INDONESIAUPDATE.ID – Pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi yang kuat antara akademisi, pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Empowering Kader, Menyelamatkan Generasi: Kolaborasi Masyarakat & Kader Posyandu Atasi Stunting di Depok” di Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Sebanyak 25 Ketua Kader Posyandu dari Kelurahan Grogol mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
Program PKM dipimpin oleh Ns. Tatiana Siregar, S.Kep., M.M., M.Kep., dosen bidang Manajemen Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan UPN Veteran Jakarta, bersama tim pengabdi yang terdiri atas Dr. Ns. Diah Ratnawati, M.Kep., Sp.Kep.Kom., Dr. Ns. Dyah Utari, S.Kep., MKK., dan Widayani Wahyuningtyas, S.E., M.M.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Lurah Grogol, Ibu Endang, yang mewakili Pemerintah Kelurahan Grogol. Kehadiran pemerintah kelurahan menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat untuk menurunkan angka stunting di wilayah Kota Depok.
Selain melibatkan dosen sebagai narasumber, kegiatan ini juga difasilitatori oleh enam mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan UPN “Veteran” Jakarta. Para mahasiswa berperan aktif dalam mendukung seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi peserta, pendampingan diskusi kelompok, demonstrasi pengukuran antropometri, dokumentasi kegiatan, hingga membantu koordinasi teknis pelaksanaan pelatihan. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis pengabdian (service learning), sehingga mereka dapat mengaplikasikan ilmu keperawatan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap permasalahan kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua Tim PKM Tatiana Siregar menegaskan bahwa keberhasilan menurunkan angka stunting tidak hanya bergantung pada intervensi tenaga kesehatan, tetapi juga pada kualitas kader sebagai agen perubahan di masyarakat.
“Stunting bukan hanya persoalan kurang gizi, tetapi juga berkaitan dengan edukasi keluarga, pola asuh, pemantauan pertumbuhan anak, dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kader menjadi investasi penting dalam menyelamatkan generasi masa depan. Ketika kader memiliki kompetensi yang baik, mereka akan mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan tempat tinggalnya,” ujar Tatiana.
Mengusung konsep pemberdayaan yang komprehensif, kegiatan PKM menghadirkan materi mengenai Manajemen Kader Posyandu, Konsep Stunting, Pengukuran Antropometri Balita, Peran Seorang Kader – Manajemen Organisasi Kader, serta Manajemen Pemasaran Produk Makanan Tambahan (PMT) Balita. Materi tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan deteksi dini masalah gizi, mengelola organisasi Posyandu secara lebih profesional, sekaligus mendorong lahirnya inovasi pangan bergizi berbasis potensi lokal.

Selama pelatihan berlangsung, para kader mengikuti sesi edukasi, diskusi interaktif, dan berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan di lapangan, mulai dari rendahnya kesadaran masyarakat dalam memantau pertumbuhan anak, keterbatasan variasi makanan bergizi, hingga strategi meningkatkan partisipasi keluarga dalam kegiatan Posyandu.
Sementara itu, Sekretaris Lurah Grogol, Ibu Endang, menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdi UPN Veteran Jakarta yang telah memilih Kelurahan Grogol sebagai lokasi pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat.
“Kelurahan Grogol siap memberantas kejadian stunting di warga wilayah binaannya agar Kota Depok terbebas dari stunting. Hal ini tidak terlepas dari peran kader kesehatan yang sangat dekat dengan masyarakat. Kami berharap melalui kegiatan ini kapasitas kader semakin meningkat sehingga mampu menjadi penggerak perubahan perilaku hidup sehat di setiap lingkungan,” ujar Endang.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, tim PKM telah merancang pertemuan berikutnya berupa demonstrasi pembuatan makanan tambahan (PMT) atau camilan sehat bagi bayi, baduta, dan balita berupa Cookies LAPISA. Pelatihan tersebut akan memberikan keterampilan praktis kepada kader dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan bergizi, menarik, aman dikonsumsi, serta mudah diterapkan oleh keluarga sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini.
Menurut Tatiana, keberlanjutan program merupakan kunci keberhasilan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan PKM tidak berhenti pada pemberian edukasi semata, tetapi akan terus didampingi melalui pelatihan praktik dan penguatan jejaring antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, kader Posyandu, serta masyarakat.
Melalui tema “Empowering Kader, Menyelamatkan Generasi”, UPN “Veteran” Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, mahasiswa, kader Posyandu, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting di Kota Depok sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, cerdas, dan berkualitas.











