Yoory C Pinontoan Jadi Tersangka, FPPJ: Momentum Anies Bersih-bersih Bos BUMD Era Ahok

  • Bagikan

INDONESIAUPDATE.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi. Atas kasus itu, Gubernur Anies Baswedan menonaktifkan Yoory C Pinontoan.

Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ), Endriansah mengungkapkan, terungkapnya kasus ini menjadi momentum terbaik bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk melakukan cuci gudang bos-bos BUMD.

“Terutama bos-bos BUMD sisa peninggalan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,” kata dia seperti dikutip dari RMOLJakarta, Senin (8/3).

Endriansah mendorong Anies untuk mengevaluasi menyeluruh terhadap petinggi sejumlah BUMD, khususnya yang berkinerja buruk.

“Jangan sampai kinerja bos BUMD justru membuat citra buruk terhadap Pak Anies yang sedang berjuang mewujudkan tagline Maju Kotanya Bahagia Warganya,” kata Endriansah.

Endriansah juga memuji ketegasan dan kecepatan Anies mencopot Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan sejak Jumat (5/4).

“Ketegasan Anies ini sekaligus menjadi warning buat bos BUMD dan pimpinan SKPD agar tidak berbuat curang,” kata Endriansah.

Sementara itu Indra Sukmono Arharrys ditunjuk sebagai Pelaksana tugas (Plt) Perumda Pembangunan Sarana Jaya paling lama tiga bulan terhitung sejak ditetapkannya Keputusan Gubernur, dengan opsi dapat diperpanjang.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan wartawan, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Yaitu YCP selalu Direktur Utama (Dirut) PSJ, AR dan TA dan PT AP.

Perkara ini diduga merugikan keuangan negara senilai Rp 150 miliar karena terjadinya selisih harga tanah.

Perkara ini juga diduga melibatkan pengusaha yang juga diduga bermain dalam skandal tanah di Cengkareng, Jakarta Barat ketika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membeli tanah sendiri di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Berita Terkait  Survey IPO: Gubernur Anies Paling Responsif Tangani Covid-19
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *