JAKARTA, INDONESIA UPDATE – Ketua DPR RI Puan Maharani, memimpin Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) serta Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo Subianto hadir langsung untuk menyampaikan KEM dan PPKF RAPBN 2027 di hadapan anggota dewan.
Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 itu berlangsung di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga turut menghadiri sidang paripurna tersebut.
Sebelum rapat dimulai, Puan bersama jajaran pimpinan DPR menyambut kedatangan Presiden Prabowo di Gedung DPR RI. Momen tersebut juga diwarnai sesi foto bersama antara pimpinan DPR dan Presiden.
Sebanyak 451 anggota DPR RI tercatat hadir dalam rapat tersebut. Saat memimpin sidang, Puan didampingi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Sari Yuliati.
“Perkenankanlah kami selaku Pimpinan Dewan membuka Rapat Paripurna DPR RI yang ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, hari Rabu tanggal 20 Mei 2026 dan kami nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum,” ujar Puan saat membuka rapat.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga negara tampak hadir dalam rapat tersebut. Di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Selain itu, hadir pula pimpinan MPR dan DPD RI, Ketua BPK RI Isma Yatun, Ketua Mahkamah Agung Sunarto, Ketua KPK Setyo Budiyanto, serta sejumlah ketua umum partai politik seperti Bahlil Lahadalia, Surya Paloh, Abdul Muhaimin Iskandar, Al Muzzammil Yusuf, Zulkifli Hasan, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dalam pengantarnya, Puan menyebut rapat paripurna kali ini memiliki arti penting karena Presiden hadir secara langsung untuk memaparkan arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara.
“KEM PPKF Tahun Anggaran 2027, merupakan rancangan awal sebagai dasar dalam menyusun APBN Tahun Anggaran 2027, yang memiliki arah kebijakan ekonomi makro serta arah kebijakan anggaran pendapatan dan belanja negara,” jelas dia.
Menurut dia, KEM dan PPKF RAPBN 2027 memiliki posisi strategis karena bukan hanya berkaitan dengan postur APBN yang sehat dan berkelanjutan, tetapi juga sebagai instrumen untuk mengantisipasi berbagai risiko ekonomi global maupun domestik.
“Akan tetapi juga mengantisipasi berbagai risiko ekonomi yang dapat ditimbulkan baik dari dalam maupun luar negeri,” lanjut dia.
Puan menyebutkan, KEM dan PPKF Tahun Anggaran 2027 diharapkan mampu menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif.
“Yaitu pertumbuhan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka Produk Domestik Bruto yang tinggi semata, tetapi juga pertumbuhan yang menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penghasilan rakyat, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan,” tutur dia.
Legislator PDIP itu menilai asumsi makro dan arah fiskal dalam KEM PPKF juga menjadi sinyal penting bagi investor, pelaku usaha, pemerintah daerah, hingga pasar mengenai arah perekonomian nasional pada 2027.
Lebih lanjut, Puan menyebut kehadiran Presiden Prabowo dalam rapat paripurna tersebut menjadi momentum penting untuk menegaskan arah kebijakan RAPBN 2027 yang berpihak kepada rakyat.
Dia pun mempersilakan Presiden Prabowo menyampaikan pidato terkait KEM dan PPKF RAPBN Tahun Anggaran 2027.











