Cerita Haru Gubernur Anies Temui Pasien ICU Menjelang Wafat

  • Bagikan

INDONESIAUPDATE.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa hari lalu menengok Ibu sahabatnya yang dirawat di ICU RS Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Tetapi, tiba-tiba ada suara yang memanggil namanya. “Pak Anies, Pak Anies, Pak Anies!” begitu suara panggilannya seperti yang ditulis Anies Baswedan.

Terdengar suara pasien di bilik sebelah ruang ICU itu memanggil-manggil. Kamis malam itu Anies menjenguk ibu sahabat yang dirawat di ICU RS Pasar Minggu. Antar bilik pasien dipisahkan korden.

Suaranya keras walau terhalang masker oksigen yg dipakainya. Hingga terdengar seruangan ICU.

“Saya hampiri. Matanya menatap tajam. Tangan, kaki dan sekujur badan terkulai tanpa gerak. Dia mengalami patah di 2 ruas tulang lehernya. Tangan dan kaki terlihat lumpuh,” katanya.

Seorang anak muda, 15 tahun, kecelakaan saat perjalanan ke kegiatan taklim. Namanya Rahmat Hidayat. Dayat, panggilannya, lalu menyanyikan lagu penyemangat Persija.

“Saya dengar dia juga suka melantunkan shalawat. Dalam sakit yang tak terkira itu, dia masih melantunkan shalawat,” ujarnya.

“Cium saya Pak. Cium saya Pak,” pinta Dayat. Saya tatap dia. Dia senyum dan saya senyum. Lalu saya sentuh keningnya, pundaknya. Perlahan saya cium keningnya,” katanya.

“Saya tahan, saya cium lama kening Dayat. Seakan anak sendiri. Sambil membayangkan dia sedang berhadapan perenggang nyawa. Terdengar suara lirihnya, “terima kasih Pak Anies, terima kasih.” Saya senyum dan berdoa,” katanya.

“Saya pamit sambil memastikan operasi bisa segera dilaksanakan. Alhamdulilah Jumat pagi operasi dilakukan. Ikhtiar manusia menyelamatkan anak belia ini. Lebih dari 12 jam dokter & paramedik berjuang di meja operasi. Misi yang tidak ringan.”

Allah punya rencana lain. Minggu subuh, Dayat wafat pukul 1 dini hari. Anies pun melayat ke Jagakarsa. Di mushola tempat dia disholatkan, Anies temui Ibunya, Ayahnya. Mereka masih terpukul; tak pernah ada dalam bayangannya kalau mereka yg melahirkan dan membesarkan Dayat, kini harus menguburkannya.

Berita Terkait  Pilpres AS: Joe Biden Kalahkan Donald Trump

“Pada orangtuanya saya sampaikan, Insya Allah anak ini akan jadi pembuka Jannah bagi mereka, amiin.”

“Kamis malam di rumah sakit, dia panggil saya dan minta dicium. Saya cium dia seakan anak sendiri. Minggu pagi ini saya datangi lagi Dayat. Kali ini telah jadi jenazah. Husnul khatimah Insya Allah…”

“Setelah disholatkan, kami angkat jenazahnya. Melepas ke rahmatullah… Ke Rahmatullah semua akan kembali, sebuah pelajaran bagi semua. Kullu Nafsin Dzaa Iqatul Maut…”

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *