Pemenang Pilkada, Idris-Imam Punya Jargon ‘Bangun Depok Bersama’ Ini Maknanya

  • Bagikan
Foto: Ahmad Fachry/WartaDepok.com

INDONESIAUPDATE.ID – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mohammad Idris-Imam Budi Hartono menjadi pemenang Pilkada 2020 oleh KPU Depok pada 15 Desember 2020.

Pasangan tersebut memiliki jargon yaitu ‘Bangun Depok Bersama’.

“Iya kami (Idris-Imam) punya jargon ‘Bangun Depok Bersama’. Alhamdulilah sudah ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Depok 2020.

Ini bukan kemenangan Idris-Imam, tapi kemenangan warga Depok,” kata Imam Budi Hartono, saat diskusi di channel youtube Syahrizal Nst dikutip WartaDepok.com, Kamis (17/12/2020).

Imam menjelaskan, Bangun Depok Bersama ini karena Idris-Imam paham betul Depok yang merupakan Indonesia kecil. Karena di dalamnya banyak suku, etnis, budaya, dan agama.

“Bangun Depok bersama jargonya. Kita paham betul Depok ini Indonesia kecil di dalam banyak suku, seperti Sunda dan Jawa ada di Depok,” jelas Imam.

Imam juga menegaskan bahwa dengan jargon ini Bangun Depok Bersama bahwa Depok bukan milik satu golongan, tapi milik orang Depok.

“Kita bangun Depok bersama-sama bukan. Depok ini bukan milik satu golongan saja,” jelas Imam.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kota Depok menggelar rekapitulasi suara tingkat kota dari hasil Pilkada Depok 2020 pada Selasa (15/12/2020) di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Margonda.

Hasil rekapitulasi suara menunjukan bahwa pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok nomor urut 2 yakni Mohammad Idris- Imam Budi Hartono unggul sebesar 55,55 persen dari pasangan Pradi Supriatna -Afifah Alia nomor urut 1 sebesar 44, 45 persen.

“Hasil pleno rekapitulasi suara tingkat kota pemilihan Wali kota dan wakil wali kota Depok 2020 dimenangkan paslon nomor 2 yaitu Idris-Imam, ” kata Ketua KPU Depok Nana Shobarna.

Ia menyebutkan partisipasi pemilih pada Pilkada Depok 2020 sebesar 62,79 persen meski KPU Depok menargetkan 77, 5 persen.

Berita Terkait  Bikin Deg-degan, Ini Hasil Tes Covid-19 Afifah Alia

Hasil perolehan suara sah kata Nana, sebanyak 748.346 suara dan suara tidak sah sebanyak 29.391 suara.

“Jadi total 777. 737 suara yang memilih atau berpartisipasi di Pilkada Depok 2020,” ucap dia.

Nana mengatakan, pemilihan kepala daerah ini di tengah pandemi COVID-19 malah ada kenaikan partisipasi pemilih jika dibandingkan Pilkada 2015 lalu.

“Ada kenaikan partisipasi. Alhamdulillah, tidak ada laporan klaster di Pilkada Depok 2020,” kata Nana. (Wan/WD)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *