Pentingnya Penerapan SMK3 di Era Revolusi 4.0

  • Bagikan
Tes diteksi Covid-19 oleh tenaga kesehatan (Foto ANTARA-FB Anggoro)

Oleh: Abdal Rozaq Putra Wahyudi

Perkembangan Revolusi Industri 4.0 yang disertai dengan berkembangnya pembangunan Infrastruktur di Indonesia di berbagai sektor mempunyai pengaruh resiko terjadinya kecelakaan kerja. Direktur International Labour Organization (ILO), mengatakan bahwa revolusi industri 4.0 mempunyai dampak bukan hanya menghilangkan pekerjaan lama tetapi juga telah menciptakan pekerjaan baru yang pada akhirnya akan mempengaruhi mekanisme sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di era sekarang.

Revolusi Industri 4.0 mempunyai dampak negatif yang berkembang di masyarakat, yaitu isu pengurangan pekerja karena digantikan oleh mesin dan teknologi yang canggih yang menjadi kekhawatiran para pekerja. Tetapi dengan kecanggihan teknologi pada revolusi industri 4.0 ini juga bisa berdampak positif, yaitu membantu para ahli K3 dalam melakukan penilian risiko lebih baik.

Dan juga adanya pekerjaan yang mengandung resiko tinggi di era ini seperti pada pekerjaan sektor industri manufaktur, kimia, pertambangan, logistik dan juga industry lainnya telah menjadi masalah yang serius. Begitulah gambaran dari dampak adanya revolusi industri 4.0 terhadap pelaksanaan K3.

K3 di tempat kerja bukan hanya penting dari sisi pekerja saja, tetapi juga penting bagi sisi perusahaan, di mana akan memberikan dampak kepada perusahaan. Salah satu upaya peningkatan kualitas K3 di lingkungan kerja adalah dengan terus membudayakan K3 dan kerjasama semua pihak dalam menyelenggarakan Sistem Manajemen K3 dengan konsisten oleh semua pihak.

K3 penting untuk dilaksanakan di setiap perusahaan, baik skala besar maupun kecil tapi dalam pelaksanaannya di Indonesia sendiri masih ada perusahaan yang belum menerapkan sistem manajemen K3 dengan benar. Hal ini tercermin dari data yang dilansir medcom.id yang menyatakan bahwa pada 2018, jumlah kecelakaan kerja tercatat 157.313 kasus.

Berita Terkait  Sudahkah Anda Terdaftar? BPJS Buat Apa?

Kasus kecelakaan kerja yang belakangan menjadi perhatian serius ialah peristiwa kebakaran korek api di Binjai, Sumatera Utara, dan kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Banten. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Indonesia menilai isu keselamatan dan kesehatan kerja (K3) belum mendapat perhatian serius dari masyarakat. Akibatnya, angka kecelakaan kerja di Indonesia tergolong tinggi.

Pentingnya penerapan K3 di era saat ini memiliki manfaat dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan para pekerja sehingga wajib diterapkan oleh setiap perusahaan, baik industri yang berskala besar maupun kecil. Selain itu juga bermanfaat meningkatkan citra perusahaan dalam rangka menghadapi persaingan baik di tingkat regional maupun internasional.

Maka Dari itu Penerapan K3 di Era Revolusi Industri 4.0 Ini sangatlah penting, bukan hanya untuk perusahaan atau intansi tetapi juga untuk meningkatkan kualitas SDM mengingat pentingnya kualitas SDM di Era Revolusi 4.0 ini sangat di butuhkan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *