Aplikasi Clubhouse, Media Sosial yang Dipopulerkan Elon Musk

  • Bagikan
ilustrasi medsos. shutterstock

INDONESIAUPDATE.ID – Mungkin banyak yang belum mengetahui soal media sosial bernama Clubhouse. Aplikasi ini belakangan populer sejak CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk melakukan sesi perbincangan lewat jejaring sosial tersebut lalu mengunggahnya di kanal YouTube.

Video tersebut diunggah di kanal YouTube Tesla Owners Online pada tanggal 2 Februari 2021 lalu. Dalam video berdurasi sekitar satu setengah jam itu, terlihat Musk tengah mengadakan sesi diskusi dengan beberapa pengguna lain melalui aplikasi Clubhouse.

Lantas, apa itu Clubhouse? Aplikasi ini merupakan jejaring sosial berbasis audio yang dirilis di AS pada Maret 2020 lalu. Clubhouse dikembangkan oleh perusahaan software bernama Alpha Exploration Co.

Lewat aplikasi Clubhouse, pengguna bisa melakukan streaming audio, panggilan telepon, hingga membuat acara dengan topik khusus yang dikemas dalam bentuk podcast.

Layaknya sesi siaran langsung, pengguna Clubhouse juga bisa mendengarkan streaming dari kalangan selebriti atau influencer. Bedanya, yang ditampilkan bukanlah berupa video, melainkan hanya suara dari sejumlah partisipan yang ada di dalamnya.

Singkatnya, Clubhouse bisa artikan sebagai platform untuk mengadakan diskusi virtual dengan topik tertentu yang nantinya dapat disaksikan secara langsung oleh pengguna lainnya.

Setiap mendengarkan sesi obrolan, pengguna akan menjumpai banyak orang yang muncul dan bisa langsung ditambahkan sebagai teman. Semakin banyak topik dan orang yang diikuti, semakin sering pula muncul rekomendasi acara yang sesuai dengan preferensi.

Aplikasi clubhouse (Foto: kompas)

Secara desain, tampilan ruang obrolan di aplikasi Clubhouse juga terbilang sederhana. Hanya ada foto profil berikut nama pengguna di bawahnya

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari PC Magazine, Kamis (4/2/2021), ruang obrolan di aplikasi Clubhouse diklaim mampu menampung sekitar 5.000 partisipan.

Ketika sesi perbincangan selesai, nantinya ruang obrolan akan diselesaikan oleh moderator dan ditutup secara otomatis. Namun, pengguna Clubhouse tidak bisa menyimpan maupun merekam sesi percakapan yang sudah berlangsung.

Berita Terkait  Peneliti Unair Temukan Obat Virus Corona, Segera Diproduksi Masal

Clubhouse juga tidak menyediakan tools editing, efek suara, filter transisi, serta cuplikan iklan di dalamnya. Aplikasi ini juga dikatakan belum bisa dimonetisasi.

Tertarik untuk bergabung? Untuk sekarang keanggotaan Clubhouse masih bersifat terbatas. Peminat yang belum memiliki akun harus mendapat kode undangan terlebih dahulu dari orang yang sudah menjadi anggota Clubhouse.

Tiap anggota baru nantinya akan mendapat hak untuk mengundang dua orang lain. Jumlahnya akan ditambah seiring dengan meningkatnya pemakaian.

Pengundang harus memiliki nomor telepon orang yang akan diundang, untuk dikirimi pesan berisi tautan ke situs Clubhouse. Di sini, calon pengguna bisa membuat akun dengan nomor telepon tadi.

Clubhouse pun untuk saat ini baru tersedia di platform iOS dan bisa diunduh di toko aplikasi App Store. Versi untuk Android sedang dikerjakan, tapi tanggal rilisnya masih belum diungkap (kompas)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *