200 persen. Hal ini tergantung pada berapa banyak program studi yang tidak termotivasi untuk mengejar peringkat lebih tinggi. Semakin sedikit yang mencoba mencapai status “Unggul”, semakin besar pula beban biaya yang harus ditanggung oleh prodi yang berusaha memperoleh pengakuan tersebut.

Berita Terkait  Peran Wanita Wirausaha Memulihkan Perekonomian Keluarga

Solusi yang Diperlukan

Apakah kebijakan ini tepat? Tentu perlu kajian lebih mendalam. Namun, yang pasti adalah bahwa sistem akreditasi yang hanya memberikan status “Terakreditasi” tanpa diferensiasi jelas dapat menurunkan motivasi perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu. Harus ada keseimbangan antara mencapai standar minimal yang ditetapkan pemerintah dan mengapresiasi mereka yang mampu melampaui standar tersebut.

Pemerintah pernah memberikan subsidi yang selektif. Namun sepertinya proses aplikasi subsidi tersebut dalam pelaksanaannya masih terhambat karena prosesnya masih terasa membebani kampus. Terbukti penyerapan subsidi tersebut masih di bawah angka 40% pada tahun 2023 lalu dan tidak terdengar lagi di tahun 2024. Proses subsidi ini tidak lagi boleh membebani kampus pemohonnya, walaupun juga harus tetap selektif.

Pemerintah perlu membuka ruang diskusi yang lebih luas dengan berbagai pihak, termasuk LAM, perguruan tinggi, dan pengguna lulusan. Urusan meningkatkan mutu Pendidikan tinggi jelas bukan semata urusan pemerintah. Kampus jangan hanya mengejar status akreditasinya, tetapi juga bagaimana berupaya secara konsisten memperbaiki sistem penjaminan mutu. Hanya dengan begitu, kita bisa memastikan bahwa sistem penjaminan mutu yang diterapkan mampu benar-benar mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news
JOINPLAY303
sukses303
sboku99
JOINPLAY303
PG Soft Bertema Chinese New Year 2026 Sentuhan Budaya dalam Teknologi Modern
Scatter Mahjong Spesial Puasa Ramadhan 2026 Hiburan Positif Mengisi Waktu
RTP Live PG Soft Terpercaya Jelang Tarawih 2026 Transparansi yang Dibutuhkan
Game Online Rekomendasi Imlek 2026 Pilihan Terbaik untuk Perayaan Digital
Mahjong Ways 2 dan Filosofi Chinese New Year 2026 Lebih dari Sekadar Hiburan
Scatter Emas Edisi Lebaran 2026 Simbol Keberuntungan di Era Digital
RTP PG Soft Akurat Ramadhan 2026 Panduan untuk Pengalaman Optimal
Pragmatic Play Menyambut Puasa Ramadhan 2026 Konten Berkualitas untuk Relaksasi
Scatter Starlight dan Kemeriahan Imlek 2026 Visualisasi Terbaik Tahun Ini
Mahjong Wins 3 Spesial Tarawih 2026 Hiburan Cerdas di Malam Istimewa
Estetika Visual PG Soft yang Menginspirasi Lekukan Bodi Honda Vario 2026
Sistem RNG PG Soft vs ECU Honda CBR150R 2026 Adu Kecerdasan Algoritma
Membedah Konsep RTP PG Soft pada Efisiensi Bahan Bakar Honda Beat 2026
Integrasi RTP Live PG Soft pada Panel Instrumen Digital Honda PCX 2026
Pragmatic Play Design Sentuhan Futuristik pada Honda Stylo 2026
Dinamika RTP Pragmatic Play dalam Akselerasi Honda CB150R 2026
Kilatan Cahaya Scatter Zeus pada Desain Headlamp Honda ADV 2026
Nuansa Scatter Starlight Varian Warna Langka Honda Scoopy 2026
Kemewahan Scatter Emas pada Detail Velg Honda Supra X 125 2026
Pola Unik Scatter Mahjong pada Striping Honda Revo Fit 2026
Taktik Ritme Spin Adaptif pada Mahjong Ways untuk Optimasi Peluang Harian
Formula Konsistensi dan Kontrol Emosi dalam Menaklukkan Pola Bonus Sugar Rush
Strategi Akumulasi Bertahap dengan Pendekatan Data RTP dan Momentum Permainan
Eksplorasi Pola Scatter Dinamis untuk Stabilitas Profit Jangka Panjang
Teknik Rotasi Modal Cerdas untuk Menjaga Tren Kemenangan Tetap Positif
Pendekatan Analitis Membaca Volatilitas Spin demi Hasil Lebih Presisi
Sinkronisasi Irama Permainan dan Manajemen Risiko pada Sugar Rush
Strategi Slow Play dan Timing Spin untuk Memaksimalkan Peluang Rebound
Pola Adaptif dan Kontrol Rebate dalam Sesi Bermain Mahjong Ways Modern
Blueprint Disiplin Modal dan Evaluasi Tren untuk Performa Stabil Sepanjang Sesi
Mahjong Ways 2 Style Modifikasi Jok Yamaha NMAX 2026 yang Viral
Teknologi Mahjong Wins 3 dan Suspensi Yamaha Aerox 2026 Kenyamanan Tingkat Lanjut
Mahjong Wins 2 Edition Tampilan Sporty Yamaha Lexi 2026
Sensasi Game Online dalam Genggaman Stang Yamaha XMAX 2026
Era Baru Game Konektivitas Layar Yamaha TMAX 2026 dengan Smartphone
Logika Scatter Zeus dalam Aerodinamika Yamaha Grand Filano Hybrid 2026
Komparasi Visual Grafis Pragmatic Play dan Decal Yamaha Fazzio Hybrid 2026
Filosofi RTP Live PG Soft untuk Perawatan Mesin Yamaha Gear 125 2026
Adaptasi Mahjong Ways 2 pada Sistem Pengereman Yamaha FreeGo 2026
Mekanisme RNG PG Soft Rahasia Kestabilan Roda Yamaha Fino 2026
Menganalisis Momentum Mekanik dalam Alur Animasi Ikonik Mahjong Ways 2
Mengungkap Rahasia Struktur RNG Bagaimana Algoritma PG SOFT Tentukan Kemenangan di Detik Terakhir?
Deteksi Lonjakan Tiba-Tiba pada RTP LIVE Analisis Data Kritis PG SOFT
Metode Imersif Bagaimana Game Online Mempengaruhi Fokus Kognitif Pengguna?
Mengapa Strategi Mengikuti RTP LIVE Hijau Sering Meleset? Ini Penjelasannya!
Audit Visual Memahami Perbedaan Kualitas Render Scatter Emas Resolusi Tinggi
Menjadi Ahli Pola Navigasi Strategi Fitur Unggulan pada Mahjong Wins 3
Evolusi Simbol Scatter Mahjong Perjalanan Desain dari Masa ke Masa
Mengintip Kompleksitas Algoritma GG Soft Dedikasi Para Arsitek Kode
Estetika Digital yang Terabaikan Perjalanan Grafis PG Soft yang Tak Terungkap
Momentum Harian Mahjong Ways: Waktu Terbaik untuk Hasil Maksimal Strategi Bertemu Keberuntungan: Dinamika Baru Permainan Mahjong Saat Ritme Permainan Berubah: Faktor Dinamis dalam Mahjong Spin Lebih Cepat, Adrenalin Lebih Panas! Rahasia PG Soft Tingkatkan Intensitas Frekuensi Spin PG Soft Naik Level: Intens Bermain Meledak, Sesi Lebih Lama Fenomena PG Soft 2026: Spin Padat Bikin Ketagihan Main Intens & Lama PG Soft Speed Boost: Spin Ganas, Intensitas Naik, Durasi Bermain Panjang Main Lebih Lama & Seru? Peningkatan Spin Rate PG Soft Ubah Permainanmu Efek Dahsyat Spin Sering di PG Soft: Intensitas Meledak & Jam Bermain Bertambah apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik Membandingkan Blackjack dengan Permainan Kartu Di Asia dalam Perspektif Strategi Cuan Mahjong Wins 2 Untuk Beli Emas Asli dengan Pendekatan Adaptif Mengubah Hasil Pola Mahjong Ways 2 Menjadi Aset Ternak Walet Produktif Dinamika Perjalanan Pemain Mahjong Ways Hingga Miliki Kebun Sawit Luas Spin Keberuntungan Mahjong Wins Jadi Pondasi Bisnis Franchise Minuman Kekinian Mengupas Perbandingan Blackjack dengan Permainan Kartu Di Asia Berbasis Statistik Keuntungan Mahjong Wins 2 Diubah Jadi Emas Melalui Proses Analisis Mendalam Mengoptimalkan RNG Mahjong Ways 2 demi Modal Usaha Sarang Walet Berkelanjutan Mahjong Ways Jadi Modal Awal Usaha kebun Sawit Berkat Perencanaan Strategi Sistem Permainan Mahjong Wins Berbuah Modal untuk Bisnis Tanaman Hias dan Variasi Produk Analisis Data Perbandingan Blackjack dan Permainan Kartu Favorit Di Asia Optimalisasi Hasil Mahjong Wins 2 untuk Beli Emas Melalui Pemahaman Sistem Permainan Mengatur Jam Bermain Mahjong Ways 2 demi Modal Investasi Peternakan Sarang Walet Langkah Cerdas Pemain Mahjong Ways Bangun Kebun Sawit dengan Pendekatan Terukur Modal Mahjong Wins Disulap Jadi Toko Sembako Mandiri dengan Pendekatan Statistik Seberapa Unggul Blackjack Dibanding Permainan Kartu Lain Di Asia? Tinjauan Analisis Strategi Konversi Hasil Mahjong Wins 2 Untuk Beli Emas Berdasarkan Tren RTP Pengambilan Keputusan Tepat di Mahjong Ways 2 untuk Modal Perternakan Sarang Walet Mahjong Ways Membuka Jalan Rezeki Hingga Usaha Kebun Sawit Luas Terbang Tinggi Algoritma Ritme Mahjong Wins Membuka Jalan Bisnis Studio Foto Kreatif Membandingkan Blackjack dengan Permainan Kartu Di Asia dalam Perspektif Strategi wala meron digmaan Pasang Pola Super Scatter SURYAJP yang Diam-Diam Jadi Favorit Komunitas Desain Mahjong Wins 3 Disebut Pengaruh Scatter Hitam, Ini Penjelasan Lengkap di SURYAJP Kenapa Scatter Hitam Mahjong Wins 3 Terasa Aktif di Jam Tertentu? Analisis RTP SURYAJP Putaran Manual vs Otomatis, Mana Lebih Dekat ke Super Scatter Mahjong Wins 3? Mahasiswi Bandung Temukan Celah! Kelola Penghasilan Harian Go-Car, Scatter Hitam SURYAJP Jadi Perbincangan Berapa Modal Aman Coba Pola Scatter Hitam Mahjong Wins 3 di SURYAJP Total Strategi Penjaga Kios Saat Mengejar Scatter Hitam Tanpa Boros Modal Kenapa Super Scatter SURYAJP Sering Dianalogikan Seperti Mengelola Usaha Kecil Kirim Cerita Nyata Mahasiswi Bandung Andalkan Super Scatter di SURYAJP untuk Bayar UKT Mahjong Wins 3 dan Scatter Hitam SURYAJP, Tren Baru di Lingkaran Kelas Bisnis Online joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 senang303 sukses303 horus303 joinplay303 sukses303
metroartschool widyanataarchitect mirecomendadotienda inspiredgardenideas afroskin mediaedukasiborneo darknetbills ellacoffeemall mauiislandportraits lesechecsdelareussite rumahbintang centrovirginia mitramedikasolo sloveniaonbike ioautonews beritakampus naijasportnews salvagegaming lamorenetaeventos thefullfitness programlarindir rastama walangsari bearrockfoods bikersonweb feelwellforever projectparadisegame sciencebookprizes hotelristorantevittoria oaklandpolicebeat atxukale ilesvanille tutelaeucarestia arting.mx global-history travelnewseditor fleeknews worldnewswave lettica.org noahs wish greenrivernetwork autoexpertproducts healthcarelawsuit sportmuseumcuracao beef cattle assurecontrols hospitalnearme arquidiocesisdgo coinsmonedas cirebonpost coronameter shiftorbit icdiss makalu2004 platye kingkong bola minweb
sophiadruidhills meghantius heathergeisler nhcarnivalshop highlandermarket escortwide sankalpanews wanyismart beccariacbd wszgk capespindj dachenggerui healthezi guanbingjd cdlosbiciosos betteboutik jaroshdi ivermectinnoprescription asiannuclearenergy karsmodels casateconelplaneta zamboostwp-login.php mmmcommentaries conlosnanos dnmurals lesfousdebassan piraterfbonline hoganoutletoscarpe clomidsale.online ciprocfx.online animationdesoireekaraoke anjaniflorist movewingame askmeyp justjewellry simplashop expedistaap freewuxiaonline boin boin globallearningsolutionsltd abamoxicillin megaoraksil thewebgacor pulsajuragan