Alibaba Grup Bikin Alat Pertanian Pintar Untuk Atasi Krisis Pangan

  • Bagikan
(Photo by Andrew Burton/Getty Images)

INDONESIAUPDATE.ID – Sejumlah perusahaan teknologi China kompak membantu negaranya mengatasi krisis pangan. Dengan teknologinya Alibaba Group Holding Ltd, JD.com, hingga Pinduoduo Inc membantu membuat alat untuk memudahkan kerja para petani di China.

Dikutip dari Bloomberg, Senin (22/2/2021) Presiden China, Xi Jinping telah menjadikan krisis pangan sebagai masalah utama Negeri Tirai Bambu. Hingga saat ini 1,4 miliar orang di China memerlukan buah dan sayuran segar. Maka negara harus membantu 200 juta petani dalam memproduksi pertaniannya.

Alibaba diketahui membuat gelang pintar untuk peternak ayam. Gelang itu berfungsi untuk memantau kesehatan dari unggas. JD.com membuat sebuah sensor petani padi untuk mendapatkan informasi real-time untuk irigasi. Sementara Pinduoduo Inc. bekerja sama dengan ilmuwan menggunakan kecerdasan buatan untuk mengotomatiskan penanaman stroberi.

Dengan teknologi itu diharapkan membantu petani meningkatkan produksi, meningkatkan kualitas pangan, dan menurunkan harga. Selain akan menguntungkan negara dan warganya, keuntungan juga akan didapat oleh perusahaan.

Salah satunya untuk memperkuat pijakan mereka di pasar grosir online yang diperkirakan bernilai lebih dari US$ 120 miliar pada tahun 2023, tanpa bertentangan dengan peraturan praktik monopoli.

Selain itu, kekuatan pendorong adanya platform pertanian pintar adalah pertumbuhan penjualan bahan makanan online yang diperkirakan berlipat ganda menjadi sekitar 820 miliar yuan pada tahun 2023 dari tahun lalu, menurut iResearch.

Menurut seorang analis dari firma riset pasar Equal Ocean Liu Yue dengan adanya teknologi di dunia pertanian diharapkan bisa membantu negara untuk memperluas lapangan pekerjaan yang sejauh ini lebih banyak di pusat kota.

Pada saat para pemimpin China menekan monopoli di berbagai bidang mulai dari fintech hingga e-commerce, teknologi pertanian pintar adalah salah satu bidang di mana kepentingan komersial raksasa teknologi selaras dengan agenda nasional negara.

Berita Terkait  Puslabfor Polri Ambil Sampel DNA dan Sidik Jari Tombol Lift Kejagung

Dalam pedoman yang dikeluarkan April lalu, Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China menyerukan peningkatan investasi swasta untuk mengembangkan teknik pertanian modern dan memperkenalkan teknologi seperti Internet of Things, 5G, dan blockchain yang mengarah ke desa digital.

Ilmu pemuliaan dan budi daya juga terdaftar sebagai salah satu prioritas teknologi teratas China untuk lima tahun ke depan, di samping AI, komputasi kuantum, dan chip komputer. JD mengatakan proyek pertanian pintar setidaknya 50% didanai oleh subsidi pemerintah (detik)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *