DUNIA

Cerita Inspiratif Marco Djuliarso, Insinyur Indonesia yang Terlibat Proyek Misi ke Bulan

435
×

Cerita Inspiratif Marco Djuliarso, Insinyur Indonesia yang Terlibat Proyek Misi ke Bulan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi/Pixabay

INDONESIAUPDATE.ID – Seorang Insinyur asal Indonesia, Marko Djuliarso, ikut terlibat dalam proyek membangun roket buatan NASA yang rencananya akan membawa astronaut ke Bulan pada 2024 mendatang.

Marko, dalam misi roket ke Bulan itu, menangani masalah penjadwalan, biaya, kualitas serta analisis data.

“Fokus di penjadwalan, biaya, kualitas, selain itu juga banyak menganalisa data,” ujar Marco.

Insinyur Boeing di New Orleans asal Indonesia ini sudah bekerja di Boeing sejak Oktober 2010. Ia terlibat berbagai proyek Boeing yang membuatnya berpindah-pindah tempat tinggal. Ia tak hanya tinggal di AS, tapi juga sempat bekerja di Kanada dan Italia dalam rangka mengerjakan proyek Boeing.

Ia menempuh pendidikan diberbagai negara, ia memiliki gelar pendidikan dari Universitas Tennessee, Universitas Teknologi Nanyang Singapura dan Universitas Southern California, namun ia mengakui tidak pernah bercita-cita untuk berkarir ke dunia aerospace.

“Nggak pernah bercita-cita untuk berkarir ke roket apalagi ke aerospace, Bapak saya nganjurin ambil aja industrial engineering atau teknik industri, Sebagai anak yang baik saya ikuti saja” kata Marco, seperti dilansir VOA.

Keterlibatannya dalam perusahaan Boeing terjadi pada 2009 ketika ekonomi AS sedang kesulitan. Saat itu Marco tengah menganggur dampak krisis ekonomi pada 2008. Ia bahkan sampai membuat lamaran pekerjaan pada lebih dari 100 pekerjaan selama enam bulan.

“Ekonomi kan lagi susah di tahun 2009, jadi saya banyak melamar kerja di AS. Selama enam bulan saya kira mungkin melamar 100 kerjaan,”.

Keberuntungan menghampirinya, saat ia tengah bekerja di perusahaan produksi jendela di Dallas, AS, ia mendapat tawaran dari perusahaan penerbangan Boeing untuk bekerja di sana. Ia bahkan sudah lupa pernah melamar dan melakukan wawancara di Boeing.

Berita Terkait  Perangi Hoax, Twitter Luncurkan Birdwatch

“Saya juga udah lupa pernah wawancara sama Boeing dan pernah melamar ke Boeing. Jadi setelah pikir-pikir sedikit saya dan Vieda (istri saya) memutuskan untuk ambil kerjaan di Boeing dan pindah ke daerah Seattle, Washington.”

Selama ini ia terlibat dalam beberapa proyek pesawat komersial, di antaranya Boeing 787 dan Boeing 777 hingga ia akhirnya menggarap roket untuk NASA di New Orleans, AS.

Misi Artemis I NASA akan diluncurkan pada November 2021 tanpa membawa awak. Penerbangan Artemis I akan menggunakan roket SLS yang saat ini masih dalam tahap uji coba dan akan lepas landas untuk pertama kalinya dengan kapsul Orion.

Kemudian disusul dengan misi Artemis II, pada tahun 2023. Misi ini akan membawa astronout mengelilingi Bulan tetapi tidak akan mendarat.

Sementara misi Artemis III dijadwalkan pada 2024. Pada misi ini akan membawa astronaut tinggal di Bulan selama seminggu dan akan mengerjakan dua hingga lima aktivitas luar angkasa.

Roket Space Launch System merupakan sebuah proyek paling keren yang dibuat NASA. Roket ini juga akan digunakan untuk misi ilmiah mengirimkan robot ke planet-planet lain seperti Bulan, Mars, Saturnus dan Jupiter. Maco merasa beruntung bisa turut ambil bagian dari pembangunan tersebut. (jernih.co)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

senang303
sukses303
horus303
sboku99
spesial4d
amarta99
joinbet99