JAKARTA, INDONESIA UPDATE.ID – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW), menerima kunjungan pimpinan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) terkait penahanan sejumlah relawan kemanusiaan dan jurnalis oleh pasukan Israel dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.
Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Delegasi GPCI dipimpin Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut CEO Rumah Zakat Irvan Nugraha, Direktur Utama Adara Relief International Maryam Rachmayani Yusuf, Advokasi GPCI Arif Rahmadi Haryono, serta Sekretaris Dompet Dhuafa Dian Mulyadi.
Dalam pertemuan itu, delegasi menyampaikan perkembangan misi kemanusiaan Global Shumud Flotilla II yang membawa bantuan untuk warga Gaza melalui jalur laut internasional.
Mereka juga melaporkan adanya penahanan terhadap ratusan aktivis kemanusiaan dan jurnalis oleh pasukan Israel di perairan internasional, termasuk empat jurnalis Indonesia dan satu relawan asal Indonesia yang tergabung dalam misi tersebut.
Menanggapi hal itu, HNW mengecam keras tindakan Israel yang kembali mencegat kapal misi kemanusiaan menuju Gaza.
“Saya sangat prihatin dan menolak keras berlanjutnya kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel. Para aktivis sipil itu tidak membawa senjata, melainkan bantuan kemanusiaan,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Menurut dia, tindakan penahanan terhadap para relawan dan jurnalis di perairan internasional merupakan pelanggaran hukum internasional dan hak asasi manusia.
“Penculikan terhadap para relawan itu terjadi di perairan internasional, bukan di wilayah otoritas Israel. Ini jelas pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional,” papar HNW.
HNW juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan dan jurnalis yang tetap melanjutkan misi kemanusiaan meski memahami risiko yang dihadapi.
Dia menilai, langkah para relawan tersebut merupakan bagian dari perjuangan kemanusiaan dan upaya menolak praktik genosida sesuai kerangka hukum internasional.
Tak hanya itu, HNW menuturkan, Indonesia memiliki posisi strategis di berbagai forum internasional, termasuk di Dewan HAM PBB, sehingga dinilai perlu mengambil langkah yang lebih aktif dalam menyikapi persoalan tersebut.
Dia juga menyoroti tingginya jumlah jurnalis yang menjadi korban dalam konflik Gaza. Mengutip data Committee to Protect Journalists (CPJ), HNW menyebut lebih dari 260 wartawan dan pekerja media dilaporkan tewas sejak Oktober 2023.
HNW pun menegaskan MPR RI mendukung langkah kemanusiaan yang dilakukan Global Peace Convoy Indonesia bersama Global Shumud Flotilla.
“Kami meminta DPR RI, khususnya Komisi I, menggalang dukungan parlemen dunia untuk mendorong pembebasan seluruh relawan dan jurnalis yang masih ditahan Israel,” pungkas dia.
Sementara itu, Ahmad Juwaini bilang, pemerintah Indonesia dapat segera mengambil langkah diplomatik untuk membebaskan delegasi Indonesia yang ditahan.
“Kami berharap pemerintah Indonesia dapat membantu pembebasan delegasi Indonesia secepat-cepatnya,” ucap dia.
Dia juga berharap Presiden Prabowo Subianto dapat menginstruksikan kementerian terkait serta perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri untuk membantu proses pembebasan para relawan dan jurnalis.
Di kesempatan yang sama, Irvan Nugraha menjelaskan lembaga-lembaga kemanusiaan yang tergabung dalam GPCI telah berulang kali berupaya menyalurkan bantuan ke Gaza melalui berbagai jalur. Namun karena keterbatasan akses, mereka akhirnya bergabung dalam Global Shumud Flotilla.
“Dalam Global Shumud Flotilla kedua ini terdapat tiga jalur perjuangan, yakni jalur laut, konferensi parlemen di Brussel, dan jalur darat melalui Libya,” ungkap dia.
Lebih jauh dia berpendapat, misi tersebut merupakan langkah sah masyarakat sipil internasional yang dilindungi hukum internasional.











