Pemerintah UEA Bakal Investasi di LIPI

  • Bagikan
ilustrasi uang dolar (shutterstock)

INDONESIAUPDATE.ID – Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) akan berinvestasi pada Lembaga Pengelola Investasi (LPI) milik Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA). Total nilai investasi yang akan diberikan ke LPI mencapai US$10 miliar, setara Rp143,96 triliun (mengacu kurs Rp14.396 per dolar AS).

Melansir dari Emirates News Agency, Selasa (23/3), Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed dan telah menginstruksikan penanaman modal tersebut. Selanjutnya, dana investasi akan difokuskan pada sektor-sektor strategis di Indonesia, seperti infrastruktur, jalan, pelabuhan, pariwisata, pertanian, dan sektor-sektor lain mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Pada pertengahan Februari lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memperkenalkan direksi Lembaga Pengelola Investasi (LPI) sebagai lembaga pengelola dana abadi (SWF). Salah satunya, Direktur Utama PT Bank Permata Tbk Ridha Wirakusumah sebagai Direktur Utama LPI.

Sebelumnya, Jokowi juga sudah melantik Dewan Pengawas LPI yang terdiri dari Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir, serta tiga anggota tiga orang dari unsur profesional.

Pemerintah UAE menilai pembentukan dewan tersebut sebagai titik balik dalam tata kelola dan pengembangan sistem investasi di Indonesia.

Hubungan diplomatis antara Indonesia dan UAE cukup erat, ditandai dengan kunjungan Jokowi ke UAE pada September 2015 dan kunjungan balasan dari Mohamed bin Zayed pada Juli 2019. Kedua negara juga telah menandatangani beberapa kesepakatan kerja sama.

Baru-baru ini, Indonesia- UAE menyelesaikan program UEA-Indonesia Week 2021, di mana beberapa perjanjian kerja sama ditandatangani terkait dengan pelabuhan, logistik, industri strategis dan pertahanan, energi, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pertanian bakau.

Selain itu, Indonesia-UAE juga memiliki hubungan dagang yang baik dengan volume perdagangan mencapai sekitar US$3,7 miliar.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim sejumlah investor asing telah menyatakan komitmennya untuk berinvestasi di LPI. Total komitmen investasi itu mencapai US$9,5 miliar.

Berita Terkait  Pisang di Lahan Sawah Brebes Hasilkan Milyaran Rupiah

Investor asing itu berasal dari sejumlah negara antara lain, AS dan Jepang melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Lalu, Kanada melalui Caisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ) dan perusahaan pengelolaan aset, Belanda yakni APG-Netherland.

“Sejumlah investor telah mengirimkan letter of interest (LOI) dan komitmen, seperti AS, JBIC, CPDQ Kanada, dan APG-Netherland dengan akumulasi LOI lebih dari US$9,5 miliar,” ujarnya dalam acara Indonesia Economic Outlook 2021 “Post-Pandemic Recovery: A Resurgence of Indonesia’s Economy beberapa waktu lalu. (cnn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *