NASIONAL

Prabowo Rayakan May Day, HMI UI Wanti-wanti Transaksi Politik di Balik Layar

164
×

Prabowo Rayakan May Day, HMI UI Wanti-wanti Transaksi Politik di Balik Layar

Sebarkan artikel ini

INDONESIAUPDATE.ID – Peringatan Hari Buruh 2025 di Jakarta menyisakan polemik tajam. Di saat ribuan buruh berjuang di jalanan, berhadapan dengan represifitas aparat di depan gedung DPR/MPR RI, pemandangan kontras terjadi di Monas. Presiden Prabowo Subianto, dengan gestur tak terduga, berjoget bersama elite buruh, menyanyikan lagu Internasionale, dan mengumbar janji-janji di hadapan 200 ribu massa.

Kehadiran tokoh-tokoh buruh seperti Said Iqbal, Shoya Yoshida, Ely Rosita, dan Jumhur Hidayat, di panggung Monas, memicu kecurigaan. Ketua Umum HMI Korkom UI, Ruben, menilai fenomena ini sebagai upaya kooptasi gerakan buruh.

“Mengundang kaum buruh dan pimpinannya pada satu panggung dengan Presiden yang merupakan simbol kekuasaan menandakan adanya upaya ambil alih untuk mengontrol gerakan buruh melalui para elitenya,” tegas Ruben melalui keterangan tertulisnya, Senin (5/5).

Ketua Komisariat HMI Universitas Indonesia

Ruben menyoroti potensi kaburnya realitas antara elite serikat buruh dan anggota mereka.

“Hal ini membuka peluang adanya praktik patron-klien antara para elite serikat buruh dan penguasa. Saya juga mengingatkan jangan sampai ada transaksi di balik layar antara pimpinan kaum buruh dan penguasa, sebab belum semua anggota serikat buruh hidup sejahtera dan masih dalam belenggu kemiskinan,” tambahnya.

Meski demikian, Ruben menekankan pentingnya mengawal janji-janji Prabowo, termasuk penghapusan outsourcing, pembentukan Satgas PHK, dan pengesahan RUU PPRT serta RUU Perampasan Aset.

“Janji-janji ini bisa dikawal bersama selama Pemerintahan Prabowo,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan agar gerakan buruh tidak terlena dan merasa dekat dengan kekuasaan.

“Perihal berjoget dan menyanyi tidak menjadi persoalan, tapi pastikan tuntutan tersebut dipenuhi. Jangan hanya difoto, diliput, dan diklaim sepihak oleh pemerintah,” tegasnya.

Ruben menyerukan solidaritas bagi seluruh buruh, dari pekerja kantoran hingga petani. “Hak-hak yang diperoleh seperti hari libur, cuti, hingga 8 jam kerja sejatinya merupakan hasil perjuangan kaum buruh dari abad ke-18 hingga kini,” pungkasnya.(mam/**)

Berita Terkait  Prabowo Siap Tanding dengan Anies di Pemilu 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *